Oleh: Nur Azizah, Putri IMMIM Kelas VII #Delonix026

BLOGSANTRI – Ada sebuah kisah pada zaman dahulu, saat Bangsa Israil dilanda paceklik. Banyak orang yang menderita kelaparan. Tak sedikit diantaranya yang meninggal dunia akibat tidak makan.
Meski begitu masih saja ada orang kaya, yang karena kekayaannya begitu berlimpah seperti tak merasakan adanya bencana kelaparan di sekitarnya. Sama sekali tak terpengaruh dengan adanya paceklik itu.
Orang kaya tersebut memiliki seorang anak gadis yang baik hati dan budi pekertinya.
Suatu malam gadis itu sedang makan. Tiba-tiba datanglah seorang pengemis yang berdiri di ambang pintu rumahnya.
“Berikan aku sedekah semata-mata karena Allah meskipun hanya sepotong roti,” ucap pengemis itu dengan wajah mengiba.
Gadis itu segera beranjak dan menghampirinya. Ia memberikan sepotong roti kepada pengemis itu dengan ikhlas. Senyumnya menandai betapa ia sangat senang memberikan sepotong roti kepada orang yang jauh lebih membutuhkan daripada dirinya.
Bersamaan dengan itu, ayahnya yang kikir baru saja datang dari bekerja. Rupanya sang ayah mengetahui perbuatan anaknya yang dianggap sangat keterlaluan. Dia melotot dan memarahi anak gadisnya.
Setelah memarahi habis-habisan, dengan emosi yang tak terkontrol, sang ayah kemudian bergegas pergi ke dapur dan mendapatkan pisau yang tajam.
Sebentar saja pisau itu sudah sampai di hadapan anaknya. Dipegangnya tangan kanan anak itu dan dengan serta merta pergelangan tangan anaknya dipotong. Sang ayah yang bakhil dan kikir itu rupanya tak mau peduli apakah anaknya itu akan cacat atau tidak.
Beberapa tahun kemudian usaha orang kaya itu bangkrut. Semakin lama semakin menurun dan akhirnya benar-benar menjadi orang miskin.
Hutangnya menjadi banyak dan membebani pikirannya sepanjang hari dan malam. Sang ayah akhirnya jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia. Istrinya pun tak lama setelahnya juga meninggal dunia.
Kini gadis itu menjadi sebatang kara. Sementara itu, perekonomian di Negeri Israil kembali pulih. Orang-orang yang sebelumnya miskin kini dapat berusaha kembali dengan baik dan menjadi makmur. Gadis itu terpaksa menjadi pengemis untuk menopang kebutuhan hidupnya.
Suatu ketika ia berdiri di depan rumah bagus dan mewah. Iya berharap pemilik rumah kaya itu memberi sepotong roti atau apa saja yang dapat dimakan untuk mengganjal perutnya.
Sesaat kemudian keluarlah seorang wanita setengah baya dan menghampiri gadis tersebut. Ia memandangi gadis itu dengan penuh simpati.
Akhirnya, gadis itu kemudian diambil anak angkat. Karena dinilai baik, berkelakuan baik, berparas cantik, rajin, dan menghormati orangtua, Wanita pemilik rumah mewah itu diam-diam mempunyai rencana untuk menjodohkannya dengan anak lelakinya yang pergi merantau ke negeri orang dan tak kunjung mengirimkan kabar.
Setelah anaknya pulang, segeralah gadis itu dikawinkan dengannya. Mereka menggelar pesta meriah dan mengundang kenalannya yang rata-rata orang kaya dan pejabat di negeri itu.
Di tengah pesta perkawinan yang digelar,sang pengantin laki-laki merasa kurang senang melihat ulah istrinya yang dianggap kurang sopan, karena makan dengan tangan kiri.
Pengantin laki-laki berusaha menegurnya. Tetapi pengantin wanita itu tetap merasa sulit karena selama ini ia menyembunyikan cacat tangannya sehingga tak seorang pun tahu.
Betapa kecewanya jika sang suami mengetahui kalau sebenarnya pergelangan tangannya putus, wajahnya cantik, tapi tangannya cacat, sungguh aib fisik yang memalukan.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar, “Keluarkanlah tangan kananmu! Sungguh, engkau pernah bersedekah sepotong roti dengan ikhlas karena Allah. Maka tanganmu sempurna kembali seperti semula!”
Mendengar suara tersebut, agak ragu pengantin wanita mengeluarkan tangan kanannya. Terjadilah suatu keajaiban, telapak tangannya yang terputus itu berubah utuh seperti sediakala.
Pengantin wanita itu sangat heran melihat kejadian yang sangat menakjubkan itu. Semenjak itu mereka pun hidup bahagia.
Pelajaran yang dapat dipetik dalam kisah ini adalah bahwa kita harus bersedekah dengan ikhlas,walau hanya sebatas roti, yang mungkin bolehjadi kita anggap sepele, namun sangat berarti bagi orang lain yang sedang membutuhkannya.
Sungguh balasan Allah jauh lebih besar dari apa yang kita bayangkan.kedermawanan seorang gadis dalam kisah diatas menunjukkan bahwa sedekah merupakan wujud dari kepedulian sosial yang penting dikedepankan. (*)
Lihat pula: Tips Menulis Cerita Pendek


tersu semangat dalam menulis para santri santri IMMIM, potretsantri
Assallamualaikum kang admin, bade derek gabung silaturahmi saking abatasa.id