Mufradat “Cinta” dalam Bahasa Arab

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGSANTRI.COM – Dalam Bahasa Arab, Mufradat yang terkait Cinta dan Kasih sayang, banyak sekali, dan tentu akan lebih banyak lagi jika merujuk kepada konteks cinta dan kasih sayang itu sendiri dialamatkan kepada siapa, maksud dan tujuannya untuk apa?

Berikut ini, ada 50 mufradat terkait cinta dan kasih sayang dalam Bahasa Arab.

  1. Al-Mahabbah (Kasih sayang);
  2. Al-Alaqah (Cinta, Hubungan, Segumpal darah);
  3. Al-Hawa (Hasrat, Nafsu, Keinginan);
  4. Ash-Shabwah (Kerinduan);
  5. Ash-Shababah (Kerinduan yang halus);
  6. Ash-Syaghaf (Cinta yang mendalam);
  7. Al-Miqatu (Cinta);
  8. Al-Wajdu (Cinta yang disertai rasa sedih);
  9. Al-Kalaf (Cinta yang mendalam);
  10. At-Tatayyum (Penghambaan);
  11. Al-‘Isyqu (Cinta yang meluap-luap);
  12. Al-Jawa (Cinta yang membara);
  13. Ad-Danafu (Sakit karena cinta);
  14. Asy-Syajwu (Cinta yang berakhir dengan kegelisahan atau kesedihan);
  15. Asy-Syauqu (Rindu);
  16. Al-Khilabah (Cinta yang mengecoh);
  17. Al-Balabil (Yang gelisah);
  18. At-Tabarih (Cinta yang memuncak);
  19. As-Sadam (Cinta yang berakhir dengan sesal dan rasa sedih);
  20. Al-Ghamarat (Bodoh, lalai dan mabuk);
  21. Al-Wahl (Takut, gemetar);
  22. Asy-Syajanu (Membutuhkan);
  23. Al-La’iju (Hangus, terbakar);
  24. Al-Ikti’ab (Merana karena sedih);
  25. Al-Washabu (Derita Cinta);
  26. Al-Hazanu (Kesedihan);
  27. Al-Kamadu (Kesedihan yang terpendam dalam hati);
  28. Al-Ladz’u (Terbakar api);
  29. Al-Huraqu (Gejala cinta);
  30. As-Suhdu (Sulit tidur);
  31. Al-Araqu (Tidak dapat tidur);
  32. Al-Lahfu (Sedih);
  33. Al-Hanin (Kerinduan, Belas kasih);
  34. Al-Istikanah (Tunduk, Menyerah);
  35. At-Tabbalah (Derita cinta);
  36. Al-Lau’ah (Terbakar kerinduan);
  37. Al-Futun (Cobaan, Ujian);
  38. Al-Junun (Gila, Tidak waras);
  39. Al-Lamamu (Setengah gila);
  40. Al-Khablu (Binasa);
  41. Ar-Rasis (Teguh, Tegar);
  42. Ad-Da’ul Mukhamir (Penyakit yang merasuk);
  43. Al-Wuddu (Kasih yang tulus);
  44. Al-Khullah (Satu cinta);
  45. Al-Khilmu (Sahabat);
  46. Al-Gharam (Cinta yang dibutuhkan);
  47. Al-Huyam (Sangat dahaga);
  48. At-Tadliyah (Gila, Linglung);
  49. Al-Walahu (Tidak waras dan bingung);
  50. At-Ta’abbud (Penghambaan)

Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam “Kitab Dzam al-Hawa”, keluasan Bahasa Arab memberikan pemaknaan tentang kata “Cinta” merujuk kepada peringkat dan makna cinta serta kosakata yang menggambarkannya.

Seperti: Pandangan mata atau berita yang didengar bisa melahirkan rasa senang disebut ‘Aliqa, Apabila melebihinya sehingga terbetik untuk mendekat maka disebut Mail, Dan bila keinginan itu mencapai tingkat kehendak untuk menguasainya maka disebut Mawaddah. 

Bila seseorang bersedia berkorban atau membahayakan dirinya demi kekaksihnya dinamakan Al ‘Isyq, sedangkan jika cinta telah memenuhi hati seseorang sehingga tidak ada lagi tempat bagi yang lain maka dinamakan at-tatayum, dan Jika ia tidak lagi dapat menguasai dirinya atau tidak mampu lagi berpikir membedakan sesuatu akibat cinta maka keadaan ini dinamai Walih. 

Demikian Cinta dalam Mufradat Bahasa Arab. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts