Mengenal Para Utusan Allah dalam Kitab Al-Aqidah Al Islamiyah Bashri Al Marghubi (2)

BLOGSANTRI.COM – Kitab Al-Aqidah AI-Islamiyyah merupakan kitab ‘Aqidah karya Syekh Bashri bin Al-Haj Marghubi. Kitab ini membahas masalah dasar tentang ‘Aqidah Islam ini yang sangat penting untuk diajarkan kepada masyarakat yang baru mulai belajar agama (awam) serta generasi muda Islam.

Kitab Al-Aqidah AI-Islamiyyah ini materinya terdiri dari delapan pembahasan yaitu; (1) Ma’rifat Allah, (2) Ma’rifat Para rasul, (3) Mu’jizat Para rasul, (4) Ma’rifat Malaikat, (5) Ma’rifat Jin, (6) Ma’rifat Hari Kiamat, (7) Ma’rifat Nabi SAW, (8) Ma’rifat Khulafaur Rasyidin,

Berikut ini tulisan bagian kedua dari terjemah Kitab Al-Aqidah al-Islamiyah karya Syekh Bashri bin al-Haj Marghubi, yaitu tentang Ma’rifatu Rasulullah, disarikan dalam bentuk tanya-jawab.

S : Siapakah rasul itu?

J : Rasul ialah orang-orang tertentu yang di utus Allah kepada manusia untuk mengajak mereka menyembah Allah, memberi kabar gembira dengan masuk surga kepada orang-orang yang taat pada-Nya dan menakuti orang-orang yang mendustakan dan mengingkari mereka dengan masuk neraka.

Allah berfirman: Dan kami tidak mengutus Rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (QS. Al-Kahfi: 56)

S : Apa perbedaan antara rasul dan nabi?

J : Rasul adalah orang tertentu yang diberi wahyu oleh Allah dengan membawa syari’at untuk disampaikan kepada makhluk.

Nabi adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah untuk dirinya sendiri dan tidak diperintahkan untuk menyampaikan pada makhluk.

S : Berapakah jumlah bilangan para nabi?

J : Kita tidak mungkin mengetahui jumlah nabi secara keseluruhan, namun kita wajib mengetahui nama-nama nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang berjumlah 25, yaitu: Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Muhammad Saw.

S : Apa sifat wajib yang dimiliki oleh para rasul?

J : Sifat wajib yang di miliki oleh para rasul ialah: Jujur, Dapat dipercaya, Menyampaikan, dan Cerdas.

S : Apa makna shiddiq dan apa dalilnya?

J : Makna Shiddiq ialah menyampaikan kabar sesuai kenyataan. Shidig adalah lawan dari kadzib (bohong). Para rasul itu semuanya jujur baik ucapan maupun perbuatanya, karena jika para rasul berbuat dusta atau bohong maka petunjuk yang mereka sampaikan akan menjadi sesat. Dalil sifat shidiqnya yaitu tampaknya mukjizat dari para rasul.

S : Apa makna amanah dan apa dalilnya?

J : Makna dari sifat amanah ialah terjaga dan sucinya para rasul dari perbuatan maksiat dan segala perbuatan yang menyebabkan orang menjauhinya karena para rasul adalah panutan umat manusia. Seandainya para rasul melakukan perbuatan jelek, tentu mereka akan menyesatkan manusia dari jalan yang benar dan hikmah diutusnya mereka menjadi sia-sia.

Dalilnya adalah Allah memerintah kepada kita agar mengikuti jejak langkah mereka. Apabila mereka berkhianat dengan melakukan perbuatan yang haram atau makruh tentu kita juga di perintahkan mengerjakan perkara yang haram atau makruh, padahal Allah tidak pernah memerintahkan melakukan perbuatan haram dan makruh.

S : Apa makna tabligh dan apa dalilnya?

J : Makna tabligh ialah menyampaikan kepada manusia apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan kepada mereka. Andaikata mereka menyimpan apa yang diperintah Allah, tentu hikmah diutusnya mereka menjadi sia sia.

Dalilnya tabligh ialah seandainya para rasul merahasiakan sesuatu, tentu kita diperintahkan agar merahasiakan (perintah Allah), hal demikian jelas merupakan penghianatan yang diharamkan dan pelakunya akan dilaknat.

S : Apa makna fathonah dan apa dalilnya?

J : Makna fathonah ialah kecerdasan, kepandaian dan fasihnya lisan. Fathonah adalah sifat yang melekat pada diri setiap rasul yang menjadikan mereka cerdas, sehingga tidak kesulitan memberikan jawaban kepada orang yang bertanya. Dalilnya ialah seandainya para rasul itu bodoh, maka mereka tidak akan bisa menjawab (pertanyaan) orang yang menentangnya dengan bukti atau hujjah yang jelas.

S : Apa sifat yang mustahil dimiliki oleh para rasul?

J : Sifat yang mustahil dimiliki oleh para rasul ada 4, yaitu: Dusta, Durhaka, Merahasiakan, dan Bodoh.

S : Apasifat jaiz yang berhak di miliki oleh para rasul?

J : Sifat jaiz yang berhak dimiliki oleh seorang rasul adalah segala sesuatu yang tidak menyebabkan berkurangnya derajat rasul yang mulia seperti halnya makan, minum, lapar, haus, sakit, jual, beli, mati, hidup, istirahat, dan payah. Maka tidak boleh bagi seorang rasul untuk memiliki sifat yang dapat menghilangkan tujuan dari diutusnya seorang rasul. Seperti contoh: buta, kusta dan gila.

(*)

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts