Related Post: Fadhilah Kecerdasan dari Membaca Al-Qur’an
MAPEL: AL-QUR’AN HADIST
KELAS: IX SMP/MTs
Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan pengertian jujur dan berikan contoh sikap berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari?
2. Terjemahkan Hadits dibawah ini dan jelaskan isi kandungannya!

3. Kejujuran harus dilakukan dalam segala hal. Bagaimana cara berperilaku jujur dalam muamalah, khususnya pada saat bertransaksi jual beli dan pada saat menakar dan menimbang? Jelaskan dan tulis dalilnya!
4. Sebutkanlah 6 bentuk Kejujuran?
5. Apakah benar kejujuran dapat membawa seseorang masuk surga dan kebohongan akan mengantarkan masuk neraka? Tuliskan dalilnya!
6. Tuliskan dan terjemahkan ayat Al-Mujadalah ayat 11!
7. Jelaskan isi kandungan pada ayat QS. Abasa/80:1-10!
8. Sebutkan keutamaan-keutamaan menuntut ilmu?
9. Terjemahkan ayat di bawah ini!

10. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan sikap pantang menyerah dalam meraih keberhasilan.
Related Post: Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu



1. Pengertian jujur adalah
1. JUJUR adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah SWT.
3.Kata jujur menyiratkan sebuah perkataan kebenaran dalam semua situasi dan semua keadaan. Kejujuran juga bisa memiliki arti memenuhi janji, baik itu janji yang tertulis maupun tidak tertulis. Tidak hanya memenuhi janji, memberikan pendapat dan nasihat yang benar juga disebut dengan kejujuran.
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
Kejujuran juga bisa berarti melakukan sebuah pekerjaan dengan tulus dan sebaik mungkin. Meskipun melakukan pekerjaan tersebut tidak diawasi oleh orang lain, tetap harus mengerjakannya dengan jujur. Memberikan hak kepada orang yang berhak mendapatkan hak tersebut juga bisa disebut dengan perilaku jujur.
Wajib bagi kalian untuk jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan takutlah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan memilih berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”
4.Jujur dalam ucapan. Contoh : Mengakui kesalahan apabila kita benar-benar salah.
Jujur dalam berniat. Contoh : Setelah berniat, wujudkan dengan perbuatan, tunjukan usaha dari niat tersebut. …
Jujur dalam kemauan. Contoh : Mengembalikan kembalian uang belanja.
Jujur dalam menepati janji. …
Jujur dalam perbuatan.
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
6.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu. Sesuai dengan asbabun nuzul surat Abasa 1-10 yang tertulis dalam buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya yang disusun oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani (2008:58).
Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar QuQuraisy
10.Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
1.JUJUR adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah SWT.
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.Kata jujur menyiratkan sebuah perkataan kebenaran dalam semua situasi dan semua keadaan. Kejujuran juga bisa memiliki arti memenuhi janji, baik itu janji yang tertulis maupun tidak tertulis. Tidak hanya memenuhi janji, memberikan pendapat dan nasihat yang benar juga disebut dengan kejujuran.
4.Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”.
6.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu. Sesuai dengan asbabun nuzul surat Abasa 1-10 yang tertulis dalam buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya yang disusun oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani (2008:58).
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
* Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
*Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat
9.manusia tidak jemu memohon kebaikan jika mereka dia menjadi putus asa lagi putus harapan
10.Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah
1.jujur berarti kesususaian antara hati,ucapan dan tindakan yg di tampilkan
Contoh:
-kejujuran berucap
-kejujuran berbuat
-kejujuran berniat
2. Artinya: “dari Hasan bin Ali Ra: aku menghafal dari Rasullullah saw…”tinggalkan yg meragukanmu kepada sesuatu yg tidak meragukan mu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan
kandungan: hadist ini merupakan kandungan keras bagi pedagang untung menyempurnakan&timbangan agar tidak binasa seperti umat terdahulu (yg berlaku curang dengan mengurangi/melebihkan takaran atau timbangan)takaran atau timbangan hari di Pergunakan secara tepat dan benar dalam berekonomi islam sehingga terwujud keadilan dan kemakmuran.
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4. -kejujuran berucap
-kejujuran berbuat
-kejujuran bermualat
-kejujuran bertekat
-kejujuran berniat
-kejujuran berjanji
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6.Surat Al Mujadilah ayat 11. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.(1). عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
(2). أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
karena telah datang seorang buta kepadanya.
(3). وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).
(4). أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
(5). أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
(6). فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ
maka kamu melayaninya.
(7). وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
(8). وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
(9). وَهُوَ يَخْشَىٰ
sedang ia takut kepada (Allah),
(10). فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ
maka kamu mengabaikannya.
8.1.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
2.Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.hai orang yg beriman bertaqwalh kepada Allah dan hendaklah kamu bersama dengan orang-orang yg benar
10.1. Mengambil hikmah dari setiap kegagalan yang pernah dialami
2. Berpikir kreatif dan memikirkan strategi yang baru
3. Selalu memotivasi diri sendiri
1. jujur adalah sifat yang
menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan
dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai
sebagai sifat yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa
yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam
dikenal dengan sebutan Shiddiq dan
merupakan salah satu sifat waj ib para rasul Allah
SWT.
contoh perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari:
•Ketika melakukan ibadah seperti shalat
atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata
untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam
niat dan jujur kepada Allah SWT.
•Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
•Membelanjakan wang yang diberikan
orang tua sesuai dengan peruntukan uang
tersebut ketika diminta. Misalnya wang untuk
biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan
untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun
ada keperluan lainnya maka diutarakan secara
jujur kepada orang tua..
2. Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
5. jujur dalam perbuatan
6.jujur dalam pelajaran
5. Jawaban:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7. Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8. Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9. “ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10. 1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
1.jujur adalah sifat yang
menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan
dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai
sebagai sifat yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa
yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam
dikenal dengan sebutan Shiddiq dan
merupakan salah satu sifat waj ib para rasul Allah
SWT.
contoh perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari:
•Ketika melakukan ibadah seperti shalat
atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata
untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam
niat dan jujur kepada Allah SWT.
•Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
•Membelanjakan wang yang diberikan
orang tua sesuai dengan peruntukan uang
tersebut ketika diminta. Misalnya wang untuk
biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan
untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun
ada keperluan lainnya maka diutarakan secara
jujur kepada orang tua.
2.ISI KANDUNGAN :
Tentang penciptaan Makhluk Allah, Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api, dan Adam (manusia) dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian .
PENJELASAN TAMBAHAN.
خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Arti Hadist
Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.”
3.3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
-5. jujur dalam perbuatan
5.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan) …
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7.Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.“ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10.1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
Pengertian jujur dalam Islam adalah upaya untuk selalu menyelaraskan perbuatan dan perkataan. Keinginan untuk jujur menyebabkan seorang muslim selalu dapat dipercaya dalam tindakan, ucapan, dan aksi nyata setiap hari.
2.ISI KANDUNGAN :
Tentang penciptaan Makhluk Allah, Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api, dan Adam (manusia) dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian .
PENJELASAN TAMBAHAN.
خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Arti Hadist
Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.”
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
5. jujur dalam perbuatan
5.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan) …
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7.Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.“ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10.1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
Zahrani Burhanuddin
IX B
1.Jujur adalah sifat yang
menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan
dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai
sebagai sifat yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa
yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam
dikenal dengan sebutan Shiddiq dan
merupakan salah satu sifat waj ib para rasul Allah
SWT.
contoh perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari:
•Ketika melakukan ibadah seperti shalat
atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata
untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam
niat dan jujur kepada Allah SWT.
•Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
•Membelanjakan wang yang diberikan
orang tua sesuai dengan peruntukan uang
tersebut ketika diminta. Misalnya wang untuk
biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan
untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun
ada keperluan lainnya maka diutarakan secara
jujur kepada orang tua.
2.ISI KANDUNGAN :
Tentang penciptaan Makhluk Allah, Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api, dan Adam (manusia) dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian .
PENJELASAN TAMBAHAN.
خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Arti Hadist
Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.”
3.Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.-Jujur dalam ucapan
-Jujur dalam niat
-Jujur dalam kemauan
-Jujur dalam menepati janji
-Jujur dalam perbuatan
-Jujur dalam amal
5.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan)
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7.Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.“Manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
10.1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
nama : cinta nadya dwi azzahrah mustan
kelas : IXb
(jawaban )
1.jujur adalah sifat yang
menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan
dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai
sebagai sifat yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa
yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam
dikenal dengan sebutan Shiddiq dan
merupakan salah satu sifat waj ib para rasul Allah
SWT.
contoh perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari:
•Ketika melakukan ibadah seperti shalat
atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata
untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam
niat dan jujur kepada Allah SWT.
•Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
•Membelanjakan wang yang diberikan
orang tua sesuai dengan peruntukan uang
tersebut ketika diminta. Misalnya wang untuk
biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan
untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun
ada keperluan lainnya maka diutarakan secara
jujur kepada orang tua.
2. Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4. 1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
5. jujur dalam perbuatan
6. jujur dalam amal
5. Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan)
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7. “Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.
•Ilmu adalah Warisan Para Nabi
•Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
• Allah SWT Akan Meninggikan Derajat
•Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9. “manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10.
•Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
•Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
•Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
JUJUR adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah SWT.
3.Kata jujur menyiratkan sebuah perkataan kebenaran dalam semua situasi dan semua keadaan. Kejujuran juga bisa memiliki arti memenuhi janji, baik itu janji yang tertulis maupun tidak tertulis. Tidak hanya memenuhi janji, memberikan pendapat dan nasihat yang benar juga disebut dengan kejujuran.
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
Kejujuran juga bisa berarti melakukan sebuah pekerjaan dengan tulus dan sebaik mungkin. Meskipun melakukan pekerjaan tersebut tidak diawasi oleh orang lain, tetap harus mengerjakannya dengan jujur. Memberikan hak kepada orang yang berhak mendapatkan hak tersebut juga bisa disebut dengan perilaku jujur.
Wajib bagi kalian untuk jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan takutlah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan memilih berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”
4.Jujur dalam ucapan. Contoh : Mengakui kesalahan apabila kita benar-benar salah.
Jujur dalam berniat. Contoh : Setelah berniat, wujudkan dengan perbuatan, tunjukan usaha dari niat tersebut. …
Jujur dalam kemauan. Contoh : Mengembalikan kembalian uang belanja.
Jujur dalam menepati janji. …
Jujur dalam perbuatan.
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
6.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu. Sesuai dengan asbabun nuzul surat Abasa 1-10 yang tertulis dalam buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya yang disusun oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani (2008:58).
Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar QuQuraisy
10.Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
Jujur adalah suatu aspek karakter dan moral manusia yang berbudi luhur dimana seseorang yang memiliki karakter tersebut
3 contoh :
Jujur saat di beri uang lebih dari seharusnya
Jujur saat memecahkan piring dirumah
Jujur saat mengambil uang orang tua
2.hadist tersebut memerintahkan kepada kita agar berbuat jujur
3.Dalil tentang perilaku jujur tidak hanya dituliskan dalam Al-Quran, namun juga terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa dalil tentang perintah untuk berperilaku jujur.
Perilaku jujur merupakan sifat dari orang-orang mukmin, hal ini tertera dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 23-24 yang berbunyi,
مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ ۖوَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًاۙ
لِيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَاۤءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),”
4.jujur dalan ucapan jujur dalam niat jujur dalam kemauan jujur dalam menepati janji
5.انصدقيهدي الىلبرؤانبريهديال جنت
6.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)
7.kandungan surah abasa ayat 1.10 mengutaman pembesaran pembesaran Quraisy yang di harapkan agar mereka masuk ke Islam dari pada Ibnu ummi Maktum yang buta tapi telah di yakini ke imannya Al Qur’an adalah sebagai peringatan dan salah satu sifat manusia ialah tidak mensyukuri nikmat
8. Ilmu sebagai amal jariah
Akan di angkat derajat nya oleh Allah
10 membantu dan menolong gotong royong sopan dan damai
9. Kemajiban menuntut ilmu bagi umat Islam baik laki laki maupun perempuan.
1).jujur berarti kesesuaian antara hati, ucapan
dan tindakan yang di tampilkan.
Cntoh:tidak menyontek pada saat ujian,
mengumumkan jika mendapat barang yang di
dapat
2).artinya:dari hasan bin ali ra:aku menghafal dari
rssulallah “tinggalkan yang meragukan mu
kepada sesuatu yang tidak meragukan karena
kejujuran itu ketenangan dan dusta itu
keraguan
KANDUNGAN: hadits ini menjelaskan tentang perintah rasulullah yang memerintahkan kita untuk meninggalkan yang membuat kita ragu dan menuju kepada sesuatu yang membawa kepada ketenangan, kejujuran yang membawa kepada ketenangan dan dusta, kecurangan membawa kita kepada keraguan
3).وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
“dan sempurna kanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
4).kejujuran berucap
Kejujuran berbuat
Kejujuran bermuamalat
Kejujuran bertekad
Kejujuran berjanji
Kejujuran berniat
5).
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“Hendaklah kamu bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong” (HR. Muslim).
6).يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya:Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7).kandungan surah abasa 1-10 adalah bahwa
Islam meletakkan kepentingan yng sebanding
atau setara untuk mendapat kan pendidikan bgi
Smua golongan atau kalangan
8).allah akan meninggikan derajat org yng
menuntut ilmu, ilmu sebagai amal jariyah,
menuntut ilmu dapat mengubah dri yang tidak
tau menjadi tau, dll
9).manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan
jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi
putus asa lagi putus harapan
10). Jika kita mengikuti Lomba tpi kita tidak
menang kita tidak boleh putus asa kita truss
meningkatkan potensi diri atau berlatih dan
belajar hingga meraih keberhasilan
Nama:Wahyuni
Kelas:IX b
1.pengertian jujur adalah suatu aspek karakter dan moral manusia yang berbudi luhur dimana seseorang yang memiliki karakter tersebut pasti memiliki integritas, kejujuran, adil, tulus, setia, dan dapat dipercaya oleh orang lain. contoh: •Jujur saat diberi uang lebih dari yang seharusnya.
2.Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3.3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
5. jujur dalam perbuatan
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6.”Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.Karena memiliki keutamaan yang amat besar dan mulia, di antara keutamaan menuntut ilmu adalah:
Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal
9.“ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10.1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
1.jujur adalah sifat yang
menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan
dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai
sebagai sifat yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa
yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam
dikenal dengan sebutan Shiddiq dan
merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah
SWT.
contoh perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari:
•Ketika melakukan ibadah seperti shalat
atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh
keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata
untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam
niat dan jujur kepada Allah SWT.
•Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
•Membelanjakan wang yang diberikan
orang tua sesuai dengan peruntukan uang
tersebut ketika diminta. Misalnya wang untuk
biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan
untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun
ada keperluan lainnya maka diutarakan secara
jujur kepada orang tua.
2.ISI KANDUNGAN :
Tentang penciptaan Makhluk Allah, Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api, dan Adam (manusia) dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian .
PENJELASAN TAMBAHAN.
خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Arti Hadist
Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.”
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4.-jujur dalam ucapan
– jujur dalam niat
-jujur dalam kemauan
– jujur dalam menepati janji
-jujur dalam perbuatan.
5.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan) .
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
7.Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.“ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10.1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
1. jujur adalah suatu bentuk kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.
•Mengerjakan ujian sesuai kemampuan tanpa mencontek.
•Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan sesuai dengan ketentuan.
•Berkata jujur kepada guru dan teman-teman di sekolah.
2. Dani hasan bin Ali Ra Aku menghafal dari Rasullulah Saw… Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meraguanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.
Kandungannya : hadist ini menjelaskan tentang perintah Rasulallah saw untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu menuju kepada sesuatu yang mambawa kita kepada ketenangan. kejujuran adalah hal yang membawa kita kepada ketenangan Sementara dusta; curang membawa kita kepada keraguan.
3.
1. Menjelaskan dengan benar kondisi barang yang dijual, terutama apabila terdapat cacat atau kekurangan sehingga pembeli mengetahui sebelum memutuskan untuk membeli.
2. Tidak mengurangi timbangan barang yang dijual agar mendapat untung
3. Tidak berbelanja atau membeli sesuatu dengan menggunakan uang palsu
Hadist :
وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
4. – kejujuran berucap
– kejujuran berbuat
– kejujuran bermuamalat
– kejujuran bertekad
– kejujuran berniat
– kejujuran berjanji
5.
عن عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Dari ‘Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.‘” (HR. Bukari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad ibn Hanbal).
6.
يأيها الذين آمنوا إذا قيل لكم تفشخوا في المجلس فافسخوا يفسح الله لكم وإذا قيل انشروا فانشروا يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجت والله بما تعملون خبيز –
orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. ”
7. Dalam QS. ‘Abasa: 1-10 ini, Allah Swt. memerintahkan Nabi Saw. agar tidak berpaling dari orang yang ingin membersihkan jiwanya, membersihkan diri dari akhlak tercela, dan ingin mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka Quraisy akan keislamannya, Allah lah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendaki Nya.
Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar Quraisy.
Beliau berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan sibuk dengan pembesar tersebut. Kemudian Umi Maktum berkata, “Apakah yang saya katakan mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab,”Tidak.” lalu surat Abasa 1-10 ini ini turun.
8. – dimudahkan jalannya ke surga
– ditinggikan derajatnya
– dicintai Rasullullah
– dimintakan ampun seisi bumi dan langit
– paling utama
– bahagia dunia akhirat
9. “Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi, putus harapan”
10.- Tetap belajar memasak walaupun berkali kali masakan kita gagal
– suka bekerja sampai dengan selesai meskipun ada saja kejadian yang menyusahkan
1.Perilaku jujur merupakan salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh setiap orang dan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Nilai kejujuran wajib ditanamkan sejak dini pada anak-anak, karena hal ini akan membawa pengaruh hingga usianya dewasa
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.Karena betapa pentingnya kejujuran dalam Islam, Al-Qur’an menyebut kata as-shidqu (jujur) disebut sebanyak 153 kali dalam ayat yang berbeda.
Sahabat Nabi sekaligus Khalifah pertama dalam Islam, yang bernama Abu Bakar mendapat gelar As-Shiddiq (orang yang selalu jujur) karena keistikomahannya menampakkan dan mempertahankan kejujuran.
Perintah untuk bersikap dan berucap jujur dalam Al-Qur’an,
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصّٰدِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah: 119).
4.1. jujur dalam ucapan
2. jujur dalam niat
3. jujur dalam kemauan
4. jujur dalam menepati janji
5. jujur dalam perbuatan
5.Ibnu Mas’ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengatarkan kepada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke neraka.
6.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.Kandungan Surat Abasa 1-10 untuk Meningkatkan Iman
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
8.1.Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
2.Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
3. Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
4. Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal
9.Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidak berdosa kamu meng qashar shalat jika kamu takut diserang orang kafir. sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu
10.-giat belajar.
-membela kebenaran.
-menerima saran.
-membela yang salah.
1. jujur adalah suatu bentuk kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.
•Mengerjakan ujian sesuai kemampuan tanpa mencontek.
•Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan sesuai dengan ketentuan.
•Berkata jujur kepada guru dan teman-teman di sekolah.
2. Dani hasan bin Ali Ra Aku menghafal dari Rasullulah Saw… Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meraguanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.
Kandungannya : hadist ini menjelaskan tentang perintah Rasulallah saw untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu menuju kepada sesuatu yang mambawa kita kepada ketenangan. kejujuran adalah hal yang membawa kita kepada ketenangan Sementara dusta; curang membawa kita kepada keraguan.
3.
1. Menjelaskan dengan benar kondisi barang yang dijual, terutama apabila terdapat cacat atau kekurangan sehingga pembeli mengetahui sebelum memutuskan untuk membeli.
2. Tidak mengurangi timbangan barang yang dijual agar mendapat untung
3. Tidak berbelanja atau membeli sesuatu dengan menggunakan uang palsu
Hadist :
وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
4. – kejujuran berucap
– kejujuran berbuat
– kejujuran bermuamalat
– kejujuran bertekad
– kejujuran berniat
– kejujuran berjanji
5.
عن عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Dari ‘Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.‘” (HR. Bukari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad ibn Hanbal).
6.
يأيها الذين آمنوا إذا قيل لكم تفشخوا في المجلس فافسخوا يفسح الله لكم وإذا قيل انشروا فانشروا يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجت والله بما تعملون خبيز –
orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. ”
7. Dalam QS. ‘Abasa: 1-10 ini, Allah Swt. memerintahkan Nabi Saw. agar tidak berpaling dari orang yang ingin membersihkan jiwanya, membersihkan diri dari akhlak tercela, dan ingin mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka Quraisy akan keislamannya, Allah lah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendaki Nya.
Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar Quraisy.
Beliau berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan sibuk dengan pembesar tersebut. Kemudian Umi Maktum berkata, “Apakah yang saya katakan mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab,”Tidak.” lalu surat Abasa 1-10 ini ini turun.
8. – dimudahkan jalannya ke surga
– ditinggikan derajatnya
– dicintai Rasullullah
– dimintakan ampun seisi bumi dan langit
– paling utama
– bahagia dunia akhirat
9. “Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi, putus harapan”
10.- Tetap belajar memasak walaupun berkali kali masakan kita gagal
– belajar terus menerus walaupun tidak menjadi juara kelas harus pantang menyerah agar sesuatu yg mau kita capai (jadi juara kelas) akan di mudahkan dan tercapai
1. jujur adalah perilaku dimana terdapat kesesuaian antara perkataan dan kenyataan atau kesesuaian antara niat, lisan, dan perbuatan
contoh; ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam niat dan jujur kepada Allah SWT.
2. dari hasan bin ali r.a: aku menghafal dari Rasulullah Saw.:”tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.” (HR. Tirmidzi)
3. tidak menambah takaran atau timbangan
4. – jujur dalam ucapan
– jujur dalam niat
– jujur dalam kemauan
– jujur menepati janji
– jujur dalam perbuatan
– jujur dalam sesama
5. – “sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
– “jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6) يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
” wahai orang orang yang beriman apabila di katakan kepadamu ‘berilah kelapangan di dalam majelis majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu ”
7. surat Abasa artinya bermuka masam adalah surat yang ke 80 di dalam Al Quran. Terdiri dari 42 ayat dan surat ini termasuk ke dalam surat makiyyah yang diturunkan pada fase mekkah, karenanya isi surat ini juga bercerita tentang hari kiamat yaitu munaqosah (dialog) dengan orang-orang musyrikin yang mengingkari hari kiamat.
8. ilmu adalah warisan para nabi, ilmu adalah jalan menuju surga, manfaat yang terus mengalir meski sudah meninggal
9.”manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
10. meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
1.pengertian jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, dan dengan berkata apa adanya. Contohnya dalam permainan dengan mengikuti aturan yang berlaku.
3.tidak menyebarkan berita hoax,
Bila diberi amanah laksanakan dengan jujur dan tidak menambah nambahi. Ada pula dalilnya dalam album quran sudah al muttafifin ayat 1-6
لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
4.tanggung jawab jika melakukan kesalahan dan tidak menyalahkan orang lain.
Selalu berkata jujur jika ditanya orang tua.
Mengenai alasan pulang telat.
Meminta uang jajan sesuai dengan kebutuhan.
Jujur saat mengerjakan ujian.
5.Ibnu Mas’ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengatarkan kepada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke neraka
6.Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu
7.artinya bermuka masam
8.orang yang berilmu derajatnya lebih tinggi dari ahli ibadah. Orang yang menyebarkan ilmu mendapatkan amalan jariyah. Orang yang berilmu dimudahkan oleh Allah masuk surga. Orang yang menuntut ilmu senantiasa didoakan oleh malaikat dan penduduk langit. Manfaat yang akan terus mengalir jika meninggal.
10.giat belajar.
Membela kebenaran.
Menerima saran.
Membela yang salah.
1. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah
Berikut ini adalah 3 contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari:
1. Ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam niat dan jujur kepada Allah SWT.
2. Tidak menyontek ketika mengerjakan PR atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
3. Membelanjakan uang yang diberikan orang tua sesuai dengan peruntukan uang tersebut ketika diminta. Misalnya uang untuk biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun ada keperluan lainnya maka diutarakan secara jujur kepada orang tua
Dan lain sebagainya.
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan
3.tidak menambah takaran atau mengurangi
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
4.Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepati janji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam إن الصدق يهدي إلى البر وإن البر يهدي .bersabda Sesungguhnya kejujuran itu“ إلى الجنة akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6.يأيها الذين ءامنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجلس فأفسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل أنشروا فأنشروا يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير )
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah lamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang uang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
7.عبس وتولى
“Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1) Maksud dari ayat pertama adalah
merupakan teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada nabi karena telah mengerutkan dahi dan berpaling
أن جاءة الأعمى
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”(2) Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu, seorang sahabat yang buta ketika datang menemui Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam. Pada saat itu Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam sedang berdakwah kepada orang-orang kafir dan para pembesar Quraish, sahabat tersebut datang untuk minta diajarkan, dan ini sedikit mengganggu nabi.
وما يدريك لعله يزكى
“dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)”
(3)Barangkali dia datang ingin membersihkan dirinya dari dosa. Oleh karena itu, para ulama mengatakan, “Orang yang datang kepadamu untuk mencari ilmu hendaklah dia didahulukan”.
أو يذكر فتنفعه الذكرى
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya” (4)
استغنی من
أما
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh (pembesar-pembesar Quraisy)” (5)
أنت له تصدی
“malah engkau memberi perhatian kepadanya” Allah Subhanallahu Wata’ala menegur cara Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam berdakwah, mengapa orang kafir lagi sombong itu yang tidak butuh dengan dakwah Nabi, tetapi Nabi justru datang mendekatinya, padahal ada orang yang datang langsung kepada Nabi tetapi beliau malah menjauhinya. (6)
وما عليك الا يركى
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak mensucikan diri (beriman)” (7)
وأما من جاءك يسعى
“dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)” (8)
وهو يخشى
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
فأنت عنه تلهى
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya” (10)
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
Allah SWT Akan Meninggikan Derajat
Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal
9. manusia tidak semu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan
10.1. Meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
2. Meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3. Meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
1. jujur adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan contohnya tidak menyontek saat ulangan
2. dari Hasan bin Ali RA , aku menghafal dari rasulullah SAW tinggalkan yang meragukan mu kepada sesuatu yang tidak meragukan mu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan
3. tidak menambah takaran atau menguranginya , dalilnya
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰا فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
4. – Jujur dalam ucapan
– Jujur dalam niat
– Jujur dalam menepatijanji
– Jujur dalam perbuatan
– Jujur dalam kemauan
– Jujur dalam amal
5. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam إن الصدق يهدي إلى البر وإن البر يهدي .bersabda Sesungguhnya kejujuran itu“ إلى الجنة akan membimbing ke perbuatan baik, dan perbuatan baik akan membimbing masuk surga”
– Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6. يأيها الذين ءامنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجلس فأفسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل أنشروا فأنشروا يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير )
“Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu,” maka berdirilah niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang uang diberi ilmu beberapa derajat dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil
8. – ilmu adalah warisan para nabi
– menuntut ilmj adalah jalan menuju surga
– manfaat yang akan terus mengalir meski telah
9. manusia tidak semu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan
10. – meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
– meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
– meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
Nabila Putri Nuryadin
9b
1. Jujur adalah sesuatu sikap maupun perkataan yang di sampaikan dengan sesuatu keadaan yang benar tidak menambah atau mengurangkan kata’. Contohnya : bila menemukan barang yang bukan milik hak segera di kembalikan, dan selalu mengakui kesalahan
2. Artinya : Aku menghafal dari Rasulullah Saw. Tinggalkan yang meragukan mu kepada sesuatu yang tidak meragukan mu karena kejujuran itu keterangan dan dusta itu keraguan
Kandungannya : selalu lah berkata dan berperilaku jujur, jujur selalu tidak membuat rugi dan bila kita berperilaku dusta itu akan membuat kita merasa was-was
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4. Jujur dalam ucapan, jujur dalam perbuatan, jujur dalam niat, jujur dalam kemauan, jujur dalam menepati janji, jujur dalam kesepakatan
5. yang dikatakan di dalam soal itu benar perkataan jujur dan bohong sangat berlaku bagi surga dan neraka
وَاِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْا ۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya : “Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.” (QS. Al-An’am: 152)
6. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya : Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
7. Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu. Sesuai dengan asbabun nuzul surat Abasa 1-10
8. Ilmu adalah warisan para nabi, akan di tinggikan derajat nya, Allah SWT ingin memberi kebaikan, manfaat terus berjalan meski sudah meninggal
9. Manusia tidak jemu memohon kebaikan, Dan jika dia di timpa Malapetaka dia akan menjadi putus asa lagi putus harapan
10. 1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
Nur Rahmah Arifin
IX.B
1. Jujur adalah berkata yang sesuai dengan kenyataan/fakta dan tidak melebih lebihkan
Contoh jujur:
-Tidak berbohong kepada seseorang.
-Mengembalikan barang yang bukan miliknya.
-tidak menyontek saat ulangan berlangsung
2. Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.Menjelaskan dengan benar kondisi barang yang dijual, terutama apabila terdapat cacat atau kekurangan sehingga pembeli mengetahui sebelum memutuskan untuk membeli. Tidak mengurangi timbangan barang yang dijual agar mendapat untung.
4. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5. .Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6. يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قِيۡلَ لَـكُمۡ تَفَسَّحُوۡا فِى الۡمَجٰلِسِ فَافۡسَحُوۡا يَفۡسَحِ اللّٰهُ لَـكُمۡ وَاِذَا قِيۡلَ انْشُزُوۡا فَانْشُزُوۡا يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7.7.Teguran Allah Subahnahu Wa Ta’la kepada Rasulullah terkait sikap Nabi kepada sahabatnya yang buta. Pada saat itu nabi sedang berdakwah kepada pembesar-pembesar kaum kafir Quraisy, kemudian datanglaha sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang ingin minta diajarkan. Saat itu nabi merasa terganggu dan bereaksi dengan muka yang masam dan memalingkan. Pada saat itulah Allah menegur Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
8. Mereka yang menuntut ilmu yang baik kemuliaannya seperti sedang berjihad di jalan Allah SWT
Orang yang berilmu derajatnya di sisi Allah SWT lebih tinggi dari ahli ibadah
Orang yang menyebarkan ilmu mendapatkan amalan jariyah yang pahalanya tidak terputus selama ilmunya masih dimanfaatkan
Orang yang mengajarkan ilmu (agama) senantiasa didoakan malaikat dan penduduk langit (hadis rasulullah)
Orang yang menuntut ilmu dimudahkan jalannya ke syurga (hadis rasulullah)
9. “Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.”
10.Meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
Meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
Meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
1.jujur adalah berkata apa adanya tanpa ada kata yang di tambah tambahi. lawan dari sifat jujur adalah dusta.
contoh perilaku jujur:
1. tidak menyontek saat ujian
2. mengakui kesalahannya saat tidak mengerjakan tugas dari gurunya
3.mengakui kesalahannya saat mencuri gorengan di kantin sekolah
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw ” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan
3.Tidak mengurangi timbangan
Artinya: Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).”
4.jujur dalam ucapan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam niat
Jujur menepati janji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam amal
5.Rasulullah Saw bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan baik, dan perbuatan baik akan membimbing masuk surga, sedangkan perbuatan bohong bisa membuat kita masuk neraka karena itu bukan perbuatan yg baik ”
6.Wahai orang-orang yang beriman Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu
7.Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar QuQuraisy
8. Allah akan meninggikan derajat, ilmu adalah warisan para nabi, jalan menuju surga, Allah SWT ingin memberikan kebaikan, manfaat yg akan terus mengalir
10.Jangan menyia-nyiakan waktu mu
Jangan meninggalkan sholat
Jaga kesehatan
Baik hati
9.”manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
1. jujur adalah perilaku dimana terdapat kesesuaian antara perkataan dan kenyataan atau kesesuaian antara niat, lisan, dan perbuatan
contoh; ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam niat dan jujur kepada Allah SWT.
2. dari hasan bin ali r.a: aku menghafal dari Rasulullah Saw.:”tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.” (HR. Tirmidzi)
3. tidak menambah takaran atau timbangan
4. – jujur dalam ucapan
– jujur dalam niat
– jujur dalam kemauan
– jujur menepati janji
– jujur dalam perbuatan
– jujur dalam sesama
5. – “sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
– “jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6) يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
” wahai orang orang yang beriman apabila di katakan kepadamu ‘berilah kelapangan di dalam majelis majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu ”
7. surat Abasa artinya bermuka masam adalah surat yang ke 80 di dalam Al Quran. Terdiri dari 42 ayat dan surat ini termasuk ke dalam surat makiyyah yang diturunkan pada fase mekkah, karenanya isi surat ini juga bercerita tentang hari kiamat yaitu munaqosah (dialog) dengan orang-orang musyrikin yang mengingkari hari kiamat.
8. ilmu adalah warisan para nabi, ilmu adalah jalan menuju surga, manfaat yang terus mengalir meski sudah meninggal
9.”manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
10. meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
1.jujur adalah berkata apa adanya tanpa ada kata yang di tambah tambahi. lawan dari sifat jujur adalah dusta.
contoh perilaku jujur:
1. tidak menyontek saat ujian
2. mengakui kesalahannya saat tidak mengerjakan tugas dari gurunya
3.mengakui kesalahannya saat mencuri gorengan di kantin sekolah
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw ” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan
3.Tidak mengurangi timbangan
Artinya: Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).”
4.jujur dalam ucapan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam niat
Jujur menepati janji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam amal
5.Rasulullah Saw bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan baik, dan perbuatan baik akan membimbing masuk surga, sedangkan perbuatan bohong bisa membuat kita masuk neraka karena itu bukan perbuatan yg baik ”
6.Wahai orang-orang yang beriman Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu
7.Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar QuQuraisy
8. Allah akan meninggikan derajat, ilmu adalah warisan para nabi, jalan menuju surga, Allah SWT ingin memberikan kebaikan, manfaat yg akan terus mengalir
10.Jangan menyia-nyiakan waktu mu
Jangan meninggalkan sholat
Jaga kesehatan
Baik hati
9.”manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”.
1.Pengertian JUJUR adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah SWT
contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari:
1.Ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam niat dan jujur kepada Allah SWT.
2.Tidak menyontek ketika mengerjakan PR atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
3.Membelanjakan uang yang diberikan orang tua sesuai dengan peruntukan uang tersebut ketika diminta. Misalnya uang untuk biaya les dibayarkan untuk biaya les, bukan untuk membeli keperluan yang lain. Jikalaupun ada keperluan lainnya maka diutarakan secara jujur kepada orang tua
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
4.4.kejujuran berucap,
Kejujuran berbuat
Kejujuran bermuamalat
Kejujuran bartekat
Kejujuran berniat
Kejujuran berjanji
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohongan
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّ6هُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
.Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.(1). عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
(2). أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
karena telah datang seorang buta kepadanya.
(3). وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).
(4). أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
5). أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
(6). فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ
maka kamu melayaninya.
(7). وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
(8). وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
(9). وَهُوَ يَخْشَىٰ
sedang ia takut kepada (Allah),
(10). فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ
maka kamu mengabaikannya.
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
Allah SWT Akan Meninggikan Derajat
Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.
10.1meski bayak saingan di kelas namun tetab belajar giat agar bisa merah rangking yang tinggi
2.meski gagal menjadi juara namun tetap tak pantang menyerah dan tetap berlatih menenpa diri untuk kompetisi lainnya
3.meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada
1.jujur adalah berkata apa adanya tanpa ada kata yang di tambah tambahi. lawan dari sifat jujur adalah dusta. contoh perilaku jujur: 1. ani tidak menyontek saat ujian,2. ridlo mengakui kesalahannya saat tidak mengerjakan tugas dari gurunya,3.bima mengakui kesalahannya saat mencuri gorengan di kantin sekolah.
3.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu,” (QS Al Maidah: 1).
4.jujur dlm bercakap
Jujur dlm berjual
Jujur dlm berjanji
Jujur dlm pergaulan dan perbuatan
Jujur dlm kenyataan
Jujur dlm ulangan
5.Ibnu Mas’ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengatarkan kepada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke nerakaw
6.surat Al Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
7.Surat ‘Abasa menerangkan bagaimana kondisi umat manusia di Hari Kiamat. Berisikan anjuran agar memberikan pengharagaan yang sama pada orang yang diberi dakwah di dalam melakukan dakwah. Surat ini menjelaskan mengenai hinaan Allah SWT kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.
8.Ilmu adalah Warisan Para Nabi.
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
10.Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
9.Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya
1. jujur adalah berkata apa adanya tanpa ada kata yang di tambah tambahi. lawan dari sifat jujur adalah dusta. contoh perilaku jujur: •ani tidak menyontek saat ujian, •ridlo mengakui kesalahannya saat tidak mengerjakan tugas dari gurunya, •bima mengakui kesalahannya saat mencuri gorengan di kantin sekolah.
2. Dari Hasan bin Ali berkata, Aku telah menghafal dari Rasulullah Saw
tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu, kerjakan sesuatu yang tidak
meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kedustaan
adalah keraguan. [ HR at-Tirmidzi ]
Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3. tidak menambahkan takaran / timbangan
عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
4. • Jujur dalam ucapan
•Jujur dalam niat
•Jujur dalam menepati janji
•Jujur dalam perbuatan
•Jujur dalam kemauan
•Jujur dalam amal
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Sedekah membawa kepada kebenaran, dan kebajikan membawa ke surga.
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Brilah klapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7. 7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil.
8. Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
•Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga. …
• Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
•Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
•Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9. Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.
10. •Selalu bekerja keras.
•Tidak mengeluh.
•Berani mengambil resiko.
•Tidak takut gagal.
•Tidak mudah menyerah.
1Jujur adalah perilaku positif dengan berkata sebenarnya, tidak curang, serta perbuatan dan perkataan yang tidak berlawanan. Perilaku jujur menyebabkan muslim memperoleh kepercayaan lingkungan sekitar.Berikut adalah contoh berperilaku jujur:
Berkata yang benar.
Bertindak sesuai dengan apa yang dipikirkan.
Berkata benar walau orang lain tidak menyetujui.
Sesuai antara perkataan dan perbuatan.
Memberikan kesaksian dengan adil.
Mempercayai dan membenarkan ajaran Allah dan Rasulnya.
Taat terhadap perintah dan larangan Allah. Menepati janji (tidak ingkar).
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.Menjelaskan dengan benar kondisi barang yang dijual, terutama apabila terdapat cacat atau kekurangan sehingga pembeli mengetahui sebelum memutuskan untuk membeli. Tidak mengurangi timbangan barang yang dijual agar mendapat untung.
4.~JUJUR DALAM UCAPAN, artinya adalah semua kata atau pun kalimat yang keluar dari mulut seseorang hendaklah mengandung kebenaran. Bukan kebohongan apalagi fitnah.
~JUJUR DALAM NIAT. Niat adalah awal dari segalanya termasuk perbuatan. Oleh sebab itu perlu adanya kejujuran dimulai dari niat yang selaras dengan apa yang diperbuat.
~JUJUR DALAM KEMAUAN. Artinya adalah bahwa jujur dalam niat tidak saja cukup, harus ditopang dengan kemauan untuk untuk berbuat jujur dalam perbuatan, ucapan dan sebagainya.
~JUJUR MENEPATI JANJI. Ini terkait dengan sifat amanah. Mereka yang jujur akan menunaikan amanah yang dibebankan kepadanya dengan segenap usaha.
~JUJUR DALAM PERBUATAN. Jujur bukan sekedar di hati (niat) atau di mulut (ucapa) tetapi juga pada perbuatan, pada apa-apa yang kita lakukan hendaknya selaras dengan apa kita niatkan dan ucapkan.
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
7.Teguran Allah Subahnahu Wa Ta’la kepada Rasulullah terkait sikap Nabi kepada sahabatnya yang buta. Pada saat itu nabi sedang berdakwah kepada pembesar-pembesar kaum kafir Quraisy, kemudian datanglaha sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang ingin minta diajarkan. Saat itu nabi merasa terganggu dan bereaksi dengan muka yang masam dan memalingkan. Pada saat itulah Allah menegur Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
8.Mereka yang menuntut ilmu yang baik kemuliaannya seperti sedang berjihad di jalan Allah SWT
Orang yang berilmu derajatnya di sisi Allah SWT lebih tinggi dari ahli ibadah
Orang yang menyebarkan ilmu mendapatkan amalan jariyah yang pahalanya tidak terputus selama ilmunya masih dimanfaatkan
Orang yang mengajarkan ilmu (agama) senantiasa didoakan malaikat dan penduduk langit (hadis rasulullah)
Orang yang menuntut ilmu dimudahkan jalannya ke syurga (hadis rasulullah)
9.Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya
10.Meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
Meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
Meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
andi qaidah adibah
9a
1. jujur ialah berkata benar dan sesuai dengan kenyataan.jujur adalah lurus hati, ikhlas, tidak berbohong atau curang.
Mengakui Kesalahan.
Mengembalikan Yang Bukan Hak.
Tidak Mencuri Barang Milik Orang Lain.
Menepati janji dengan teman.
Tidak mencontek saat ulangan.
Mengembalikan kelebihan uang kembalian saat jajan.
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukan mu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.
kandungannya ialah jika kalian merasa ragu dengan sesuatu maka tinggal kan lah karena biasanya yang meragukan itu dusta.
3.وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاDan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
4.Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
6.Surat Al Mujadilah ayat 11. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
8.dimudahkan jalan ke surga
ditinggi kan derajat nya
dicintai rasulullah
dimintakan ampun seisi bumi dan langit
bahagia dunia akhirat
5.setiap kebaikan, sebagaimana sabdanya:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong” (HR. Muslim).
7.kita mengetahui bahwa Islam meletakkan kepentingan yang setara untuk mendapatkan pendidikan bagi semua kalangan.
kita dapat mengetahui bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak umum lainnya untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki secara optimal.
9. “manusia tidak jemu memohon kebaikan,dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus ada lagi putus harapan”
10.Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
Berangkat ke sekolah dengan tujuan menimba ilmu.
Menjalankan sholat 5 waktu.
Belajar (dengan les atau belajar sendiri di rumah)
Makan dan minum untuk kelangsungan hidup.
Jika ada pr harus dikerjakan sendiri.
Jika kamu gagal kamu harus mencoba lagi.
Ratu 9A
jawaban;
1. jujur adalah berkata benar dan berkata apa adanya tanpa ada kata yang di tambah-tambahi. contohnya; tidak menyontek saat ujian, mengakui kesalahan
2. Artinya ; Dari Hasan bin Ali Ra : aku menghafal dari Rasulullah saw Tinggalkan yang meragukan mu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan
isi kandungan; dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3.
4. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5. Sedekah membawa kepada kebenaran, dan kebajikan membawa ke surga.
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Brilah klapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7. Dia (Muhammad) berwajah masam dan
berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan
teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada
nabi karena telah mengerutkan dahi dan
berpaling.
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)”
(2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang
datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum
radhiallahu’anhu.
‘”dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang
memberi manfaat kepadanya” (4)
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh
(pembesar-pembesar Quraisy)”
“‘malah engkau memberi perhatian kepadanya
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
mensucikan diri (beriman)” (7)
“dan adapun orang yang datang kepadamu
dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran)” (8)
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya
(10)
8. Ilmu adalah Warisan Para Nabi
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
Allah SWT Akan Meninggikan Derajat
Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan
9. “ manusia tidak jemu kebaikan , dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan “
10. 1.Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2.Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3.Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
NAMA:RISMAWATI
KELAS:IX A
1. Jelaskan pengertian jujur dan berikan contoh sikap berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari?
2. Terjemahkan Hadits dibawah ini dan jelaskan isi kandungannya!
عن حسن بن علي قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم: دع ما يريبك إلى ما لا يريبك فإن الصدق طمأنينة وإن الكذب ريبة (رواه الترمذي)
3. Kejujuran harus dilakukan dalam segala hal. Bagaimana cara berperilaku jujur dalam muamalah, khususnya pada saat bertransaksi jual beli dan pada saat menakar dan menimbang? Jelaskan dan tulis dalilnya!
4. Sebutkanlah 6 bentuk Kejujuran?
5. Apakah benar kejujuran dapat membawa seseorang masuk surga dan kebohongan akan mengantarkan masuk neraka? Tuliskan dalilnya!
6. Tuliskan dan terjemahkan ayat Al-Mujadalah ayat 11!
7. Jelaskan isi kandungan pada ayat QS. Abasa/80:1-10!
8. Sebutkan keutamaan-keutamaan menuntut ilmu?
9.Terjemahkan ayat di bawah ini!
لا يتم الإنسي من دعاء الخير وإن مسه الشر فينوس فنوط –
10. Tuliskan contoh perilaku yang mencerminkan sikap pantang menyerah dalam meraih keberhasilan.
JAWABAN
1.Jujur merupakan suatu sifat yang sangat penting karena sebagai pondasi kepercayaan seseorang kepada kita
Contoh:-senantiasa bersikap jujur dalam perkataan
-jujur dalam berdagang atau muamalah dengan menakar dan menimbang secara tepat
-tidak bersikap egois,sombong dan serakah
2.•Artinya:dari Hasan bin Ali R.A,aku menghafal dari rasulullah Saw “tinggalkan lah yang meragukan mu kepada sesuatu yang tidak meragukan mu,karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan
•Kandungan:hadist tersebut memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan (ketidakjujuran) dalam hati dan menuju kepada sesuatu yang membawa hati kita kepada ketenangan (kejujuran)
3.
عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
Artinya: Ibnu Abbas R.A. berkata, Rasulullah Saw bersabda “wahai para pedagang, sesungguhnya kalian menguasai urusan yang telah menghancurkan umat terdahulu,yang itu takaran dan timbangan (H.R BAIHAQI)
4.-Jujur dalam ucapan
-Jujur dalam niat
-Jujur dalam menepati janji
-Jujur dalam perbuatan
-Jujur dalam kemauan
-Jujur dalam amal
5.
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:kejujuran membawa kepada kebenaran, dan kebenaran membawa ke surga.
6.
َٓيأيها الذين ءامنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجلس فأفسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل أنشروا فأنشروا يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خير (١١)
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah lamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang uang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
7.Memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil.
8. -orang yang menuntut ilmu memperoleh pahala seperti orang yang berjihad
– menuntut ilmu adalah dimudahkan jalan menuju surga
– menuntut ilmu lebih utama dari shalat seratus rakaat
9. manusia tidak jemu memelihara kebaikan,dan jika ditimpa malapetaka,mereka berputus asa dan hilang harapannya (QS.FUSSILAT/49)
10. – meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
– meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
– meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
Nur insani
9b
1.) Jujur adalah berkata sesuai dengan kenyataan,tidak melebih-lebihkan ataupun mengurangi maksud dari perkataan tersebut.
salah satu contoh berprilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah tidak menyontek pada saat ulangan.
2.) Dari Hasan bin Ali Ra.: Aku menghafal dari Rasulullah Saw.:”Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.” (HR. Tirmidzi)
Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3.) Cara berprilaku jujur dalam bermuamalah adalah dengan tidak menambah takaran atau timbangan.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالْ قَالْ رَسُولْ الِلهْ صلى الله عليه وسلم يَاْ مَعْشَرَ التُّجَّارْ إِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ أَمْرًا هَلَكْتْ فِيهْ الأُمَمْ السَّالِفَةْ الْمِكْيَالُ َالْمِيزَانْ (رواه البيهاقي)
Artinya : Dari Ibnu Abbas Ra. berkata, Rasulullah Saw. bersabda “Wahai para pedagang, sesungguhnya kalian menguasai urusan yang telah menghancurkan umat terdahulu, yakni takaran dan timbangan”. (HR. Baihaqi)
4.) – Jujur dalam ucapan
– Jujur dalam niat
– Jujur dalam menepatijanji
– Jujur dalam perbuatan
– Jujur dalam kemauan
– Jujur dalam amal
5.) Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:
(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل
Artinya:
“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6.) Surah Al-Mujadalah Ayat 11
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِي
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
7.) Ayat 1 sampai dengan 10 bercerita tentag suatu kejadian dimana seorang sahabat nabi yang buta datang kepada nabi untuk minta diajarkan, padahal nabi sedang mendakwahi pembesar kafir Quraisy. Hal ini sedikit mengganggu nabi sehingga nabi mengernyitkan dahinya. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegur nabi agar tidak demikian.
8.) • menuntut ilmu adalah jalan menuju surga
• Allah SWT meninggikan derajat orang yg menuntut ilmu
• manfaat yang akan terus mengalir meskipun telah meninggal
9.) “Jangan menambah takaran atau timbangan”
10.) – meski banyak saingan di kelas tetapi tetap belajar dengan giat agar dapat meraih rangking terbaik.
– meski sering gagal dalam suatu pertandingan namun tetap semangat untuk terus berusaha menjadi juara di kemudian hari.
1. jujur adalah perilaku dimana terdapat kesesuaian antara perkataan dan kenyataan atau kesesuaian antara niat, lisan, dan perbuatan
contoh; ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, artinya niatnya adalah semata-mata untuk Allah SWT. Ini adalah contoh jujur dalam niat dan jujur kepada Allah SWT.
2. dari hasan bin ali r.a: aku menghafal dari Rasulullah Saw.:”tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.” (HR. Tirmidzi)
3. tidak menambah takaran atau timbangan
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمُ الشُّحُوْمُ فَبَاعُوْهَا وَ أَكَلُوْ أَثْمَانِهَا وَإِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْئٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ. – رواه أحمد و أبو داود
Dari Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda: “Allah melaknat orang-orang Yahudi, karean telah diharamkan kepada mereka lemak-lemak (bangkai) namun mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya. Sesungguhnya Allah jika mengharamkan kepada suatu kaum memakan sesuatu, maka haram pula hasil penjualannya,” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
4. – jujur dalam ucapan
– jujur dalam niat
– jujur dalam kemauan
– jujur menepati janji
– jujur dalam perbuatan
– jujur dalam sesama
5. – “sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
– “jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong.”
6) يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
” wahai orang orang yang beriman apabila di katakan kepadamu ‘berilah kelapangan di dalam majelis majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu ”
7. surat Abasa artinya bermuka masam adalah surat yang ke 80 di dalam Al Quran. Terdiri dari 42 ayat dan surat ini termasuk ke dalam surat makiyyah yang diturunkan pada fase mekkah, karenanya isi surat ini juga bercerita tentang hari kiamat yaitu munaqosah (dialog) dengan orang-orang musyrikin yang mengingkari hari kiamat.
8. ilmu adalah warisan para nabi, ilmu adalah jalan menuju surga, manfaat yang terus mengalir meski sudah meninggal
9.”manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
10. meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
1.Jujur adalah berkata benar sesuai dengan kenyataan atau kesesuaian antara hati,lisan dan perbuatan contoh : mengakui kesalahan, tidak mencuri barang orang lain, mengembalikan yang bukan hak, dan lain lain
2. Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3. وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
4. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan)
6.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Brilah klapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7. Allah swt memerintahkan nabi agar tidak berpaling dari orang yang ingin membersihkan jiwanya,membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka quraisy akan keislamannya, allah lah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendakinya. Ayat yang mengajari betapa pentingnya kepedulian terhadap sesama muslim dan menebarkan ilmu keislaman kepada mereka
8. – allah memudhkan pembelajar dalam mendapatkan surga
-diperkuat keyakinan dalam agama
-Dinaungi sayap sayap malaikat
-allah anggat derajatnya dunia akhirat
-menjadi amal
Yang tidak terputus hingga hari kiamat
-menjadi sarana mempererat tali persaudaraan
9. Manusia todak jemumemohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malah petaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
10. Giat belajar
Membela kebenaran
Menerima saran
Ratu 9A
Jawab No 3
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
1.) Jujur adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan.
2.) Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.) Muamalah adalah hubungan manusia dengan manusia yang di atur oleh Allah swt. melalui syariatnya dalami interaksi sosial.
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di Surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, Karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka.
4.) – Jujur dalam ucapan.
-Jujur dalam berniat.
-Jujur dalam kemauan.
-Jujur dalam menepati janji.
-Jujur dalam perbuatan.
-jujur apa adanya.
5.) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
6.) Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7.) Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu. Sesuai dengan asbabun nuzul surat Abasa 1-10 yang tertulis dalam buku Juz Amma Tajwid Berwarna
Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar Quraisy.
8.) Karena memiliki keutamaan yang amat besar dan mulia, di antara keutamaan menuntut ilmu adalah:
-Ilmu adalah Warisan Para Nabi.
-Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
-Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
-Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski Telah Meninggal.
9.) manusia tidak jemu memohon kebaikan jika mereka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
10.) Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
Nama: naurah muthia
Kelas : 9a
1.jujur adalah berkata sesuai dengan fakta dan kenyataan. Contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah jika mengakui kesalahan, tidak mencuri barang orang lain, mengembalikan yang bukan tak kita
2.Dari Hasan bin Ali berkata, Aku telah menghafal dari Rasulullah Saw
tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu, kerjakan sesuatu yang tidak
meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kedustaan
adalah keraguan. (HR at-Tirmidzi)
Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3.tidak menambah takaran atau timbangan.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ
التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
4.Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5.iya benar, dalilnya :
(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ
الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل
Artinya:Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6.اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَ لَكُمْ ا الْمَجٰلِسِ افْسَحُوْا اللّٰهُ لَكُمْۚ اِذَا لَ انْشُزُوْا انْشُزُوْا اللّٰهُ ال ال المِنْكُمْۙ الَّذِيْنَ اُوْتُوا ا
Artinya:Wahai orang-orang yang beriman! bila dikatakan, “Berilah kelapangan dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7.(1). عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
(2). أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
karena telah datang seorang buta kepadanya.
(3). وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa).
(4). أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
(5). أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
(6). فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ
maka kamu melayaninya.
(7). وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
(8). وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
(9). وَهُوَ يَخْشَىٰ
sedang ia takut kepada (Allah),
(10). فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ
maka kamu mengabaikannya.
8.1.dimudahkan jalan ke surga
2.di tinggikan derjatnya
3.dicintai Rasulullah
4.paling utama
5.bahagia dunia dan akhirat
9.Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.
10.belajar dengan giat, tdk gampang putus asa, dll
Nama: Hilmi Azizah
Kelas: IX a
1. Jujur berarti kesuacian dalam hati, ucapan, dan tindakan yang ditampilakan.Dengan kata lain jujur adalah ucapan yang sesuai dengan kenyataan
2. Artinya :
Dari Hasan bin Ali R. A., Aku menghafal dari Rasulullah Saw. : ” Tinggalkanlah yan g meragukan kepada sesuatu yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan. ” ( H. R. Tirmidzi)
Kandungan hadis riwayat Tirmidzi dari Hasan bin Ali
Hadis tersebut memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan (ketidakjujuran) dalam hati dan menuju kepada sesuatu yang membawa hati kita kepada kata ketenangan (kejujuran).
3. عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
4. Bentuk – bentuk kejujuran :
– Kejujuran berucap
– Kejujuran berbuat
– Kejujuran bermuamalah
– Kejujuran bertekad
– Kejujuran berniat
– Kejujuran berjanji
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
6 Al mujadalah ayat 11
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecilmu
8 -Ilmu adalah Warisan Para Nabi. …
-Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat bagi yang menuntut ilmu
-Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
9.artinya: Manusia tak jemu memohon kebaikan, dan jika di timpa malapetaka mereka berputus asa dan hilang harapan
10. Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
1. Jujur berarti kesuacian dalam hati, ucapan, dan tindakan yang ditampilakan.
2. Artinya :
Dari Hasan bin Ali R. A., Aku menghafal dari Rasulullah Saw. : ” Tinggalkanlah yan g meragukan kepada sesuatu yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta iutu adalah keraguan. ” ( H. R. Tirmidzi)
Kandungan hadis riwayat Tirmidzi dari Hasan bin Ali
Hadis tersebut memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan (ketidakjujuran) dalam hati dan menuju kepada sesuatu yang membawa hati kita kepada kata ketenangan (kejujuran).
3. عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
4. Bentuk – bentuk kejujuran :
– Kejujuran berucap
– Kejujuran berbuat
– Kejujuran bermuamalah
– Kejujuran bertekad
– Kejujuran berniat
– Kejujuran berjanji
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
7.Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu.
Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar Quraisy.
8. -Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
-Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
10. Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
9. Artinya: Manusia tak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka mereka berputus asa dan hilang harapan.
Nama=nurahmadani
Kelas=1xa
1.jujur adalah berkata sesuai dengan kenyataan.
Contoh jujur mengakui kesalahan dan tidak mencuri
Barang orang lain.
2. Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw ” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan. Isi kandungan dari hadist tersebut adalah kita diperintahkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita ragu. dan kita diperintahkan untuk berkata jujur yang pada akhirnya akan membawa ketenangan bagi kita sedangkan kita dilarang untuk berdusta karna sesungguhnya dusta hanya akan membuat kita ragu.
3. Jujur yaitu berkata dengan sebenar-benarnya
dan sesuai antara lisan dan apa yang ada dalam
hatinya. Berkata jujur berarti berkata apa adanya
sesuai dangan fakta dan realita tanpa
menyembunyikan kebenaran.
Sedangkan muamalah berarti hubungan
manusia dengan manusia yang diatur oleh
ALLAH Subhana Wa Taaala melalu syariatnya
dalam interaksi sosial. Muamalah ini luas,
termasuk dalam politik, sosial dan ekonomi.
Kemudian dalam muamalah ini ada dua sapek
yaitu adab, yaitu berhubungan denganadab da
akhlak manusai terhadap sesama dan asepek
madaniyah yaitu aspek halal haram, mudharat
dil.
Dalil Naqli mengenai perintah berkata jujur
dalam Al Quran :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).
4. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya= Sedekah membawa kepada kebenaran, dan kebajikan membawa kebenaran
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Brilah klapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil
8. -Ilmu adalah Warisan Para Nabi.
-Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
-Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
9. manusia tidak jemu memelihara kebaikan,dan jika ditimpa malapetaka,mereka berputus asa dan hilang harapannya
10. 1
Meski banyak saingan di kelas namun
tetap belajar giat agar bisa meraih rangking
terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap
tak patah semangat dan tetap berlatih
menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3
Meski lahir dari keluarga tak berpunya
namun tetap semangat bersekolah dengan
segala keterbatasan yang ada.
Nama:Nur.Aliyah
Kelas:9a
1.pengertian jujur adalah suati aspek karakter dan moral manusia yang berbudi luhur dimana seseorang yang memiliki intergritas,kejujuran,adil,tulus,setia,dan dapat di percaya oleh orng lain.
Contoh berperilaku jujur;
•jujur saat diberi uang lebih dari yang seharusnya
•jujur dalam hal apapun
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.•menggunakan alat timbangan atau alat takar yang sudah divalidasi sehingga tidak ada kesalahan dalam mengukur atau menimbang barang
•melebihkan sedikit barang dari kadar yang telah di timbang agar tidak ada keraguan dalam hati bahwa barang
Yang ditimbang belum mencapai kadarnya
Dan dalilnya adalah;
dalam surat Al-Muthaffifin ayat 1-6 yang berbunyi,
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!”
“(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,”
“dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.”
“Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,”
“pada suatu hari yang besar,”
“(yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.”
4.jujur dalam ucapan
Jujur dalam berniat
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam menepati janji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam melakukan segala hal
5.عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Artinya: “Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)
6.يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya;Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
7.عَبَسَ وَتَوَلَّى
“Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling” (1)
Maksud dari ayat pertama adalah merupakan teguran Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada nabi karena telah mengerutkan dahi dan berpaling, kenapa? lanjut ke ayat kedua.
أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى
“karena seorang buta telah datang (kepadanya)” (2)
Para ulama sepakat bahwa seorang buta yang datang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu, seorang sahabat yang buta ketika datang menemui Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam. Pada saat itu Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam sedang berdakwah kepada orang-orang kafir dan para pembesar Quraish, sahabat tersebut datang untuk minta diajarkan, dan ini sedikit mengganggu nabi.
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى
“dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)” (3)
Barangkali dia datang ingin membersihkan dirinya dari dosa. Oleh karena itu, para ulama mengatakan, “Orang yang datang kepadamu untuk mencari ilmu hendaklah dia didahulukan”.
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى
“atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya” (4)
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى
“Adapun orang yang merasa dirinya tidak butuh (pembesar-pembesar Quraisy)” (5)
أَنْتَ لَهُ تَصَدَّى
“malah engkau memberi perhatian kepadanya”
Allah Subhanallahu Wata’ala menegur cara Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam berdakwah, mengapa orang kafir lagi sombong itu yang tidak butuh dengan dakwah Nabi, tetapi Nabi justru datang mendekatinya, padahal ada orang yang datang langsung kepada Nabi tetapi beliau malah menjauhinya. (6)
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى
“padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak mensucikan diri (beriman)” (7)
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى
“dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)” (8)
وَهُوَ يَخْشَى
“sedang dia takut (kepada Allah)” (9)
فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى
“engkau (Muhammad) malah mengabaikannya” (10)
8. Adab menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmu
Ilmu adalah warisan para nabi
Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga
Allah SWT akan meninggikan derajat
9.Manusia tidak jemu memohon kebaikan) artinya, masih tetap terus meminta kepada Rabbnya akan harta, kesehatan dan lain-lainnya (dan jika ia ditimpa malapetaka) berupa kemiskinan dan kesengsaraan (dia menjadi putus asa lagi putus harapan)
10.Mengambil hikmah dari setiap kegagalan yang pernah dialami
Berpikir kreatif dan memikirkan strategi yang baru
Selalu memotivasi diri sendiri
Membiarkan ucapan orang lain yang ingin menjatuhkan kamu
Tetap optimis dan merubah pola pikir
1.-jujur merupakan sikap yang wajib dimilliki oleh setiap umat islam
-jujur adalah berbicara apa adanya tanpa melebih lebihkan atau menurangi informasi yang diberikan kepada orang lain
-jujur dalam menjadi saksi atas kebohongan orang lain dengan tidak melebih lebihkan atau mengurangi informasi yang kita lihat
2.dari hasan bin ali R.A aku menghafal dari rasullah SAW”tinggalkanlah yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu adalah keraguan”.
hadist tersebut memerintaahkan kita untuk meninggalkan keruguan(ketidakjujuran)dan melalukan segala sesatu yang menenangkan(kejujuran)
3.dengan cara mengecek timbangan terlabih dahulu sebelum menimbang dan menambah timbangan barang apabila kita merasa ragu.dalilnya yaitu:اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
4.jujurdalam berkata,berbuar,bemuamalah,betekad,berjanji,dan berniat
5.Q.S al-mutafifin ayat 1-17 (dalilnya ada dibawah)
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ . Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7.allah memerintahkan nabi muhammad SAWuntuk tidak mengabaikan orang yangingin menyucikan jiwa dari perilaku tercela dan juga yang ingin mendapat pengajaran beliau.allah juga memerintahkan nabi muhammad untuk tidak membebedakan dalam memberi pengajaran tetapii harus sama antara bangsawan dengan kaum yang lemah,perempuan maupun laki laki,kaya maupun miskin,besar maupun kecil.
8.-langkahnya untuk menuntut ilmu selalu diiringi malaikat
-menutut ilmu lebih utama dari sholat seratus rakaat
-menuntut ilu adalah langkah menuju surga
9. manusia tidak semu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan
10. – meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
– meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
– meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
5.وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ١ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ٢ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ٣ أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ ٤ لِيَوْمٍ عَظِيمٍۢ ٥ يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٦ كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍۢ ٧ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌۭ ٨ كِتَـٰبٌۭ مَّرْقُومٌۭ ٩ وَيْلٌۭ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُكَذِّبِينَ ١٠ ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ ١١ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ١٢ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ١٣ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ١٤ كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍۢ لَّمَحْجُوبُونَ ١٥ ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ ١٦ ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ١٧
1. Pengertian jujur adalah menunjukkan kesesuain antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga berkata sesuai kenyataan dan perbuatan.
2. Terjemahannya : kejujuran akan membuat perasaan kita menjadi tenang sedangkan kedustaan cenderung akan membuat perasaan kita menjadi penuh dalam keraguan. Isi kandungan : hadits tersebut mengindentifikasi mana yang jujur dan mana yang dusta.
3. Tidak menambah takaran atau timbangan
Dalil tentang kejujuran : Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 23-24 yang berbunyi :مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ ۖوَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًاۙ
لِيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَاۤءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya”.
4. -jujur dalam Perkataan
-Jujur dalam Niat dan Kehendak
-Jujur Hasrat dan Pemenuhan Hasrat
– Jujur dalam Amal
– Jujur dalam Berbagai Hal
– jujur dalam menegakkan agama. Jujur di dalam rasa takut, kerelaan, tawakal, kecintaan dan seluruh perkara kegamaan
6. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu “Berlapang-lapanglah dalam majlis” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu” maka berdirilah. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan allah mengetahui apa yg kamu kerjakan.
7. kita mengetahui bahwa Islam meletakkan kepentingan yang setara untuk mendapatkan pendidikan bagi semua kalangan. kita dapat mengetahui bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak umum lainnya untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki secara optimal.
5. sebagaimana sabdanya:عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong” (HR. Muslim).
8. – Ilmu adalah Warisan Para Nabi
-Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
– Allah SWT Akan Meninggikan Derajat
Terkait dengan keutamaan menuntut ilmu yang
– Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan
-Manfaat yang Akan Terus Mengalir Meski
9. Manusia tidak jemuh memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
10. Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
1.-jujur merupakan sikap yang wajib dimilliki oleh setiap umat islam.
-jujur adalah berbicara apa adanya tanpa melebih lebihkan atau menurangi informasi yang diberikan kepada orang lain.
-jujur dalam menjadi saksi atas kebohongan orang lain dengan tidak melebih lebihkan atau mengurangi informasi yang kita lihat.
2.dari hasan bin ali R.A aku menghafal dari rasullah SAW”tinggalkanlah yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu adalah keraguan”.
hadist tersebut memerintaahkan kita untuk meninggalkan keruguan(ketidakjujuran)dan melalukan segala sesatu yang menenangkan(kejujuran)
3.dengan cara mengecek timbangan terlabih dahulu sebelum menimbang dan menambah timbangan barang apabila kita merasa ragu.dalilnya yaitu:اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
4.jujurdalam berkata,berbuar,bemuamalah,betekad,berjanji,dan berniat
5.Q.S al-mutafifin ayat 1-17 (dalilnya ada dibawah)
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ . Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
7.allah memerintahkan nabi muhammad SAWuntuk tidak mengabaikan orang yangingin menyucikan jiwa dari perilaku tercela dan juga yang ingin mendapat pengajaran beliau.allah juga memerintahkan nabi muhammad untuk tidak membebedakan dalam memberi pengajaran tetapii harus sama antara bangsawan dengan kaum yang lemah,perempuan maupun laki laki,kaya maupun miskin,besar maupun kecil.
8.-langkahnya untuk menuntut ilmu selalu diiringi malaikat
-menutut ilmu lebih utama dari sholat seratus rakaat
-menuntut ilu adalah langkah menuju surga
9. manusia tidak semu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan
10. – meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
– meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
– meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.
5.وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ١ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ٢ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ٣ أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ ٤ لِيَوْمٍ عَظِيمٍۢ ٥ يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٦ كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍۢ ٧ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌۭ ٨ كِتَـٰبٌۭ مَّرْقُومٌۭ ٩ وَيْلٌۭ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُكَذِّبِينَ ١٠ ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ ١١ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ١٢ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ١٣ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ١٤ كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍۢ لَّمَحْجُوبُونَ ١٥ ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ ١٦ ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ١٧
1. Jujur adalah berkata benar sesuai dengan kenyataan atau kesesuaian antara hati,lisan,dan perbuatan.
2. Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk selalu jujur kepada orang lain dan juga kepada diri sendiri. Perintah untuk berperilaku jujur tidak hanya ada di dalam Al-Quran namun juga ada di dalam hadits Nabi Muhammad. Allah SWT memerintahkan umatnya untuk selalu mengatakan kebenaran walaupun hal itu bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri.
4. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
artinya: Sedekah membawa kepada kebenaran, dan kebajikan membawa ke surga.
6. Surat Al Mujadilah ayat 11. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil.
8. -Ilmu adalah warisan para Nabi…
-Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga…
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat. …
– Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan. …
9. manusia tidak jemu memelihara kebaikan,dan jika ditimpa malapetaka,mereka berputus asa dan hilang harapannya
10. -Selalu bekerja keras
-Tidak mengeluh
-Berani mengambil resiki
1.jujur adalah berbicara apa adanya dengan tidak melebih-lebihkan atau mengurangi perkataan yang disampaikan kepada orang lain
contohnya; ketika di minta menjadi saksi atas kebohongan seseorang, kita harus berkata dengan sebenar-benarnya tidak melebihkan/mengurangi informasi yang kita lihat
2. -Dari Hasan Bin Ali RA aku menghafal dari rasulullah saw. “tinggalkan yang meragukanmu kepada selalu yang meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan”
-hadist tersebut memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam hati dan menuju kepada sesuatu yang membawa hati kita kepada ketenangan
3.- pada saat menakar dan menimbang seharusnya sesuai dengan harga yang sebenarnya tidak mengurangi timbangan hanya dikarenakan tidak ingin rugi
-وَيۡلٌ لِّلۡمُطَفِّفِيۡنَ,الَّذِيۡنَ اِذَا اكۡتَالُوۡا عَلَى النَّاسِ يَسۡتَوۡفُوۡنَ,وَاِذَا كَالُوۡهُمۡ اَوْ وَّزَنُوۡهُمۡ يُخۡسِرُوۡنَ,اَلَا يَظُنُّ اُولٰٓٮِٕكَ اَنَّهُمۡ مَّبۡعُوۡثُوۡنَ,لِيَوۡمٍ عَظِيۡمٍ,يَّوۡمَ يَقُوۡمُ النَّاسُ لِرَبِّ الۡعٰلَمِينَؕ
4.- jujur dalam berkata
-jujur dalam berbuat
-jujur dalam bermuamalah
-jujur dalam bertekad
-jujur dalam berniat
-jujur dalam berjanji
5.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan)
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
terjemahan; wahai orang-orang yang beriman! apabila dikatakan kepadamu “berilah kelapangan di dalam majelis-majelis” maka lapangkanlah niscaya allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila di katakan “berdirilah kamu” maka berdirilah niscaya allah akan mengangkat derajat orang yang beriman di antaramu dan orang yang di beri ilmu beberapa derajat. dan allah mahateliti apa yang kamu kerjakan
7.memerintahkan kepada rasulullah agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya,membersihkan diri dari akhlak terjeda dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau, selain itu, allah swt juga memerintahkan kepada rasulullah agar tidak mengkhususkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah, anatara kay dan miskin, baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil
8.-orang yang menuntut ilmu memperoleh pahala seperti orang yang berjihad
-orang yang menuntut ilmu di mudahkan jalannya kesurga
-menuntut ilmu lebih utama dari sholat seratus rakaat
-setiap langkah yang di tempuh orang yang menuntut ilmu akan senantiasa dianungi malaikat
-semakin tekun menuntut ilmu dan mengamalkannya maka allah swt akan mengajarkan apa yang belum diketahuinya
9.manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika di timpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya
10. -selalu bekerja keras
-tidak mengeluh
-berani mengambil resiko
-tidak takut gagal
-tidak mudah menyarah
1.Pengertian jujur adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan.
=>1.Ketika melakukan ibadah seperti shalat atau pun sedekah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
2. Tidak menyontek ketika mengerjakan PR
atau pun ketika mengerjakan soal ujian.
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.1.Menggunakan alat timbangan atau alat takar yang sudah divalidasi sehingga tidak ada kesalahan dalam mengukur atau menimbang barang.
2.Melebihkan sedikit barang dari kadar yang telah ditimbang agar tidak ada keraguan dalam hati bahwa barang yang ditimbang belum mencapai kadarnya.
4.Jujur dalam ucapan
Jujur dalam niat
Jujur dalam menepatijanji
Jujur dalam perbuatan
Jujur dalam kemauan
Jujur dalam amal
5.وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ 1. Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ 2. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ 3. dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ 4. Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ 5. pada suatu hari yang besar, يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ 6. (yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ 7. Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ 8. Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu? كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۗ 9. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal).وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ 10. Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan! الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ 11. (yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ 12. Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa,اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ 13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.” كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ 14. Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ 15. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ 16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
6.يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Mujadilah: Ayat 11]
7.7. mengandung teguran Allah kepada Rasululah s.a.w. yang lebih mengutamakan pembesar-pembesar Quraisy yang diharapkan agar mereka masuk Islam daripada Ibnu Ummi Maktum yang buta, tapi telah diyakini keimanannya; Al Quran adalah sebagai peringatan; dan salah satu sifat manusia ialah tidak mensyukuri nikmat.
8.1.Memudahkan seseorang mendapatkan surga.
2. Ilmu sebagai amal jariyah.
3. Akan diangkat derajatnya oleh Allah.
4. Orang berilmu adalah orang yang paling takut dengan Allah.
9.Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.
10.-Jika gagal harus mencoba lagi
-Mandiri dalam segala hal
-belajar dengan giat.
1. JUJUR adalah sifat yang menunjukkan kesesuaian antara niat, ucapan dan perbuatan. Jujur juga bisa dimaknai sebagai sifat yang menunjukkan adanya kesesuaian antara perkataan dengan apa-apa yang terjadi (kenyataan). Jujur dalam islam dikenal dengan sebutan Shiddiq dan merupakan salah satu sifat wajib para rasul Allah SWT.
2.Dari hasan bin Ali Ra: Aku menghafal dari Rasulallah Saw …” Sesuatu Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang Itu ketenangan. tidak dan meragukanmu karena kejujuran dusta itu keraguan.
3.عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ Kata jujur menyiratkan sebuah perkataan kebenaran dalam semua situasi dan semua keadaan. Kejujuran juga bisa memiliki arti memenuhi janji, baik itu janji yang tertulis maupun tidak tertulis. Tidak hanya memenuhi janji, memberikan pendapat dan nasihat yang benar juga disebut dengan kejujuran.
4.Jujur dalam ucapan. Contoh : Mengakui kesalahan apabila kita benar-benar salah.
Jujur dalam berniat. Contoh : Setelah berniat, wujudkan dengan perbuatan, tunjukan usaha dari niat tersebut. …
Jujur dalam kemauan. Contoh : Mengembalikan kembalian uang belanja.
Jujur dalam menepati janji. …
Jujur dalam perbuatan.
5.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ “Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga”
6.يأيها الذين ءامنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجلس فأفسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل أنشروا فأنشروا يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خير ((
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah lamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang uang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadalah/58: 11)
7. memerintahkan kepada Radulullah SAW agar tidak berpaling dari orang yang ingin menyucikan jiwanya membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin mendapatkan pengajaran dari beliau selain itu Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar tidak mengkhusukkan seseorang dalam memberi pengajaran tetapi harus sama antara bangsawan dan kaum yang lemah antara kaya dan miskin baik laki laki maupun perempuan atau mau besar atau pun kecil
8. – dimudahkan jalannya ke surga
– ditinggikan derajatnya
– dicintai Rasullullah
– dimintakan ampun seisi bumi dan langit
– paling utama
– bahagia dunia akhirat
9. “Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka di timpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi, putus harapan”
10.- Tetap belajar memasak walaupun berkali kali masakan kita gagal
– suka bekerja sampai dengan selesai meskipun ada saja kejadian yang menyusahkan
1. Jujur berarti kesuacian dalam hati, ucapan, dan tindakan yang ditampilakan.
2. Artinya :
Dari Hasan bin Ali R. A., Aku menghafal dari Rasulullah Saw. : ” Tinggalkanlah yan g meragukan kepada sesuatu yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta iutu adalah keraguan. ” ( H. R. Tirmidzi)
Kandungan hadis riwayat Tirmidzi dari Hasan bin Ali
Hadis tersebut memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan (ketidakjujuran) dalam hati dan menuju kepada sesuatu yang membawa hati kita kepada kata ketenangan (kejujuran).
3. عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
4. Bentuk – bentuk kejujuran :
– Kejujuran berucap
– Kejujuran berbuat
– Kejujuran bermuamalah
– Kejujuran bertekad
– Kejujuran berniat
– Kejujuran berjanji
6. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
5. إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
7.Surat Abasa 1-10 berisi tentang teguran yang diberikan Allah kepada Rasulullah saat itu.
Buku ini menyebutkan bahwa Surah Abasa 1-10 turun sebagai teguran untuk Rasulullah sebab saat Ibnu Ummi Maktum datang ke hadapan Rasulullah SAW sambil berkata, “berilah aku petunjuk ya Rasulullah.” kala itu beliau sedang menghadapi para pembesar Quraisy.
8. -Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga.
-Allah SWT Akan Meninggikan Derajat.
-Allah SWT Ingin Memberi Kebaikan.
10. Selalu bekerja keras.
Tidak mengeluh.
Berani mengambil resiko.
Tidak takut gagal.
Tidak mudah menyerah.
9. Artinya: Manusia tak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka mereka berputus asa dan hilang harapan.
10. 1. Meski banyak saingan di kelas namun tetap belajar giat agar bisa meraih rangking terbaik.
2 Meski gagal menjadi juara namun tetap tak patah semangat dan tetap berlatih menempa diri untuk kompetisi lainnya.
3. Meski lahir dari keluarga tak berpunya namun tetap semangat bersekolah dengan segala keterbatasan yang ada.