BLOGSANTRI.COM – Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘A’laihi Wa Sallam pernah berkata pada Al-Asyah bin ‘Abdul Qois, “Dalam dirimu terdapat dua sifat yang Allah suka yaitu Al-Hilm (tidak cepat marah) dan Al-anaah (tidak tergesa-gesa).” (HR. Muslim, No. 20)
عن ابنِ عَبَّاسٍ رَضيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لأَشَجِّ عبْدِ الْقَيْس: « إِنَّ فيك
خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ : الحِلْمُ وَالأَنَاة » رَواهُ مُسلم
Pelajaran Yang Terdapat Dalam Hadits :
1. Kita boleh memuji seseorang di hadapannya selama tidak membuat orang tersebut terlena dengan pujian. Boleh juga karena alasan ingin memberi contoh pada yang lain.
2. Sifat Hilm (tidak cepat marah) adalah sifat yang terpuji.
3. Sifat Al-anaah (tidak tergesa-gesa) pada sesuatu juga patut dimiliki.
4. Allah memililiki sifat cinta. Sesuatu yang Allah cintai berarti sifat terpuji.
Ayat Al Qur’an Yang Berkaitan Dengan Hadits Tersebut :
1. QS. Ali ‘Imran : 134
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
“(Yaitu) Orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
2. QS Al-Anbiya’ 37
خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Artinya:
“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”
Ya Allah, limpahkan kesabaran atas diri kami. Berilah kami jiwa yang senantiasa Ridha atas ketetapan-Mu, dan selalu merasa cukup atas pemberian-Mu.
Barakallahu fiikum. (*)

