Oleh: Imam Safi’i, S.S., M.Pd
BLOGSANTRI.COM – Tahukah Anda? Sebelum Imam Ibnu Mujahid menetapkan formasi qiraat sab’ahnya, saat itu varian qiraat al-quran masih sangat banyak sehingga beliau berinisiatif memilih satu Imam qiraat yang mewakili tiap kota besar islam saat itu.
Tentunya pemilihan Imam itu salah satunya didasarkan pada kemasyhuran bacaannya yang banyak dipakai di kota tersebut. Seperti di madinah ada Imam Nafi’ dan Imam Abu Ja’far, maka dipilihlah Qiraat Imam Nafi’ karena saat itu bacaan Imam Nafi’ yang lebih masyhur disana.
Setelah tujuh bacaan tersebut diresmikan maka otomatis qiraat yang tidak terakomodir dalam formasi sab’ah lambat laun semakin jarang dipelajari dan digunakan karena tidak termasuk qiraat yang diresmikan oleh pemerintah saat itu. Sehingga dengan berjalannya waktu eksistensinya mulai pudar walaupun masih ada yang tetap bertahan seperti Qiraat Tsalatsah dan Qiraat Syadzah.
Beberapa pemikiran menyimpang dari Orentalis barat yang banyak diadopsi oleh para sarjana muslim mengatakan. “Dalam rangka meresmikan qiraat sab’ah Ibnu Mujahid didukung pemerintah dengan membuat kebijakan larangan mengajarkan Qiraat diluar tujuh qiraat yang diresmikan dan menghukum bagi yang melanggarnya, dan efek dari kebijakan tersebut membuat qiraat lain yang sebenarnya juga shahih akhirnya punah”.
Namun pemikiran di atas tidak tepat faktanya sampai Abad ke-9 Qiraat-qiraat diluar qiraat sab’ah masih tetap eksis. Bahkan diceritakan Ibnu Labban (Syaikhul Qurro’ Syam dan salah satu guru utama Imam Ibnu) beliau mengajarkan Qiraat Syadzah dan termasuk ulama yang membolehkan membacanya baik didalam shalat maupun diluar shalat.
Hal itu menunjukkan bahwa larangan membaca Qiraat Syadz dalam shalat itu hanya pendapat jumhur ulama bukan Ijma’ ulama, karena faktanya beberapa Qurro Kibar ada yang mengamalkannya.
Andaikan Qiraat-qira’at diluar sab’ah itu dilarang diajarkan dan diamalkan tentunya sanad Qiraat-qiraat tersebut sudah terputus dari dulu dan tidak sampai pada kita saat ini. Faktanya Sanad-sanad Qiraat tersebut muttashil sampai pada kita sekarang.
Adapun mengapa Qiraat-qiraat yang lain selain Qiraat Asyrah dan Arba’ata Aysyar tidak sampai pada kita, hal itu bisa jadi karena tidak lulus seleksi ilmiah dan alamiah sebagaimana Madzhab-madzhab fiqih yang sirna.
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
Iklan
Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep menerima Pendaftaran Santriwati Baru TP. 2025/2026
Informasi selengkapnya buka link berikut: Informasi Pendaftaran dan Penerimaan Santriwati Baru Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep TP. 2025/2026
Daftar Online:
https://pendaftaran.immimpangkep.ponpes.id/


