Materi Pelajaran Al-Qur’an-Hadits Kelas VII SMP/MTs: Hukum Bacaan Mad (2)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Materi Pelajaran Al-Qur’an-Hadits Kelas VII SMP/MTs: Mengenal Ilmu Tajwid (1)

BLOGSANTRI.COM – Sudah kenal apa itu Hukum Bacaan Mad? Secara bahasa, Mad (المد) berarti “memanjangkan” atau “menambah”. Dalam istilah ilmu tajwid, Mad adalah memanjangkan suara pada saat mengucapkan huruf-huruf tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk terjadinya bacaan Mad, ada dua komponen utama:

  1. Huruf Mad: Ada tiga huruf mad, yaitu:
    • Alif (ا) yang didahului huruf berharakat fathah (ـَ).
    • Waw sukun (وْ) yang didahului huruf berharakat dhammah (ـُ).
    • Ya sukun (يْ) yang didahului huruf berharakat kasrah (ـِ).
  2. Sebab Mad: Alasan mengapa suatu bacaan harus dipanjangkan melebihi panjang aslinya. Sebab ini ada dua, yaitu hamzah (ء) dan sukun (ـْ).

Secara garis besar, hukum bacaan Mad terbagi menjadi dua kategori utama: Mad Thabi’i (Asli) dan Mad Far’i (Cabang).

1. Mad Thabi’i (مَدّ طَبِيْعِي)

Juga dikenal sebagai Mad Asli, ini adalah mad dasar yang tidak memerlukan sebab khusus seperti hamzah atau sukun. Ciri utamanya adalah adanya salah satu dari tiga huruf mad tanpa ada sebab yang mengubahnya.

  • Panjang Bacaan: 2 harakat (ketukan) atau setara dengan satu alif.
  • Contoh:
    • Alif sebelumnya fathah: قَالَ (qaa-la)
    • Waw sukun sebelumnya dhammah: يَقُوْلُ (yaquu-lu)
    • Ya sukun sebelumnya kasrah: قِيْلَ (qii-la)

Jika Mad Thabi’i tidak dibaca panjang sesuai haknya, makna kata bisa berubah atau menjadi salah.

2. Mad Far’i (مَدّ فَرْعِي)

Mad Far’i adalah mad cabang yang merupakan pengembangan dari Mad Thabi’i. Mad ini terjadi apabila huruf mad bertemu dengan sebab tertentu, yaitu hamzah atau sukun. Panjangnya bervariasi, bisa lebih dari 2 harakat.

Mad Far’i terbagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sebabnya:

A. Mad Far’i yang Disebabkan oleh Hamzah (ء)

  1. Mad Wajib Muttasil (مَدّ وَاجِبْ مُتَّصِلْ)
    • Sebab: Huruf mad bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata yang sama.
    • Panjang: 4 atau 5 harakat. Saat waqaf (berhenti), boleh dibaca 6 harakat.
    • Contoh:
      • جَاءَ (jāa)
      • السَّمَاءِ (as-samāi)
      • سُوْءَ (sūa)
  2. Mad Jaiz Munfasil (مَدّ جَائِزْ مُنْفَصِلْ)
    • Sebab: Huruf mad bertemu dengan hamzah (ء) di lain kata. Huruf mad berada di akhir kata pertama, dan hamzah berada di awal kata berikutnya.
    • Panjang: Boleh dibaca 2, 4, atau 5 harakat.
    • Contoh:
      • يَا أَيُّهَا (yā ayyuhā)
      • قُوْا أَنْفُسَكُمْ (qū anfusakum)
      • فِيْ أَنْفُسِهِمْ (fī anfusihim)
  3. Mad Shilah Thawilah (مَدّ صِلَةُ طَوِيْلَة)
    • Sebab: Terjadi pada ha dhamir (kata ganti هُ / هِ) yang terletak di antara dua huruf hidup, dan huruf setelahnya adalah hamzah (ء).
    • Panjang: Sama seperti Mad Jaiz Munfasil, yaitu 2, 4, atau 5 harakat.
    • Contoh:
      • عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ('indahū illā)
      • مَالُهُ أَخْلَدَهُ (māluhū akhladah)

Selengkapnya lihat di: Hukum Bacaan Mad Silah

4. Mad Badal (مَدّ بَدَلْ)

    • Sebab: Setiap hamzah (ء) yang dibaca panjang. Pada dasarnya, ini adalah pertemuan dua hamzah, di mana hamzah pertama berharakat dan yang kedua sukun, lalu hamzah kedua diganti (badal) menjadi huruf mad yang sesuai dengan harakat hamzah pertama.
    • Panjang: 2 harakat.
    • Contoh:
      • آمَنَ (āmana), asalnya أَأْمَنَ
      • إِيْمَانًا (īmānan), asalnya إِئْمَانًا
      • أُوْتُوا (ūtū), asalnya أُؤْتُوا

B. Mad Far’i yang Disebabkan oleh Sukun (ـْ)

  1. Mad ‘Aridh Lissukun (مَدّ عَارِضْ لِلسُّكُوْن)
    • Sebab: Huruf mad bertemu dengan huruf yang disukunkan karena waqaf (berhenti). Sukunnya tidak asli, melainkan ada karena bacaan dihentikan.
    • Panjang: Boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat (harus konsisten).
    • Contoh:
      • الْعَالَمِيْنَ (al-'ālamīīīn), berhenti pada kata الْعَالَمِيْنَ
      • تَعْلَمُوْنَ (ta'lamūūūn), berhenti pada kata تَعْلَمُوْنَ
      • نَسْتَعِيْنُ (nasta'īīīn), berhenti pada kata نَسْتَعِيْنُ
  2. Mad Lin / Mad Layyin (مَدّ لِيْن)
    • Sebab: Terjadi saat waqaf pada huruf yang didahului oleh huruf lin, yaitu waw sukun (وْ) atau ya sukun (يْ) yang diawali huruf berharakat fathah.
    • Panjang: Boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat.
    • Contoh:
      • مِنْ خَوْفٍ (min khauuuf), berhenti pada kata خَوْف
      • هَذَا الْبَيْتِ (hāżal baiiiit), berhenti pada kata الْبَيْت
  3. Mad Lazim (مَدّ لَازِمْ)
    • Sebab: Huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid (syaddah) atau sukun asli (bukan karena waqaf).
    • Panjang: Wajib dibaca 6 harakat. Ini adalah mad terpanjang.
    • Jenis-jenis Mad Lazim:
      • Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal: Huruf mad bertemu tasydid dalam satu kata. Contoh: وَلَا الضَّالِّيْنَ (waladh-dhāāāāllīn)
      • Mad Lazim Kalimi Mukhaffaf: Huruf mad bertemu sukun asli dalam satu kata. Hanya ada satu dalam Al-Qur’an: آلْآنَ (āāāāl-āna) di Surah Yunus.
      • Mad Lazim Harfi Mutsaqqal: Terjadi pada huruf pembuka surah (fawatih as-suwar) yang saat dieja terdiri dari 3 huruf, di mana huruf tengahnya adalah huruf mad dan huruf ketiganya di-idgham-kan (lebur) ke huruf berikutnya. Contoh: الۤمّٓ (dibaca: Alif Lāāāāmm-Mīīīm)
      • Mad Lazim Harfi Mukhaffaf: Terjadi pada huruf pembuka surah yang saat dieja terdiri dari 3 huruf, di mana huruf tengahnya huruf mad dan huruf ketiganya sukun asli (tidak di-idgham-kan). Contoh: نٓ (dibaca: Nūūūūn), قٓ (dibaca: Qāāāāf)
  4. Mad Farq (مَدّ فَرْق)
    • Sebab: Bertemunya hamzah istifham (untuk bertanya) dengan hamzah wasl pada lam ta’rif (ال). Fungsinya untuk membedakan kalimat tanya dan kalimat berita.
    • Panjang: 6 harakat.
    • Contoh:
      • قُلْ آلذَّكَرَيْنِ (qul āāāāżżakarain)
      • آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ (āāāāllāhu ażina lakum)

Tabel Ringkasan Hukum Bacaan Mad

Kategori Jenis Mad Sebab Panjang (Harakat) Contoh (lafaz)
Mad Asli Mad Thabi’i Tidak ada sebab khusus 2 قَالَ – يَقُوْلُ – قِيْلَ
Mad Far’i Mad Wajib Muttasil Huruf Mad bertemu Hamzah (satu kata) 4 atau 5 جَاءَ
Mad Jaiz Munfasil Huruf Mad bertemu Hamzah (lain kata) 2, 4, atau 5 يَا أَيُّهَا
Mad Shilah Thawilah Ha Dhamir bertemu Hamzah 2, 4, atau 5 عِنْدَهُ إِلَّا
Mad Badal Hamzah mendahului Huruf Mad 2 آمَنَ
Mad ‘Aridh Lissukun Huruf Mad bertemu Sukun karena Waqaf 2, 4, atau 6 الْعَالَمِيْنَ
Mad Lin (Layyin) Huruf Lin bertemu Sukun karena Waqaf 2, 4, atau 6 خَوْفٍ
Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal Huruf Mad bertemu Tasydid 6 الضَّالِّيْنَ
Mad Lazim Kalimi Mukhaffaf Huruf Mad bertemu Sukun Asli 6 آلْآنَ
Mad Lazim Harfi Mutsaqqal Huruf di awal surah (Idgham) 6 الۤمّٓ
Mad Lazim Harfi Mukhaffaf Huruf di awal surah (Izhar) 6 نٓ
Mad Farq Hamzah Istifham bertemu Hamzah Wasl 6 آلذَّكَرَيْنِ

Demikian catatan singkat ini mengenai Hukum Bacaan Mad. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Mapel Al-Qur’an-Hadits pada SMPS Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel

 

Link Postingan/Artikel terkait:

Hukum Bacaan Mad

Tanya Jawab Hukum Bacaan Mad: Mad Iwad (1)

Tanya Jawab Hukum Bacaan Mad: Mad Layyin (2)

Tanya Jawab Hukum Bacaan Mad: Mad Arid Lissukun (3)

Hukum Bacaan Mad: Mad Wajib Muttasil

Materi Ajar Al-Qur’an-Hadits Kelas VIII SMP: Hukum Bacaan Mad (1)

Materi Ajar Al-Qur’an-Hadits Kelas VIII SMP: Hukum Bacaan Mad (2)

Instruksi Pembelajaran dan Tugas untuk Materi Ajar Al-Qur’an-Hadits Kelas VIII: Hukum Bacaan Mad (2)

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts