Tips Menghafal Kitab Mutun Ilmiah

Oleh: Zakariya Rizky Abu Zakiyyah

Related Post: Silabus Hafalan Mutun Thalibul ‘Ilmi

BLOGSANTRI.COM – Hanya sedikit berbagi motivasi bahwa sesibuk apapun, tetap harus luangkan waktu untuk belajar. saya atlet, saya juga ayah dari 2 orang anak, saya juga kerja. Tapi saya memiliki semangat. Bagaimana saya bisa murojaah?

TAMHIDI

Di mustawa ini, tepat lahir anak saya yang pertama. Tepat pula ada penugasan pulang pergi ke luar kota untuk latihan. Senin sampai kamis rutinitas sehari hari, kamis malam – ahad malam berada di luar kota untuk latihan.

Tentu, padatnya jadwal latihan dan keseharian membuat berkurang waktu belajar. Kapan harus murojaah? Pengorbanan waktu dan semangat. Itu jawabannya.

Ketika menemani si kecil, saya gunakan murojaah. Ketika naik motor untuk menidurkan di kecil, murojaah. Ketika berada diperjalanan mengirim barang, murojaah. Ketika si kecil menangis di malam hari, saya gunakan untuk murojaah sambil berjalan menidurkannya.
Sehabis selesai setoran, murojaah.

Kita manfaatkan betul setiap ada kesempatan yang sempit. Karena jika menunggu keluasan waktu, kita tidak akan pernah mendapatkannya.

Bagaimana jika hari-hari latihan? Ketika pagi hari sehabis shalat fajr, murojaah. Karena Pukul 06.00, adalah waktunya untuk fisik pagi. Setelah fisik pagi, 08.30. Murojaah.

Jika kegiatan itu berlangsung hingga sore hari karena harus turun ke laut. Maka, mau tidak mau, selepas berberes semuanya karena sehabis dari laut, murojaah. Capek? Tentu. Tapi harus ada pengorbanan.

Malam adalah kelas teori biasanya. Maka selepas teori, kita setoran dan setelahnya murojaah. Bila mata sudah tidak kuat karena lelahnya, kita tahan sejenak hingga titik akhir. Dan terus seperti itu rutinitasnya hingga selesai 1 mustawa.

Apakah pernah tidak murojaah? Pernah, pada hari hari dimana ada kejuaraan yang memang tidak memungkinkan untuk murojaah karena waktunya benar benar sangat tidak ada. Dari pagi hingga malam, full untuk kegiatan. Dan tersisa capeknya.

Tapi alhamdulillah, peristiwa itu biasanya terjadi setelah saya menyelesaikan hafalan dan ujian mustawa. Jadi, selain hari hari di atas, insyaallah saya murojaah sesempit apapun waktunya.

Jalan ke lokasi latian, murojaah. Jalan ke masjid, murojaah. Pergi keluar untuk beli makanan, tetap murojaah. Jadi memang harus ada yang dikorbankan.

Certificate Level Tamhidi
Certificate Level Tamhidi

MUSTAWA 1

Tidak ada beda dengan tamhidi, terlebih ini kelahiran anak ke 2 saya. Waktu jadi semakin sempit. Tapi ingat, ada istri saya yang selalu mendoakan dan mendukung dan menyimak serta menguji hafalan ketika mendekati ujian mustawa. Itu sangat sangat membantu dalam proses menghafal ini.

Certificate Level 1
Certificate Level 1

MUSTAWA 2

Ini mustawa yang berat bagi saya. Dengan kesibukan yang lebih padat merayap, karena mendekati tahun-tahun kejuaraan PON Papua. Namun, rutinitas murojaah seperti saat tamhidi, hanya lebih padat kegiatan sehingga betul-betul harus bisa memanfaatkan peluang yang ada.

Seperti menggunakan perjalanan pergi ke luar kota selama 4 jam untuk murojaah. Kebetulan saya naik motor, jadi bisa murojaah. Kadang ngantuk juga, sehingga harus menepi sejenak.

Begitu pula ketika pulang dari luar kota, adalah kesempatan emas untuk murojaah. Karena 4 jam adalah waktu yang tidak bisa saya dapatkan kecuali pada saat berangkat dan pulang. Dan yang seperti ini berlangsung selama 1 tahun. Hanya, saya memiliki prinsip, tetap harus semangat dan tekad yang tinggi insyaallah ada kemudahan. Dan apapun hasilnya.

Certificate Level 2
Certificate Level 2

MUSTAWA 3

Ini terjadi tepat 1 tahun sebelum PON digelar. Waktu yang sangat singkat karena hanya sda 1 tahun dan harus selesai mustawa ini sebelum hari H terlebih pandemi dimana saat mustawa ini kurang lebih 5 bulan saya tidak pulang menemui anak istri disebabkan peraturan KONI pusat. Tapi saya yakin saat itu insyaallah bisa selesai sebelum pertandingan itu digelar.

Saya sering izin untuk tidak setoran di mustawa ini, karena kegiatan. Tapi murojaah tetap harus saya kuatkan. Tidak boleh kendor agar perjuangan selama ini tidak sia sia. Mengurangi waktu tidur untuk murojaah adalah hal yang sangat penting dalam fase ini. mengikuti para salaf dahulu. Dari mereka saya mendapatkan semangat membara. Siang untuk latian, malam untuk begadang.

Memanfaatkan setiap peluang. Prinsip : belajar jangan pernah menunggu waktu luang. Tapi luangkanlah waktu untuk belajar. Kalau alasan sibuk, maka setiap orang punya kesibukan. Tinggal bagaimana kita bisa mengorbankan waktu dan pintar pintar mencari peluang.

Certificate Level 3
Certificate Level 3

MUSTAWA 4

Proses. Saya sempat mengulangi menghafal matan waroqot sebanyak 3 kali karena fase ini adalah fase digelarnya PON.

Tapi, kini PON telah usai. Kesibukan tetap ada namun telah berganti jenis. Saya pun telah pensiun dari atlet . Dan sudah saatnya mencari kerja sampingan untuk nafkah keluarga. Dan saya pun menambah halaqah dengan mengikuti program hifzh Qur’an online masjid Nabawi. Jadi bertambah kesibukan.

Hanya saja, yang namanya prinsip belajar, menghafal dan murojaah tidak pernah berubah. Yaitu semangat, tekad dan pengorbanan. Dan kita bisa belajar tentang semangat, tekad, pengorbanan, dengan membaca kisah kisah para salaf kita.

Semoga ini bermanfaat. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata tidak sempat untuk belajar. Saya sudah mencobanya tinggal anda punya kemauan keras atau tidak. (*)

 

Zakariya Rizky Abu Zakiyyah, ditulis 11 November 2021

Sumber: DISINI

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts