Oleh: Ustadz Abul ‘Abbas Aminullah *)
BLOGSANTRI.COM – Guru yang baik itu memandang santrinya bukan hanya perilaku yang nampak hari ini saja, namun juga melihat adanya harapan masa depan yang cerah.
Sebagai pendidik, seorang guru harus sadar bahwa pendidikan itu adalah proses dimana titik keberhasilannya bukanlah suatu hal yang dapat dia pastikan.
Apalagi guru Pesantren yang menanamkan nilai² akidah kepada para santri. Mengajak mereka untuk meyakini bahwa kehidupan ini merupakan bagian dari suratan takdir yang Allah ta’ala tetapkan, mengajarkan bahwa Allah ta’ala tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang ikhlas -meskipun terkadang Allah uji kesabarannya-.
Terlalu banyak kisah nyata yang saya lihat dan ketahui, adanya orang-orang yang semasa mereka nyantri bukanlah termasuk golongan “santri teladan”, bahkan tak jarang tingkah polah mereka membuat geram para guru, namun kini mereka menjadi orang-orang di garda terdepan dalam berdakwah. Mencurahkan waktu, tenaga dan hartanya di jalan Allah ta’ala. Dan melalui tangan mereka, Allah berikan hidayah banyak manusia. Masyaallah tabarokallah!
Seorang guru harus memiliki kesabaran yang ekstra dalam mendidik. Dia boleh menguasai berbagai disiplin ilmu dalam pedagogi, andragogi, psikologi, dst. Dia boleh membangun persepsi dan narasi tentang santri-santrinya. Dia boleh memberikan reward dan punishment ketika menjalankan proses pendidikan. Namun seorang guru tidak boleh mendahului takdir, dia tidak boleh mematikan semangat dan harapan santri akan masa depannya, tidak boleh memastikan nasib bahwa yg saat ini berkelakuan kurang baik, dikemudian hari kondisinya akan tetap spt itu!
Guru haruslah senantiasa memadukan antara usaha dan do’a. Guru harus selalu ingat, bahwa keberhasilan mendidik itu bukan semata karena kepiawaiannya dalam mendidik, namun karena kehendak Allah.
Guru harus selalu berdo’a: sebelum, saat, dan sesudah menjalani proses pembelajaran… Berdo’a agar Allah menjadikan santri-santrinya sebagai orang-orang yang berguna dimasa depan, menjadi estafet perjuangannya dalam upaya menegakkan kalimat Allah ta’ala diatas muka bumi ini.
(* Ustadz Abul ‘Abbas Aminullah, Guru Tarikh Islam di Al-Andalus Islamic International Boarding School.

