Oleh: Rafikah Amalia, Kelas XI IPA
BLOGSANTRI – Di suasana sedih dan cemas karena covid 19, banyak kisah menginspirasi yang menggetarkan hati. Tak jarang aksi kebaikan yang dilakukan satu orang menular ke yang lain dan menjadi gerakan bersama untuk saling menolong.
Di berbagai media sosial berbagai cerita bagaimana donasi dikumpulkan untuk para tenaga medis, ada juga yang berniat membantu ekonomi kalangan bawah yang terdampak, apresiasi untuk para tukang ojek dan mereka yang tidak punya pilihan bekerja dari rumah, bantuan untuk usaha-usaha kecil, dan masih banyak lagi.
Mulai dari organisasi, para pejabat dan selebriti, hingga orang biasa, bahu membahu melakukan apa yang mereka bisa untuk menolong yang membutuhkan.
Para selebriti misalnya, menghibur masyarakat agar betah #dirumahaja dengan manggung online dan mengumpulkan donasi, ada juga para relawan yang bergerak menyalurkan berbagai kebutuhan warga yang terdampak ekonomi keluarganya.

Kemudian para dokter yang menyediakan konsultasi kesehatan online gratis agar orang tidak berdesakan dan berkerumun di rumah sakit, tukang sayur yang menawarkan jasa antar pesanan, hingga para pekerja lapangan yang melakukan penyemprotan disinfektan.
Semua bergerak saling peduli dan membantu. Dari sinilah, nampaknya kita saling merasakan satu hati dan punya empati untuk dapat mengatasi permasalahan pandemi yang harus dihadapi bersama.
Tak jarang cerita saling tolong menolong ini menginspirasi yang lain untuk turut serta bergerak dan juga memberikan bantuan semampunya. Bantuan itu tak terhitung banyaknya, tak terkeculi bantuan berupa paket kotak sarung tangan medis dan masker.
Semua orang ingin bergerak, bersatu, dan saling membantu untuk melawan corona dengan apapun yang mereka punya. Karena bantuan sekecil apapun tentu akan sangat berarti bagi siapa pun yang membutuhkan.
Sebagian dari kita mungkin menganggap berbagi hanya bisa dilakukan saat kita punya banyak uang. Anggapan ini tentu tak sepenuhnya salah. Tapi, untuk membantu orang lain tak harus menunggu kaya.
Yang penting adalah simpati dan empati, maka kita semua tergerak dan bergerak membantu siapa saja, saling menguatkan, dan terkhusus penghargaan tak terhingga kepada tenaga kesehatan dan para relawan yang berada di garda terdepan.
Karena pada akhirnya berbagi tak diukur dari nominalnya, melainkan soal ketulusan hati saat membantu sesama.
Satu lagi pahlawan di masa pencegahan virus corona ini adalah para driver ojol. Mereka tetap bekerja turun ke jalan. Ketika kita harus di rumah, mereka siap bantu kita pesan makanan atau antar barang.
Mereka bekerja tak semata untuk mencari rezeki, tetapi juga sebagai bentuk berbagi. Sekarang, bagaimana kalau kita gantian berbagi kebaikan untuk para driver ojol? Kita pun bisa melakukan hal yang sama, paling tidak berbagi masker, hand sanitizer, dan alat pelindung lainnya untuk driver ojol dan pekerja informal lainnya.
Selama wabah virus corona masih ada, para petugas disinfektan terus berjuang mendatangi gedung, rumah warga, kantor dan fasilitas publik lainnya untuk menyemprotkan cairan disinfektan. Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas.
Corona membawa banyak pelajaran bagi seluruh umat di dunia. Mulai dari Jaga jarak,
Jaga kebersihan, jaga kesehatan, saling menghargai, Bekerja tak harus dari Kantor, Saling berkorban, Menjaga kebersihan, Kerja sama dan tolong menolong, dan Hal kecil lainnya bisa membawa pengaruh yang luar biasa
Nah teman-teman, buat kalian yang cemas karena terlalu banyak terpapar berita terkait virus corona, bisa alihkan perhatian kalian dengan memperbanyak melihat dan menyebarkan cerita yang menularkan energi positif.
Syukur-syukur kalian juga bisa ikut membantu dalam bentuk apapun yang kalian bisa. Semoga musibah pandemi Covid-19 ini lekas berlalu ya. Amin, Amin, ya Rabbal Alamin. (*)
Lihat pula: Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa

