Oleh: Abu Syamil Humaidy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
BLOGSANTRI.COM – Didalam beramal kebaikan, jangan pernah merasa lelah dan letih, istiqamahlah dan jangan menunda-nunda kebaikan.
Allah subhanahu wa ta‘ala berfirman,
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia, tetapi amal kebaikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan”. (Qs. al-Kahfi [18]: 46)
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta‘ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit”. (HR. Muslim No. 783)
Imam Hasan al-Bashri -rahimahullah- berkata, “Sebagian orang enggan untuk mudaawamah [kontinu dalam beramal]. Demi Allah, bukanlah seorang mukmin yang hanya beramal sebulan, dua bulan, setahun, atau dua tahun. Tidak, demi Allah! Allah tidak menjadikan batas akhir beramal bagi seorang mukmin kecuali kematian”. (Lihat: Aqwal at-Tabi‘in fi Masa‘il at-Tauhid wa al-Iman, Hal. 1160)
Sufyan bin Sa’id ats-Tsaury rahimahullah berkata:
إذا هممت بصدقة أو ببر أو بعمل صالح، فعجل مضيه من ساعته، من قبل أن يحول بينك وبينه الشيطان.
Artinya:
“Jika engkau ingin mengeluarkan shadaqah, atau melakukan sebuah kebaikan, atau amal shalih, maka segera laksanakan sejak saat itu, sebelum setan menghalangi dirimu untuk melakukannya.” (Sumber: Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 62 )
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
- Advertisement -

