Puisi: Di Penghujung Jalan

Oleh: Nur Zahda Annisa Fadly, Putri IMMIM Kelas IX #Visioner824

Zahda. (foto: ist/blogsantri)
Nur Zahda. (foto: ist/blogsantri)

Kutatap dia dengan teduh
Hembusan angin menerpa lembut kulitku
Kuberdiri sambil menantap
Matahari yang sedikit demi sedikit akan lenyap

Perlahan lahan akan menghilang
Kutatap dia dengan teduh
Dia yang selalu menepati janji

Menepati janji akan kembali
Di sepengunjung jalan ini
Kini aku temukan sosok
Sosok yang sangat aku kagumi

Dia ibarat seseorang di sepengunjung jalan
Menatap teduhh penuh pilu
Sambil berhalusinasi tentang kehidupan selanjutnya

Ingin ku ukir kisah ini bersamanya
Melangkah maju menembus dinding kehidupan
Akankah aku dan dia bisa mengukir kisah?

Dia bagaikan langit dan aku buminya
Tidak akan bisa aku gapai
Dia begitu sempurna, berlimpah kasih sayang

Namanya sering disebut semua orang
Apalah dayaku yang hanya bisa menatap
Kehadiran dirinya di sepengunjung Jalan Kota Busan

Menatap pilu takdir yang tidak
Akan bisa bersama dengannya
Walau begitu akan indah pada waktunya.

Desember 2020.


Lihat pula: Mengenal PUEBI sebagai Pondasi Tulisan

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts