Oleh: Ahmad Fathoni Muhsinin
BLOGSANTRI.COM – Sehebat apapun keterangan Sheikh Aiman dalam koreksinya TETAP SAJA keterangan beliau tersebut tidak akan mencapai sebuah kesempurnaan bacaan pada kita sampai kita MENTALAQQIKAN bacaan kita di hadapan Guru.
Mengikuti pendapat guru dalam pentalaqqiyan langsung lebih utama dari mengambil pendapat ulama’ yang hanya kita dengar melalui konten media yang kita tidak bertalaqqi langsung padanya …
Guru-guru kita adalah orang yang bertalaqqi kepada gurunya dan mendapatkan kepastian bacaan dari guru-guru mereka sebelumnya sehingga bacaannyalah yang lebih pantas untuk kita ikut dan ambil karena kita mendapat koreksi langsung darinya …
Adapun Video yang di sampaikan yang kita dengar dari seorang sheikh adalah kutipan dan penguat atas pentalaqqiyan kita pada guru-guru yang kita belajar langsung padanya …
Video bukanlah dalil untuk membenarkan bacaan kita terlebih orang yang menyampaikan video tersebut ternyata tidak pernah MENTALAQQIKAN bacaannya sama sekali pada guru yang kompeten.
القراءة السنة متبعة يأخذها الأخر عن الأولين
Bacaan Al-Qur’an merupakan sunnah yang harus diikuti, orang-orang yang terakhir mengambilnya dari Orang-orang yang pertama.
Imam Muzahim telah mengingatkan kita:
وإِنَّ لَنَا أَخْذَ القِرَاءَةِ سُنَّةً * عَنْ الأَوَّلِينَ المُقْرِئِينَ ذَوِى السِّتْرِ
Bahwasannya prinsip kami dalam belajar Al-Qur’an adalah dengan ber-talaqqi secara langsung, dan hal ini merupakan sunnah. Bacaan tersebut diambil dari muqri generasi pertama yang memiliki akhlak mulia yang menutupi aib dirinya dan orang lain. (*)
Iklan

