Related Post: Keutamaan Besar bagi Penghafal Al-Qur’an
BLOGSANTRI.COM – Ali bin Khasyram berkata, “Aku melihat Waki’ bin al-Jarrah tidak pernah membawa kitab, namun beliau mampu menghafal apa yang kami tidak hafal.
Maka aku merasa heran dengan hal itu sehingga aku pun bertanya kepada beliau,“Wahai Waki’, engkau tidak pernah membawa kitab dan tidak menggoreskan yang hitam di atas yang putih (tidak mencatat), namun engkau menghafal lebih banyak dibandingkan apa yang kami hafal.”
Maka Imam Waki’ berkata dengan membisikkan ke telingaku, “Wahai Ali, jika aku tunjukkan kepadamu obat lupa, apakah engkau akan mengamalkannya?”
Aku pun menjawab, “Ya, demi Allah.”
Maka beliau menjelaskan, “Meninggalkan maksiat, demi Allah, aku tidak melihat sesuatu yang lebih bermanfaat untuk memudahkan menghafal dibandingkan meninggalkan kemaksiatan.
اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ,
وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ,
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ
امين يارب العالمين
Lihat pula: Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an
Maka demikianlah Al-Qur’an sebagai kitab suci dan panduan hidup bagi seorang Muslim, akan menjadi mudah dihafalkan dan dipahami jika seseorang itu datang dalam keadaan suci, bersuci dan meninggalkan segala yang mengotori diri dan dengan apa yang akan dihafalkan.
Wallahu ‘alam bish-showab. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk meninggalkan keburukan hati, dosa, dan kemaksiatan, sehingga dimudahkan Allah dalam memahami dan menghafalkan Al-Qur’anul Karim. (*)
Lihat pula: Fadhilah Kecerdasan dari Membaca Al-Qur’an



Yang aku pahami adalah bahwa agar mudah menghafal kita tak hanya harus tekuntetapi juga dalam keadaan suci contohnya : -wudhu sebelum memulai menghafal
-membaca do’a sebelem menghafal agar diberi kemudahan oleh allah swt