Soal:
Sebutkan Dalil-dalil dalam Al-Qur’an yang menyebutkan Maha Tinggi Dzat Allah, Kemuliaannya, Derajatnya dan Kekuasaannya?
Sebutkan pula Perkataan Ulama tentang Dimana Allah, disertai Sumber/Rujukan atau Referensinya?
Related Post: Setetes Hikmah dari Samudera Al-Qur’an
Jawab:
1️⃣.Allah subhanahu wata’ala berfirman :
ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Artinya:
“Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Al-Baqarah 2:255)
2️⃣.Firman Allah subhanahu wata’ala :
سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى
Artinya:
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi”. (QS. Al A’laa 87:1)
3️⃣.Juga firman Allah ta’ala :
إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ
Artinya:
“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mengharapkan wajah Tuhannya yang Maha Tinggi”. (QS. Al-Lail 92:20)
4️⃣.Firman Allah ta’ala :
عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ
Artinya:
“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi”. (QS. Ar Ra’d 13:9)
Lihat pula: Yang Mesti diketahui tentang Bulan Sya’ban
5️⃣.Firman Allah ta’ala :
ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. An Nisa 4:34)
6️⃣.Firman Allah ta’ala :
ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ
Artinya:
“Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Saba’ 34:23)
7️⃣.Firman Allah ta’ala :
. ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”. (QS. Asy Syuura 42:51)
8️⃣.Firman Allah ta’ala :
ۚ فَٱلْحُكْمُ لِلَّهِ ٱلْعَلِىِّ ٱلْكَبِيرِ
Artinya:
“Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Ghafir 40:12)
9️⃣.Firman Allah ta’ala :
وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ
Artinya:
“Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Al Hajj 22:62)
🔟.Firman Allah ta’ala :
وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Luqman 31:30)
Pengertian “Maha Tinggi” disini adalah mencakup keseluruhan maknanya. Barangsiapa yang menganggap tinggi disini maknanya adalah tinggi kekuasaannya bukan tinggi dzatnya sungguh dia telah menghakimi sendiri Al-Qur’an tanpa ilmu dan dalil.
Lihat pula: Perintah dan Keutamaan Menuntut Ilmu Agama
1️⃣1️⃣.Firman Allah ta’ala :
هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Artinya:
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al Hadiid 57:3)
Makna Adz-Dzahir disini maknanya adalah Al-‘Aly (maha tinggi), sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :
وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شيء
Artinya:
“Engkaulah maha tinggi tidak ada diatas-Mu sesuatu apapun”. (HR. Muslim : 7064)
PERKATAAN ULAMA MENJAWAB TENTANG DIMANA ALLAH
1️⃣ .Al-Imam Abu ‘Utsman Ismail bin ‘Abdur Rahman Ash-shobuni Asy-Syafi’i (wafat 449) rahimahullah ta’ala mengatakan:
ويعتقد أهل الحديث و يشهدون أن الله سبحانه وتعالى فوق سبع سماوات على عرشه كما نطق به كتابه في قوله
عزوجل.. .
Artinya:
“Dan Ahlul Hadits berkeyakinan dan mereka bersaksi bahwasanya Allah subhanahu wata’ala diatas langit yang tujuh diatas ‘Arsy-Nya sebagaimana Allah sebutkan dalam kitab-Nya “. (Kitab Syarah ‘Aqidatus salaf Wa ashhabul hadits: 72)
2️⃣ .Ibnu As-Sholaah Asy-Syafi’i (wafat 643 H)
Beliau telah mengomentari qosidah tentang sunnah yang disandarkan kepada Abul Hasan Al-karkhi (wafat 532 H)
Qosidah tersebut diantaranya :
عقيدة أصحاب الحديث فقد سمت * بأرباب دين الله أسنى المراتب
عقائدهم أن الإله بذاته * على عرشه مع علمه بالغوائب
Aqidah ashaabul hadits telah membawa para pemeluk agama ke derajat yang tinggi
Aqidah mereka bahwasanya Allah dengan dzatNya di atas ‘arsyNya, disertai ilmuNya tentang perkara-perkara ghaib
Ibnu As-Sholaah mengomentari qoshidah tersebut dengan berkata, هذه عقيدة أهل السنة وأصحاب الحديث “Ini adalah aqidah Ahlus Sunnah dan Ashaabul hadiits”. (Kitaab al-‘Arsy, karya Adz-Dzhabiy 2/342).
Lihat pula: Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu
3️⃣ Yahya Al-‘Imraani Asy-Syaafi’i (wafat 558 H) berkata:
عند أصحاب الحديث والسنة أن الله سبحانه بذاته، بائن عن خلقه، على العرش استوى
فوق السموات، غير مماس له، وعلمه محيط بالأشياء كلها
Artinya:
“Di sisi ahlul hadits dan sunnah bahwasanya Allah dengan dzatNya terpisah dari makhlukNya, beristiwa di atas ‘arsynya di atas langi-langit, tanpa menyentuhnya, dan ilmunya meliputi segala sesuatu”. (Kitab Al-Intishoor fi Ar-Rod ‘alaa al-Qodariyah al-Asyroor 2/607)
4️⃣. Adi bin Musaafir Al-Hakaari Asy-Syaafi’i (wafat 555 H) berkata:
وأن الله على عرشه، بائن من خلقه، كما وصف نفسه في كتاب وعلى لسان نبيه بلا كيف،
أحاط بكل شيء علمًا وهو بكل شيء عليم، قال تعالى {الرحمن على العرش استوى
Artinya:
“Sesungguhnya Allah di atas ‘arsyNya, terpisah dari makhlukNya sebagaimana Ia telah mensifati diriNya dalam al-Kitab dan melalui lisan NabiNya tanpa (menyebutkan) bagaimananya. Ilmunya meliputi segala sesuatu dan Ia mengetahui segala sesuatu. Allah berfirman :
الرحمن على العرش استوى
Artinya:
“Ar-Rahman beristiwaa di atas ‘arsy”
5️⃣ “I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah” hal 30.
Lihat pula: Khutbah Jumat: Menjadi Muslim yang Peduli
6️⃣. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri pernah mengatakan:
“Makna firman Allah dalam kitab-Nya:
مَنْ فِي السَّمَاءِ
Artinya:
“…Dzat yang berada di atas langit…” (Qs. Al Mulk: 16).
di atas Arsy, sebagaimana Dia firmankan:
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
Artinya:
“Allah yang Maha Pengasih itu berada di atas Arsy” (QS. Thaha: 5).
Maka, Allah itu di atas Arsy sebagaimana yang Dia kabarkan sendiri, tanpa perlu mempersoalkan bagaimananya.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya:
“Tidak ada sesuatu pun yang sama dengan-Nya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Asy-Syuro: 11) (Manaqibusy Syafi’i lil Baihaqi 1/397-398).
Lihat pula: Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an
7️⃣. Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanadnya menukil manuskrip yang dibacakan oleh Syaikh Abu Bakr Ahmad bin Ayyub tentang madzhab Ahlussunnah:
الرحمن على العرش استوى بلا كيف والآثار عن السلف في مثل هذا كثيرة
وعلی هذه الطريق يدل مذهب الشافعي رضي الله عنه وإليها ذهب أحمد بن حنبل
والحسين بن الفضل البجلي ومن المتأخرين أبو سليمان الخطابي
Artinya:
“Dzat Allah tinggi berada di atas Arsy-Nya, tanpa menanyakan bagaimana hakikatnya, dan atsar dari Salafussholih terkait masalah ini sangatlah banyak. Di atas jalan inilah madzhab Asy-Syafii rodhiyallahu ‘anhu, madzhab Ahmad bin Hanbal, Al-Husain bin Al-Fadhl Al-Bajali serta para Ulama muta’akkhirin seperti Abu Sulaiman Al-Khotthobi.” (Al-Asma’ was Shifat 2/308)
8️⃣. Abul Qoosim Ismaa’iil Al-Ashbahaani Asy-Syaafi’i (wafat 535 H) Beliau berkata:
فصل في بيان أن العرش فوق السموات، وأن الله عز وجل فوق العرش
Artinya:
“Pasal : Penjelasan bahwa ‘arsy di atas langit dan bahwasanya Allah azza wa jalla di atas ‘arsy”. (Kitab Al-Hujjah bi Bayaan Al-Mahajjah 2/83)
9️⃣. Al-Imam Ibnu Khuzaimah berkata :
وقالت عائشة رضي الله عنها :”سبحان من وسع سمعه الأصوات”، فسمع الله -جل وعلا- كلام المجادلة، وهو فوق سبع سموات مستو على عرشه وقد خفي بعض كلامها على من حضرها وقرب منها
Artinya:
“Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata : “Maha suci Allah yang pendengaranNya meliputi semua suara”. Maka Allah mendengar perkataan sang wanita yang mengajukan gugatan, padahal Dia berada di atas langit yang tujuh beristiwa di atas ‘arsyNya. Sementara terluputkan sebagian perkataannya pada orang yang hadir dihadapannya atau yang dekat denganya”. (Kitaab At-Tauhiid wa Itsbaat Sifaat Ar-Robb ‘Azza wa Jalla, 1/107)
🔟. Abu Bakar Al-Humaidi rahimahullah ta’ala mengatakan:
ونقول : الرحمن علي العرش استوى ، ومن زعم غير هذا فهو معطل جهمي
Artinya:
“Kami (Ahlus Sunnah) mengatakan : Allah Ar-Rahman diatas ‘Arsy . Dan barangsiapa yang mengatakan selain ini maka mereka adalah Mu’athilah Jahmiyyah. (Ushul As-Sunnah Lil Humaydi ma’a syarhihi Lis Syaikh Abdullah al-Bukhari : 96)
Barakallahu fiikum. (*)
(* Dijawab oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep/Guru Al-Qur’an-Hadits Kelas VII-IX SMP/MTs.

