Tupperware Kesayangan Mama

 

Oleh: Nurul Rezky, Visioner824

BLOGSANTRI – Mamaku seorang pencinta Tupperware. Ada satu lemarinya khusus untuk menyimpan Tupperware miliknya. Bagi mamaku Tupperware adalah sebuah berlian yang sangat dijaga. Jika ada Tupperware model baru, mamaku pasti akan membelinya dan langsung memajangnya di lemari khususnya, yang isinya hanya Tupperware.

Mamaku akan menjadikan Tupperware-tupperware itu sebagai pajangan didalam lemarinya. Jika sudah berhubungan dengan Tupperware, aku yang anaknya akan dinomor duakan sedangkan Tupperware akan lebih diutamakan.

Mamaku lebih menjadikan Tupperware sebagai yang terpenting dan paling penting, sedang urusan yang tidak ada hubungannya Tupperware bisa sebentar-sebentar saja.

Kalau dihitung dari semua Tupperware milik mamaku hanya ada tiga sampai lima Tupperware yang sering dia pakai, sisanya masih tersegel didalam lemari.

Suatu hari di kelasku ada acara piknik. Paginya mamaku menyiapkan bekalku untuk piknik dengan Tupperware sebagai wadahnya. Mama berpesan padaku untuk menjaga Tupperwarenya dengan baik. Bukannya berpesan, “hati-hati di jalan, Nak!”

Aku dan teman-temanpun berangkat piknik. Selama piknik, aku dan teman-temanku main bersama dan bercanda tawa, tak terasa makan siang pun tiba. Kami pun makan siang bersama, makanan kubagi-bagikan kepada temanku. Bekal mamaku terlalu banyak jia hanya untukku saja.

Usai makan, kami kembali bermain sejenak hingga tak terasa sorepun tiba. Aku mulai membereskan dan mengemasi barang bawaanku dan pada saat itu juga aku baru tersadar jika salah satu Tupperware yang kubawa hilang.

Lebih parahnya lagi, Tupperware yang hilang itu adalah Tupperware kesayangan mamaku. Cemas mulai menghinggapi diriku. Tak tahu harus bagaimana mencari Tupperware yang hilang tersebut.

Aku menanyai satu persatu temanku, tidak ada yang mengetahuinya. Keringat dingin mulai menyerangku, tak terbayangkan bagaimana marahnya mamaku kelak jika mengetahuinya.

Pikiranku mulai kemana-mana, membayangkan yang tidak-tidak. “Jika mamaku mengetahuinya mungkin mamaku akan mengeluarkanku dari rumah atau lebih parahnya lagi mungkin namaku akan dicoret dari kartu keluarga.”

Aku mulai putus asa mencari Tupperware tersebut, selama perjalanan pulang aku tak henti-hentinya memikirkan Tupperware yang hilang itu sekaligus memikirkan nasibku nanti.

Saat aku telah berdiri di depan pintu rumah, rasa bimbang mulai muncul antara masuk ke dalam rumah atau pulang sementara ke rumah nenek.

Akupun memutuskan untuk masuk kedalam rumah. Syukurnya Allah masih berpihak kepadaku. Mamaku sedang tidak berada di rumah. Kabarnya beliay sedang ke Supermarket di kotaku.

“Ah, mungkin sore ini aku lolos dari amukan singa tapi entah apa yang bakal terjadi sebentar malam, rasanya aku tak siap untuk dimarahi habis-habisan,” pikirku.

Akupun langsung menuju ke kamar untuk mandi, shalat dan tak lupa berdoa kepada Allah semoga diriku lolos dari amukan singa betina dirumah.

Malamnya, mamaku memanggilku untuk makan malam. Selama makan malam hanya ada keheningan. Tapi, itu tak bertahan lama, mamaku mulai bertanya tentang Tupperware yang kubawa ke tempat piknik.

Mamaku berkata jika ada tupperwarenya yang tak kembali, akupun berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi mamaku tetap bersikeras menanyakan dimana tupperwarenya dan akhirnya akupun jujur jika tupperwarenya hilang entah kemana dan dimana keberadaannya.

Mamaku mulai menasehatiku sekaligus memarahiku dengan ceramah panjang miliknya. Beginilah jadinya jika mamaku sudah berhungan dengan Tupperware-tupperwarenya.

Setelah kejadian hilangnya Tupperware mamaku, selama beberapa hari mamaku tidak mengajakku ngomong, hanya mendiamiku saja, dan bahkan tidak memberiku uang jajan dan tak peduli sama sekali pada diriku.

Jika dipikir-pikir yang kulakukan hanya menghilangkan satu Tupperware, bagaimana kalau satu lemari itu yang kuhilangkan, tak tahu apa yang terjadi, mungkin aku menjadi layaknya ‘mayat hidup yang hanya tersisa tulang dan kulit’ karena tidak diberi makan olehnya.

Aku juga kadang berpikir dan berkata pada diriku sendiri. “Yang anak kandung itu siapa, Aku atau tupperware?” (*)

-TAMAT-

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts