Related Post: Fort Rotterdam dari Masa ke Masa
BLOGSANTRI.COM – Berpikir cepat dan kreatif harus dimiliki oleh seorang Tour Leader. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi ketidakpastian waktu terkait perjalanan yang dilakukan dan destinasi yang dituju. Sebagai contoh, ketika Sabtu kemarin (12/03/2022), kunjungan kerja HUmas dan Santriwati Berprestasi Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep ke Kantor Redaksi Tribun Timur, Kota Makassar. Penerimaan rombongan yang sedianya diperkirakan Pukul 09.00 WITA, berubah menjadi Pukul 10.00 WITA.
Jadilah, rombongan Humas dan Santriwati Berprestasi Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep memiliki waktu satu jam di awal yang harus dimanfaatkan. Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi sebagai Tour Leader memanfaatkan waktu tersebut untuk mengajak seluruh santriwati menyambangi Kawasan Wisata Sejarah, Fort Rotterdam.

Sangat penting untuk melihat dan membaca situasi perjalanan, serta mengisinya dengan kegiatan yang produktif. Tentu sebagai Tour Leader, harus terlebih dahulu menyampaikan kepada seluruh rombongan agar benar-benar memanfaatkan waktu dengan efesien dan efektif, dan tidak mengambil jalan menyalahi aturan jam berkumpul yang disepakati pada saat turun dari bus, di depan Fort Rotterdam.
Lihat pula: Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam
Mengapa harus Fort Rotterdam yang disinggahi?
- Fort Rotterdam adalah salah satu situs sejarah terpenting di Sulawesi Selatan peninggalan Kerajaan Makassar, yang pada Abad XVII pasca Perang Makassar, diambil alih oleh Belanda.
- Pengelola Fort Rotterdam, dalam hal ini Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan telah membuka secara resmi kawasan/situs sejarah ini, meski tetap ada aturan memakai masker, karena status pandemi Covid-19 belum dicabut secara resmi oleh Pemerintah RI.
- Jarak dari Fort Rotterdam ke Kantor Redaksi Tribun Timur di Jalan Cenderawasih, dapat ditempuh kurang dari satu jam, dengan tetap memperhitungkan potensi macet dalam perjalanan.
- Dalam kawasan Fort Rotterdam, tidak ada penjual atau penjaja Makanan/Minuman sehingga santriwati/pelajar yang memasukinya dapat lebih mengeksplorasi situs sejarah tersebut dan mendapatkan pembelajaran yang maksimal, tentu jika didampingi tour guide akan lebih bagus lagi.
- Berbiaya Murah. Pengelola Fort Rotterdam tidak menerapkan tiket biaya masuk, berapapun jumlah rombongan yang masuk. Hanya saja tetap diharuskan mengisi buku tamu, dan biasanya sebagai tour leader, dapat menyelipkan uang kebersihan tempat bagi pengelolaan kawasan bersejarah tersebut.

Apa saja yang dapat dipelajari dari eksistensi Fort Rotterdam, Makassar? Berikut link sehimpun catatan perjalanan dan sejarah yang dapat dipelajari sekaitan dengan Fort Rotterdam dan situs sejarah lainnya yang berdekatan dengannya.
Palontaraq ajak Studi Wisata Sejarah Sulsel
Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!
Ruang Tahanan dan Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah?
Santri Putri IMMIM Praktek Jurnalistik di Acara MIWF, Fort Rotterdam
Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa

Demikian beberapa link yang dapat penulis bagikan, semoga dapat menambah khazanah pengetahuan dan pembelajaran sejarah kita, khususnya dalam konteks lokal Sulawesi Selatan.
Yang paling penting untuk selalu diingat adalah kemanapun kita pergi, dimanapun kaki melangkah, dan pada setiap tempat dimana menjadi persinggahan, ambillah pelajaran di tempat itu. Jadikan setiap tempat adalah sekolah dan menimba pembelajaran. Hanya dengan begitu, setiap apa yang kita kerjakan akan bermanfaat, dari segi pengalaman dan pendewasaan pikiran. Tabe’, Mariki di’. (*)

