Bagaimana Mengenal Perbedaan Aswaja dan Wahabi?

BLOGSANTRI.COM – Berikut ini Tanya-Jawab terkait Perbadaan Aswaja dan Wahabi.

PERTANYAAN: Bagaimana cara mengetahui Wahabi itu, ustadz? Karena yang ana dengar Wahabi itu juga ada terbagi 2. Ana lupa nama nya apa aja?

JAWABAN: Ust. Ahmad Bayu Al-Hafidz, {Asatidz Tsirwah}

Pembagian bid’ah

Wahabi/salafi: Bid’ah duniawi dan Bid’ah ukhrowi

Pembagian bid’ah aswaja: Bid’ah hasanah dan Bid’ah dholalah

Aqidah wahabi/salafi: Allah bertempat di atas Arsy di langit Aqidah aswaja: Allah ada tanpa tempat.
Penerimaan hadits wahabi/salafi: Hadits dhoif tertolak sama sekali Penerimaan hadits aswaja: Hadits dhoif boleh dipake dalam fadhilah amal, siroh, dan targhib-tarhib

Fiqih wahabi/salafi: Tidak boleh taqlid dan bermadzhab
Fiqih aswaja: Wajib taqlid dan bermadzhab, kecuali sudah mujtahid

Aqidah wahabi/salafi: Tri tauhid, ada tauhid uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifat
Aqidah aswaja: Sifat 20

Tokoh pedoman dalam aqidah wahabi/salafi: Ibnu taimiyah
Tokoh pedoman dalam aqidah aswaja: Imam asy’ari dan imam maturidi

Penyikapan wahabi/salafi: Istighotsah, tabarruk dan tawassul merupakan perkara ushul, sehingga selain haram juga syirik.
Penyikapan aswaja: Istighotsah, tabarruk dan tawassul merupakan perkara furu fiqih, hukumnya boleh bahkan dianjurkan

Perbedaan fiqih dianggap sesat oleh wahabi/salafi Sedangkan bagi aswaja perbedaan fiqih merupakan khilafiyah biasa.

JAWABAN: Ustadz Agam

Wahabi itu apa? Sebuah sekte Islam yang kaku dan keras serta menjadi pengikut Muhammad Ibn Abdul Wahab. Pemikiran Wahabi yang keras dan kaku ini dipicu oleh pemahaman keagamaan yang mengacu bunyi harfiah teks al-Qur’an maupun al-Hadits. Ini yang menjadikan Wahabi menjadi sangat anti-tradisi, menolak tahlil, maulid Nabi Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya.

Pemahaman yang literer ala Wahabi pada akhirnya mengeklusi dan memandang orang-orang di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam. Dus, orang Wahabi merasa dirinya sebagai orang yang paling benar, paling muslim, paling saleh, paling mukmin dan juga paling selamat. Mereka lupa bahwa keselamatan yang sejati tidak ditunjukkan dengan klaim-klaim Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yang ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.

Salaf itu apa? Para sahabat, tabi’in dan atba’it tabiin yang hidup sampai batas 300 H. Merekalah sebaik-baiknya generasi, sebagaimana termaktub dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dengan sanad dari Abdullah bin Mas’ud dari nabi SAW:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ يَجِئُ

قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمَيْنُهُ وَ يَمَيْنُهُ شَهَادَتُهُ

Artinya:

“Sebaik-baik manusia adalah pada zamanku (sahabat), kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’in), kemudian yang setelahnya lagi (atba’it tabi’in), kemudian akan datang suatu kaum yang persaksiannnya mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksiannya.”

Meskipun definisi mereka sampai batas 300 H, di sini ada catatan penting yaitu keselarasan mereka dengan Al-Quran dan Hadits. Jika hanya hidup pada rentang masa 300 H tetapi kontradiksi dengan kedua pedoman ini, maka tidak disebut sebagai salaf.

Salah satu contohnya adalah sekte musyabbihah yang hidup pada masa itu. Musyabbihah adalah kelompok tekstualis dalam membaca Al-Quran dan hadits yang meyakini bahwa Allah serupa dengan makhluk-Nya, yaitu memiliki anggota tubuh antara lain bertangan, berkaki, bermulut, bermata, dan seterusnya.

Salafi itu apa? Mereka (ulama maupun orang biasa) yang datang setelah 300 H dan dinisbahkan pada kaum salaf yang telah disebutkan di atas, juga menganut manhajnya (metode).

Istilah “salafi” ini dapat dikaitkan dengan semua orang yang yang mengikuti manhaj salaf, bahkan kita pun bisa, namun itu terjadi jika memang benar-benar perilaku dan manhajnya berdasarkan salaf, bukan hanya menyandang titel salafi tetapi perilakunya berbeda.

Mahzab Syafi’i, Hambali, Ma’arif, NU, Muhammadiyah,hanafi itu apa?

Pengertian Mazhab secara bahasa terbagi menjadi tiga makna:

1. Mazhab berarti al-mu’taqad, yang diyakini.

2. Mazhab itu memiliki makna at-thariqah, jalan atau metode.

3. Secara istilah itu “ma dzahaba ilayhil imam minal aimmah minal ahkam al-ijtihadiyah ” Sesuatu yang menjadi pendapat imam atau ahli agama tentang hukum-hukum yang ijtihadiyah yang digali dari sumbernya. Itu maknanya secara bahasa dan secara istilah.

Jadi, klo madzab Syafi’i metode/jalan nya mengikuti Imam Syafi’i begitu juga untuk madzab Hanbali, Hanafi juga Maliki.

FOKUS PADA Ke-NU-an, saya uraikan sedikit tentang Garis-garis besar Pemikiran NU:
1. NU mendasarkan keagamaan nya kepada sumber ajaran Islam yaitu: Al-Qur’an , As-sunah , Al-ijma’ (. Kesepakatan Para sahabat dan Ulama ), Al-qiyas ( analogi )
2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan Jalan pendekatan Madzhab yaitu:
a. DALAM BIDANG AQIDAH , NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-maturidi.

b. DALAM BIDANG FIQIH , NU mengikuti Imam Abu Hanifah an-nu’man , Imam Malik bin Anas , Imam Muhammad bin Idris As-syafi’i , Imam Ahmad bin Hambal.

c. DALAM BIDANG TASAWUF : NU mengikuti Imam Junaedi al-Baghdadi , Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, wahabi merupakan aliran sempalan yang menyimpang dari ahlussunnah wal jama’ah. Dalam muktmar internasional ulama aswaja di chechnya pada tahun 2016, wahabi tidak dianggap sebagai ahlussunnah wal jama’ah.

Wallahu a’lam bish-shawab. (*)

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts