Pengertian Al-Qur’an dan Nama-nama Lain Al-Qur’an

Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M.

BLOGSANTRI.COM – Al- Qur’an merupakan kitab suci yang masih terjamin keasliannya hingga pada saat ini. Allah SWT menurunkan kitab suci Al- Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi ummat manusia.

Didalam Al- Quran membahas mengenai iman, Al- Quran, ilmu, ibadah, akhlaq dan ibadah, hukum ibadah, pakaian dan perhiasan, makanan dan minuman, Muamalat, peradilan dan hakim, hukum pidana, sejarah, bangsa- bangsa terdahulu, dan jihad.

Pengertian Al-Quran

Secara bahasa, Al-Quran berarti bacaan yang sempurna, sedang menurut istilah, Al-Qur’an ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, sebagai kitab suci bagi Umat Islam serta akan diberi pahala bagi Umat Islam yang membaca, menghafal dan mengamalkannya.

Alqur’an ditinjau dari bahasa, Al Qur’an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a – yaqra’u – qur’anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang.

Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah AlQur’an, yaitu QS. Al-Qiyamah: 17-18.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ . فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Artinya:

“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (QS. Al-Qiyamah : 17-18)

Intinya adalah Al Qur’an adalah sebagai kalam Allah SWT, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah SWT melalui perantaraan Malaikat Jibril. AlQur’an adalah Pedoman Hidup di dunia dan akherat dalam segala aspeknya. Membaca, menghafal dan mengamalkan isi Al-Qur’an adalah bernilai pahala dan ibadah disisi Allah SWT.

Nama Lain Al-Quran

  1. Al-Kitab

Nama lain Al- Quran sudah difirmankan oleh Allah SWT pada surah Al- Baqarah ayat 2 yang berarti: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”.

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah : 2)

Allah SWT menamakan Al-Quran dengan Al-Kitab yang disini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

Artinya:

“Dia menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil” (QS. Ali ‘Imran : 3)

2. Al-Kalam

Yang dimaksudkan dengan Al- Kalam yaitu ucapan yang berasal dari Allah SWT. Allah SWT telah berfirman dalam Qs. At- Taubah: 2, yang artinya:

“Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan Orang-orang kafir”

Maksud pada ayat ini yaitu sebelum turunnya ayat ini ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad SAW dengan Kaum Musyrikin. Di antara isi perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad SAW dengan Orang-orang Musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka’bah.

Allah SWT membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi Kaum Musyrikin.  Maka turunlah Qs. At-Taubah: 2 tersebut. Kaum Kafir Musyrikin Mekkah sendiri diberikan kesempatan 4 bulan untuk memperkuat diri.

Artinya, semua yang ada di dalam Al Qur’an merupakan perintah dan firman dari Allah SWT yang diturunkan kepada manusia untuk dipatuhi dan diamalkan dalam segala aspek kehidupan.

3. Al-Furqan

Al-Furqan artinya pembeda, maksudnya yang membedakan antara yang haq dan yang batil. Al-Furqan merupakan salah satu nama al-Qur’an, sebagaimana yang termaktub dalam QS. al-Furqan: 1

. تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Artinya:

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Furq¢n (al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad saw.), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS. al-Furqan : 1)

Pembeda juga disini bermakna bahwa Al- Quran merupakan pembeda dari kitab- kitab yang sebelumnya. Di dalam Al- Quran disebutkan bahwa manusia dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu pertama termasuk ke golongan Orang Beriman, kedua yaitu golongan orang munafik, dan yang terakhir yaitu golongan orang- orang kafir.

4. Az-Dzikru

Az-Zikru yang berarti pengingat atau peringatan, yaitu Al- Quran yang mengingatkan manusia akan perbuatan yang telah dilakukan. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al- Hijr ayat 9 yang berarti:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.

Maksud dari Ayat ini ialah Allah SWT memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

5. Al-Huda

Al-Huda yang berarti petunjuk. Al Quran bagi umat islam merupakan petunjuk dan pedoman kelangsungan hidupnya dalam melakukan segala sesuatu. Al-Qur’an sebagai petunjuk telah dinyatakan oleh Allah SWT dalam firmannya.

Beberapa ayat yang menyebutkan bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk adalah Qs. Al Baqarah: 185. Allah SWT berfirman yang artinya “Al Qur’an diturunkan dalam Bulan Ramadan dan sesungguhnya merupakan petunjuk bagi umat manusia”.

Ayat lain yang menyebutkan Al-Quran sebagai Petunjuk dan Pedoman Hidup adalah Qs (3): 138,  Allah SWT berfirman, “Alqur’an adalah petunjuk bagi Orang-orang yang bertaqwa”

Al Qur’an surat Fushilat (41) ayat 44 juga menjelaskan mengenai Al Hudaa yang artinya “dan jikalau Kami jadikan Al Quran sebagai bacaan dalam bahasa selain Arab, maka tentu mereka akan mengatakan: ‘mengapa tidak dijelaskan ayatnya?’ Apakah (pantas Al Qur’an) dalam bahasa asing sedangkan Rasul merupakan orang Arab?…….”

QS. Fushilat ayat 44 “….Katakanlah bahwa Al Qur’an itu merupakan petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang tidak beriman sungguh terdapat sumbatan pada telinga mereka……”

6. Ar-Rahmah

Nama lain dari Al Quran yakni Ar Rahmat, bermakna bahwa Al Quran akan melahirkan hikmah, rahmat, dan juga iman. Bagi umat manusia yang senantiasa beriman serta berpegang teguh pada Al Quran sebagai Ar Rahmah ini tentu akan terus mencari kebaikan dan senantiasa akan cenderung kepada kebaikan yang ditimbulkan tersebut.

Ar Rahmah sebagai nama lain dari Al Qur’an dinyatakan Allah SWT dalam Qs. Al Isra’: 82, yang artinya “Dan Kami turunkan Al Qur’an (sebagai sesuatu) yang akan menjadi penawar serta rahmat bagi setiap orang yang beriman, sedangkan bagi mereka yang zalim maka (Al Qur’an) hanyalah akan menambahkan kerugian.”

7. An-Nuur

Selain menjadi petunjuk, pedoman,dan rahmat, Al Quran bagi umat islam juga menjadi cahaya bagi kehidupan yang akan menuntun manusia menuju cahaya kebenaran, menjauhkan dari kegelapan, kesesatan serta kejahilan ilmu.

Dengan An Nuur, manusia akan senantiasa beriman dan mengabdi kepada Allah SWT serta terjauhkan dari kesempitan dunia dengan melihat keluasan dari akhirat.

Allah berfirman dalam Qs. Al-Maidah: 17, yang artinya “dengan kitab itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada hamba yang senantiasa mengikuti keridhaanNya ke dalam jalan keselamatan….”

Al Maidah ayat 17 “….dan (dengan Kitab ‘Al Qur’an’ itu pula” Allah SWT membawa hamba tersebut keluar dari adanya kegelapan menuju terangnya cahaya dan tentu dengan izin-Nya akan menunjukkan ke jalan yang benar dan lurus.”

8. Ar-Ruuh

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad SWT berupa Al Qur’an dan dinamakan sebagai roh. Roh dalam hal ini berarti menghidupkan sesuatu.

Selayaknya jasad manusia, tanpa adanya roh manusia akan mati, tidak berguna, dan busuk. Al Qqur’an dinilai sebagai roh untuk menghidupkan hati yang telah mati hingga dekat kepada sang Pencipta.

Ar Ruuh sebagai nama lain dari Al Quran dinyatakan oleh Allah SWT dalam firmannya Al Qur’an surat Ash Shura ayat 52 dengan arti “dan demikianlah Kami wahyukan kepada engkau (Muhammad) sebuah Ruuh (yakni Al Qur’an) dengan adanya perintah Kami,…”

9. Asy Syifaa’

Al Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk diturunkan kepada manusia telah di sifatkan sebagai penyembuh dan penawar bagi umat manusia. Penawar dan penyembuh berkaitan dengan penyakit.

Manusia tentu akan memiliki beberapa penyakit hati seperti sombong, ragu, bahkan syirik. Tafsir Ibnu Kathir menjelaskan bahwa Al Qur’an dapat menjadi penawar dan penyembuh dari berbagai penyakit hati yang ada di dalam manusia.

Sesungguhnya Al Qur’an yang benar-benar diamalkan akan membawa kedamaian dan ketenangan hati manusia. Al Qur’an dapat memberikan pencerahan bagi yang beriman.

Ketika hati seseorang terbuka pada Al Qur’an maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. Perasaan yang mudah datang seperti mudah marah, dengki, iri, cemas dapat menjadi lebih bahagia dan tenang serta senantiasa berada di jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Qs. Yunus: 57, yang artinya “Wahai manusia. Sesungguhnya Kami telah datangkan kepadamu sebuah pelajaran (yakni Al Qur’an) dari Tuhanmu sebagai penawar dari berbagai penyakit yang ada di dalam hati serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi Orang-orang yang beriman.”

10. Al-Haq

Al Haq memiliki arti kebenaran. Sudah sewajarnya Al Qur’an diberi nama sebagai Al Haq karena isinya dari wal hingga akhir yang mengandung kebenaran. Kebenaran yang datang dari Allah SWT untuk menciptakan kehidupan manusia yang sesuai dengan isi Al Qur’an serta untuk mengatur sistem kehidupan manusia.

Karena itu, pandangan yang ada di dalam Al Qur’an merupakan sesuatu yang sudah seharusnya untuk diikuti serta dijadikan sebagai prioritas utama dalam segala sisi kehidupan termasuk dalam pengambilan keputusan.

Al Haq sebagai nama lain dari Al Qur’an dinyatakan Allah SWT dalam firmannya di Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 147 yang artinya “kebenaran itu sesungguhnya dari Tuhanmu, maka jangan sekali-sekali wahai engkau (Muhammad) termasuk ke dalam orang-orang yang ragu”

11. Al-Bayaan

Al Bayaan memiliki arti sebagai keterangan. Dalam hal ini Al Qur’an sebagai Al Bayaan yaitu memberikan penjelasan dan keterangan kepada umat manusia perihal apa yang baik dan apa yang buruk bagi mereka. Penjelasan mengenai antara mana yang haq dan mana yang batil, mana yang benar dan mana yang palsu, mana yang lurus dan mana yang sesat.

Selain itu, ada beberapa kisah umat terdahulu yang diterangkan di dalam Al Qur’an, umat umat yang mengingkari perintah Allah SWT dan diberikan oleh-Nya azab yang bahkan tidak terduga.

Al Qur’an sebagai Al Bayaan dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 138 yang artinya “Inilah (kitab Al Qur’an) suatu keterangan yang memberikan penjelasan untuk umat manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi mereka Orang-orang yang bertaqwa.”

12. Al-Mau’izah

Al Mau’izhah memiliki arti sebagai pengajaran atau nasihat. Al Qur’an diturunkan untuk berbagai keperluan dan kegunaan bagi umat manusia, salah satunya sebagai pelajaran dan peringatan kepada manusia agar kembali pada tujuan penciptaannya.

Tanpa bahan peringatan dan pengajaran tersebut, manusia akan selalu lalai dan tidak menghiraukan kewajibannya karena adanya nafsu dan hasutan yang didorong oleh adanya syaitan. Karena itu, Al Qur’an berperan sebagai Al Mau’izhah bagi kehidupan manusia.

Selain itu, nasihat beserta peringatan penting adanya karena sebagai manusia akan sering dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan dan solusi penyelesaiannya ialah dengan mengambil pelajaran dari Al Qur’an. Permasalahan dapat beragam bahkan tata cara berperilaku terhadap tetangga, orang tua, dan musuh sekalipun.

Allah SWT menerangkan dalam Qs. Al-Qamar:22 bahwa Al-Qur’an sebagai Al Mau’izhah. “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an sebagai peringatan, maka adakah orang-orang yang mau untuk mengambil pelajaran? (dari Al Qur’an)”

Allah SWT juga menerangkan dalam Qs. Yunus: 57, yang artinya “Wahai manusia. Sesungguhnya Kami telah datangkan kepadamu sebuah pelajaran atau peringatan (yakni Al Qur’an) dari Tuhanmu sebagai penawar dari berbagai penyakit yang ada di dalam hati serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”

13. Adz Dzikra

Adz Dzikra memiliki arti sebagai peringatan, hal tersebut sudah menjadi sifat Al Qur’an sebagai firman Allah SWT. Al Qur’an sebagai Adz Zikra memiliki arti bahwa sifat Al Qur’an yang akan selalu memberikan peringatan kepada umat manusia dari sifat lupa yang mungkin sudah mendarah daging pada manusia.

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT dengan sifat lupa. Manusia bisa lupa dalam berbagai hal termasuk dalam hubungannya dengan Sang Pencipta, hubungan antara manusia dengan manusia pun bisa lupa dengan tuntutan-tuntutan yang sudah seharusnya dilakukan oleh manusia.

Oleh karena itu, Orang-orang yang beriman senantiasa dituntun untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pendamping. Selain membaca dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan ibadah, Al Qur’an juga memberikan peringatan akan tugas dan tanggung jawab hidup di dunia.

Al Qur’an sebagai Adz Dzikr dijelaskan oleh Allah SWT dalam Qs. Al-Hijr: 9, yang artinya “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz Zikra (yakni Al Qur’an) dan Kamilah pula yang akan memeliharanya (Al Qur’an)”

14. Al-Busyraa

Al Qur’an sebagai Al Busyraa (berita gembira) menjelaskan bahwa Al Quran merupakan kitab yang di dalamnya kerap menceritakan berita gembira bagi manusia yang senantiasa beriman kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, hidup sesuai dengan jalan dan aturan yang ada di dalam Al Qur’an.

Banyak janji dan kabar gembira yang Allah SWT berikan kepada orang yang beriman sesuai dengan dengan ayat Al Qur’an. Kabar tersebit disampaikan dengan balasan dan pengakhiran yang baik dan menggembirakan bagi orang yang patuh dengan Al Qur’an.

Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya di dalam Qs. An-Nahl: 89, yang artinya “Dan ingatlah pada saat ketika Kami bangkitkan (kehidupan) setiap umat, seorang saksi atas mereka dan dari diri mereka sendiri. Kami datangkan pula wahai engkau (Muhammad) yang menjadi saksi atas mereka….”

QS. An Nahl ayat 39 “……Dan Kami turunkan pula sebuah Kitab (yakni Al Qur’an) kepada engkau untuk menjelaskan segala sesuatunya, serta sebagai petunjuk, rahmat dan juga kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (orang-orang muslim)”

15. Al-Burhaan

Al Qur’an sudah sewajarnya memiliki sifat Al Burhan yaitu bukti kebenaran. Keseluruhan isi di dalam Al Qur’an mengandung arti yang sebenarnya dan selama peradaban umat manusia sudah dibuktikan akan kebenaran isi yang ada di dalamnya. Kebenaran akan selalu datang bagi orang-orang beriman kepada Allah SWT.

Al Qur’an dengn sifat Al Burhan dijelaskan Allah SWT melalui firmannya dalam Qs. An-Nisa: 174, yang artinya: “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu sebuah bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad beserta mukjiazatnya), dan juga telah Kami turunkan kepadamu sebuah cahaya yang terang bersinar (yakni Al Qur’an).”

16. At-Tanzil

At-Tanzil artinya yang diturunkan, maksudnya al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah, Muhammad SAW melalui perantaan malaikat Jibril as. untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

At-Tanzil sebagai nama lain al-Qur’an dikemukakan oleh S̙ubh̙i, sebagaimana termaktub dalam ayat al-Qur’an yang berbunyi:

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan sungguh, (al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.” (QS. asy-Syu’ara : 192).

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M., Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep.

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts