Surat buat Santriwati

Related Post: Sajak Anak Jalanan

BLOGSANTRI – Berikut ini Redaksi Blogsantri mengetengahkan satu puisi pilihan untuk Bulan Januari 2022 hasil karya guru kita, Muhammad Farid Wajdi, yang familiar dipanggil Etta atau Etta Adil. Puisi yang berjudul “Surat buat Santriwati” ini telah diterbitkan dalam bentuk buku, dalam Antologi Puisi “Penjara Suci”, diterbitkan Pustaka Puitika, Tahun 2015.

Berikut puisi dari Etta.

Surat buat Santriwati
Karya: Etta Adil

Duhai putriku,
Tetaplah tinggal dalam lingkungan pondok pesantren
Asahlah dirimu dengan Ilmu-ilmu keislaman dan pengetahuan umum
Taatilah gurumu, wali asrama dan pembinamu
Yakinkan diri bahwa mereka melakukan yang terbaik untukmu, sebagai pengganti orangtuamu.

Duhai putriku,
Tetaplah tinggal dalam lingkungan pondok pesantren
Akrabilah mesjid dan rajinlah bermajelis ilmu, sungguh itu merupakan latihan kecerdasan spiritual
Sayangilah temanmu, sebagaimana saudara sesama muslimah
Yakinkan diri bahwa mereka adalah takdir terbaik dalam perjuangan dakwah islamiyah.

Duhai putriku,
Tetaplah tinggal dalam lingkungan pondok pesantren
Ikutilah beragam aktivitas sesuai bakat dan minatmu, suatu saat itu akan menjadi kenangan terindah buatmu
Terampil dalam olahraga akan membuat ragamu sehat, dan berkesenian membuatmu mengenali keindahan dan arti hadirmu
Kenalilah beragam karakter di sekitarmu, sungguh itu merupakan latihan kecerdasan sosial
Yakinkan diri bahwa mereka adalah takdir terbaik yang dihadirkan untukmu dalam sukacita.

Duhai putriku,
Tetaplah tinggal dalam lingkungan pondok pesantren
Akrabilah perpustakaan dan ikutilah pelajaran di kelas dengan tekun
Tiada kecerdasan tanpa ketekunan membaca dan memahami apa yang dibaca
Tiada kecerdasan tanpa ketekunan menulis. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, sungguh itu merupakan latihan kecerdasan intelektual.
Yakinkan diri bahwa santri harus lebih baik, pelajar yang tak pernah berhenti belajar.

Duhai putriku,
Tetaplah tinggal dalam lingkungan pondok pesantren
Taatilah waktu. Jangan pernah meremehkan waktu yang terus berputar. Sungguh penyesalan akan datang karena menyia-nyiakan waktu.
Disiplin waktu dengan beragam aktivitas, sungguh merupakan latihan kecerdasan emosional.
Matangkan jiwa dalam berorganisasi. kelak itu akan menjadi bekalmu menjadi pemimpin.
Yakinkan diri bahwa pondok pesantren ini adalah kawah candradimuka yang akan menempamu menjadi muslimah yang bijak dan adil.

Minasatene, 9 Februari 2015.

 

 

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts