Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGSANTRI.COM – Jika engkau masih muda, ataupun sudah berumur tapi masih tangguh dan semangat menempuh jalan thalabul ilmu, maka ikutlah bersamaku. Meski jalan ini tidak mudah, banyak godaan duniawi di depan, perlu bekal yang cukup dalam perjalanan panjang, harus siap berlelah-lelah menahan kantuk dan menghindarkan diri dari kesenangan, harus memulai lagi menata adab dan akhlak, tak sedikit harta yang harus dikorbankan, dan mungkin harus perih menahan derita dan air mata berpisah dengan keluarga.
Jangan pernah tinggalkan Majelis Ilmu dan Adab, sebab banyak yang merasa sudah berilmu saat di belakang namanya sudah bertengger gelar sarjana dan pascasarjana. Tidaklah demikian seharusnya. Dalam Islam, jalan ilmu adalah jalan kemudahan menuju SurgaNYA, dan itu harus ditempuh sepanjang hayat.
Kembali pada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Apa makna dari Hadits diatas? Ibnu Rajab Al-Hambali mengungkapkan makna dibalik hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah diatas, yaitu bahwa :
Pertama: Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.
Kedua: Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.
Ketiga: Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.
Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,
مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
“Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.”
Hal ini senada dengan ungkapan ulama lainnya,
ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا
Artinya:
“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.”
Begitu juga dalam ayat Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dibawah ini,
وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى
Artinya:
“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)
Juga pada firman Allah,
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
Artinya:
“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)
Keempat: Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga.
Sampai-sampai Ibnu Rajab hafidzahullah simpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298).
Demikianlah yang bisa penulis ringkas dari Ibnu Rajab al-Hambali, “Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam.”
Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minastene-Pangkep.

Artikel/Tulisan terkait:
Tips Sukses Menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan (Islamic Studies)
Mendalami Islam lewat Kitab Mutun Thalibil Ilmi (Islamic Studies)
Silabus Hafalan Mutun Thalibul ‘Ilmi (Islamic Studies)
Meraih Ijazah Sanad Awail Kutubut Tis’ah (Hadits)
Meraih Ijazah Sanad Hadits Arbain An-Nawawiyah (Hadits)
Meraih Ijazah Sanad Mandzumah ‘Aqidatul Awwam (‘Aqidah)
Meraih Ijazah Sanad Mandzumah Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah (Sirah Nabawiyah)
Meraih Ijazah Sanad 6 Hadits Musalsal (Hadits)
Meraih Ijazah Sanad Kitab ‘Umdatul Ahkam dan Syarahnya (Hadits/Fikih)
Meraih Ijazah Sanad Kitab Al-Ajurumiyah (Nahwu)
Meraih Ijazah Sanad Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya (Hadits)
Ijazah Sanad Kitab Matan dan Artikel Ilmu Tajwid (Tajwid)
Dalam Sepekan, Raih Tiga Ijazah Sanad Kitab Matan Ilmu Tajwid (Tajwid)
Meraih Ijazah Sanad Kitab Kasyfu Syubuhat dan Qawaidul Arba (Tauhid/’Aqidah)
Meraih Ijazah Sanad Kitab Fikih Dasar: Syafinatun Naja’ (Fikih)
Meraih Ijazah Sanad Kitab At-Tibyan Imam Nawawi (Adab/Akhlak)


[…] 3. Adab-adab Bermajelis Ilmu / Jalan Thalabul Ilmi […]