Ujian Semester Genap Mapel SKI Kelas XII

Related Post: Islam masuk ke Nusantara saat Rasulullah SAW masih Hidup

Ujian Sebelumnya:

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Soal Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII SMA/MA 

BLOGSANTRI.COM – Sebelum menjawab soal-soal dibawah ini, diwajibkan terlebih dahulu untuk menyimak ulang materi pembelajaran selama 10 menit pada link berikut:

Materi Pembelajaran SKI Kelas 12 SMA Kurikulum 2013

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar (waktu: 60 menit)

  1. Sebutkan dan jelaskan teori masuknya Islam ke Nusantara?
  2. Jelaskan proses masuknya Islam di jazirah Sulawesi Selatan
  3. Sebutkan situs sejarah dan kebudayaan Islam di Makassar-Gowa yang pernah kamu datangi dan pelajaran apa yang dapat dipetik dari lokasi/tempat wisata sejarah tersebut?

Selamat Menjawab!

Lihat pula: Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa

 

 

 

- Advertisement -

Get in Touch

  1. Masyruroh azhahra
    XII IPS

    1. • teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    • teori gujarat. adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india.
    • teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    • teori persia.

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3. Kompleks Makam raja-raja Tallo aberada di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan terletak dengan ketinggian 8 meter di atas permukaan laut. Makam raja-raja Tallo ini dulunya adalah bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang sekarang menjadi permukiman penduduk. Pelajaran yg dapat sya ambil yaitu bagaimana cara kita meneladani perjuangannya dalam menyebarluaskan Islam di Sulawesi selatan

  2. nur annisa lathifah kamil
    XII IPA
    1. * teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    *teori gujarat. adalah masuknya islam ke Indonesia berasal dari orang india.
    *teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    *teori persia.

    2. 22 September 1605 (Jumat, 9 Jumadil awal 1014 H), Raja Tallo sekaligus mangkubumi Kerajaan Gowa, I Malingkang Daeng Manyonri’, memeluk Islam. Dia mendapat nama Islam, yaitu Sultan Abdullah Awwalul Islam. Pada saat yang sama, Raja Gowa ke-14, I Manga’rangi Daeng Manrabia, juga memeluk Islam. Dia menerima nama Islam, yaitu Sultan Alauddin.

    Raja Gowa dan Raja Tallo memutuskan memilih Islam dan mengundang guru agama dari Koto Tengah, Minangkabau yang berada di Aceh, untuk mengajarkan Islam di Sulawesi Selatan. Datanglah tiga mubalig yang dikenal sebagai Dato’ Tallu di Makassar atau Datu’ Tellu di Bugis, yaitu Dato’ri Bandang (Abdullah Makmur alias Khatib Tunggal), Dato’ri Pattimang (Sulaiman alias Khatib Sulung), dan Dato’ri Tiro (Abdul Jawad alias Khatib Bungsu). Ketiganya berperan penting dalam Islamisasi di Sulawesi Selatan.

    Menurut Prof. Dr. Ahmad M. Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI sampai Abad XVII, Sultan Alauddin kemudian mengeluarkan dekrit pada 9 November 1607 di hadapan jemaah salat Jumat bahwa Kerajaan Gowa sebagai kerajaan Islam dan pusat Islamisasi di Sulawesi Selatan. Islam menjadi agama kerajaan dan agama masyarakyat.

    Advertising

    Advertising
    Untuk merealisasikan dekrit itu, Sultan Alauddin mengirim utusan ke kerajaan-kerajaan tetangga dengan membawa hadiah untuk para raja. Kerajaan-kerajaan yang menyambut baik antara lain Sawitto, Balanipa di Mandar, Bantaeng, dan Selayar.

    Selain dengan jalan damai, menurut Ahmad, penyebaran Islam juga dilakukan dengan peperangan. Tiga kerajaan Bugis: Bone, Wajo, dan Soppeng yang tergabung dalam aliansi Tellunpoccoe (tiga kerajaan besar), persekutuan untuk menghadapi Kerajaan Makassar, menolak seruan agar memeluk Islam. Maka, pecahlah perang antara Kerajaan Makassar yang terdiri dari Kerajaan Gowa dan Tallo melawan Kerajaan Bugis yang terdiri dari Kerajaan Bone, Soppeng, dan Wajo. Menurut lontara Bugis perang itu disebut mussu selleng (perang pengislaman) yang oleh antropolog Prancis, Christian Pelras, penulis Manusia Bugis, diterjemahkan sebagai Islamic war.

    “Meskipun terjadi perang dengan raja-raja Bugis yang menolak ajakan pengislaman akibat kesalahpahaman, Gowa senantiasa tetap menyebarkan Islam menurut prinsip dawah Islamiyah. Bagi masyarakat Bugis perang itu dianggap sebagai musu selleng (perang pengislaman) yang menyimpan banyak korban dan dendam,” tulis Prof. Dr. Abu Hamid dalam biografi ulama Sulawesi Selatan, Syekh Yusuf Seorang Ulama Seorang Pejuang.

    Ahmad menyatakan bahwa terlepas dari motivasi yang mendorong Sultan Alauddin mengumumkan perang terhadap kerajaan-kerajaan Bugis, perang itu menguntungkan proses Islamisasi di Sulawesi Selatan sebab diiringi dengan pengislaman terhadap raja-raja yang ditaklukkan. Gowa menaklukkan Kerajaan Soppeng pada 1609, Kerajaan Wajo pada 1610, dan Kerajaan Bone 1611. Dengan Raja Bone masuk Islam, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan telah memeluk Islam, kecuali Tana Toraja.

    “Dengan demikian proses Islamisasi antara 1605 sampai 1611 merupakan periode penerimaan Islam secara besar-besaran. Setelah itu, dimulailah proses sosialisasi Islam ke dalam struktur kerajaan dan kehidupan masyarakat. Kelihatannya, proses itu berjalan dengan tidak banyak menimbulkan pertentangan. Hal ini terjadi karena sejak semula, penyebaran Islam dilakukan atas prakarsa raja, serta atas kemampuan adaptasi yang diperlihatkan oleh para penyiar Islam,” tulis Ahmad

    3.
    Benteng somba upo
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.

    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.

    Benteng fort rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.

    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  3. Hassya Andhara Aflaha Furqani
    XII. IPA

    1. • Teori Gujarat
    Pendapat tentang teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama datang dari teori Gujarat. Dalam teori ini, diceritakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dari pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang mengatakan bahwa asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Kemudian, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang India lah yang membawanya ke Indonesia.
    Pendapat ini juga ditegaskan oleh Snouck Hurgronje dalam buku ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious bahwa hubungan dagang Indonesia dan India telah lama terjalin, kemudian inskripsi tertua tentang Islam terdapat di Sumatera memberikan gambaran hubungan antara Sumatera dengan Gujarat.
    Selain itu, ada juga teori Gujarat dari Moquette di mana ia mengatakan bahwa agama Islam di Tanah Air berasal dari Gujarat berdasarkan bukti peninggalan artefak berupa batu nisan di Pasai, kawasan utara Sumatera pada 1428 M.
    Adapun, batu nisan itu memiliki kemiripan dengan batu nisan di makam Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur, yakni memiliki bentuk dengan batu nisan di Cambay, Gujarat, India.
    • Teori Mekah
    Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi dari teori Gujarat. Dalam teori masuknya Islam ke Indonesia ini diterangkan bahwa Arab Saudi memegang peranan yang besar.
    Pasalnya, menurut Hamka, bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Adapun, disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Hal ini dibuktikan setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    Kemudian, di masa Dinasti Umayyah pengaruh semakin meluas hingga ke Nusantara. Menurut Arnold (Morrison 1951) bukti masuknya Islam ke Indonesia dari para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka berdagang hal ini juga sesuai dengan fakta pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman di pesisir pantai Sumatera. Para pedagang Arab tersebut juga melakukan pernikahan dengan penduduk lokal sehingga agama Islam semakin menyebar di Nusantara.
    • Teori Persia
    Teori masuknya Islam ke Indonesia terakhir adalah Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia singgah di Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Terbukti, peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura.
    Selain itu, di Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengarak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Selanjutnya, teori ini juga didukung dengan kesamaan ajaran Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Ketiga, penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajian Al-Quran tingkat awal.
    Kesamaan terakhir adalah nisan pada makam Malik Saleh dan Malik Ibrahim dipesan dari Gujarat dan terdapat pengakuan umat Islam terhadap madzhab Syafi’i di daerah Malabar.

    2. Ajaran agama dari Jazirah Arab ini tidaklah masuk secara bersamaan ke seluruh penjuru Nusantara. Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, termasuk Kerajaan Gowa contohnya, bisa dikatakan terlambat dibandingkan dengan wilayah Sumatera dan Jawa. Jika di kedua wilayah tersebut Islam telah berkembang pesat sejak abad ke-10, pengaruh Islam di Sulawesi baru muncul sekitar abad ke-16. Penyebabnya adalah kegiatan dagang di sana baru ramai akhir abad ke-16 hingga permulaan abad ke-17

    3. • Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah. Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Tidak hanya museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.
    • Museum Kota Makassar
    Saya dapat mengetaui foto-foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog.

  4. 1. 1. Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    2. Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    3. Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.(ANG)

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  5. Nama: Putri yulita shabana
    Kelas: XII.IPA

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  6. Faradilla Mulyasari
    XII.IPA

    1.TEORI GUJARAT
    Dalam teori ini, diceritakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dari pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang mengatakan bahwa asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Kemudian, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang India lah yang membawanya ke Indonesia.

    TEORI MEKAH
    Dalam teori masuknya Islam ke Indonesia ini diterangkan bahwa Arab Saudi memegang peranan yang besar.bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Adapun, disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.

    TEORI PERSIA
    Dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia singgah di Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.

    2.Ajaran agama dari Jazirah Arab ini tidaklah masuk secara bersamaan ke seluruh penjuru Nusantara. Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, termasuk Kerajaan Gowa contohnya, bisa dikatakan terlambat dibandingkan dengan wilayah Sumatera dan Jawa. Jika di kedua wilayah tersebut Islam telah berkembang pesat sejak abad ke-10, pengaruh Islam di Sulawesi baru muncul sekitar abad ke-16. Penyebabnya adalah kegiatan dagang di sana baru ramai akhir abad ke-16 hingga permulaan abad ke-17.

    3. Fort Rotterdam dan Museum Kota Makassar
    pelajaran yg dapat saya petik adalah Saya dapat mengetaui foto-foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog.

  7. 1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  8. 1. •teori arab
    adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab
    •teori gujarat
    adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india
    •teori tiongkok
    adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu
    •teori persia
    adalah masuknya berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    3. Kompleks Makam raja-raja Tallo aberada di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan terletak dengan ketinggian 8 meter di atas permukaan laut. Makam raja-raja Tallo ini dulunya adalah bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang sekarang menjadi permukiman penduduk. Pelajaran yg dapat sya ambil yaitu bagaimana cara kita meneladani perjuangannya dalam menyebarluaskan Islam di Sulawesi selatan

  9. 1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  10. Amalia Nurhaliza kp (XII IPA)
    jawaban SKI :
    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  11. NURUL SAPIRA
    KELAS : XII.MIPA

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  12. 1. 1. Teori Gujarat
    Teori gujarat adalah teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama kali dikemukakan olehSnouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Dalam teori ini disebutkan bahwa Islam di Indonesia sebetulnya berasal dari Gujarat, India dan mulai masuk sejak abad ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak benua India, seperti Gujarat, Bengali, dan Malabar. Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada masa itu memang telah menjalin hubungan dagang dengan India melalui saluran Indonesia-Cambay.[BACA:Sejarah Masuknya Islam di Indonesia]Berdasarkan teori ini, masuknya Islam ke Indonesia ini diyakini berasal dari Gujarat karena didasarkan pada adanya bukti berupa batu nisan Sultan SamuderaPasai Malik as-Saleh berangka tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Selain itu, teori gujarat juga didasarkan pada corak ajaran Islam yang cenderung memiliki warna tasawuf. Ajaran ini dipraktikan oleh orang muslim di India Selatan, mirip dengan ajaran Islam di Indonesia pada awal berkembangnya Islam.
    2. Teori PersiaTeori persia adalat teori masuknya Islam ke Indonesia yang dikemukakan olehHoessein Djajadiningrat. Dalam teori ini dikemukakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam yang berasal dari Persia (Iran). Islam diyakini dibawa oleh para perdagang Persia mulai pada abad ke 12.Teori persia berlandaskan pada bukti maraknya paham Syiah pada awal masuknya Islam ke Indonesia.Selain itu, ada kesamaan tradisi budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Peringatan 10 Muharam atau hari Asyura di Iran dengan upacara Tabuik atau Tabut di Sumatera Barat dan Jambi sebagai lamang mengarak jasad Husein bin Ali bin Abi Thalib yang terbunuh dalam peristiwa Karbala menjadi salah satu contohnya. Bahkan kuatnya tradisi Syiah masih terasa hingga saat ini.[BACA:Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia]Adanya suku Leran dan Jawi di Persia menunjukan bukti bahwa orang-orang Persia yang membawaIslam ke Indonesia. Suku ini disinyalir merujuk pada orang-orang Leran dari Gresik dan suku Jawa. Selain itu, dalam suku Jawa dikenal dengan tradisi penulisan Arab Jawa atau Arab Pegon sebagaimana diadopsi oleh masyarakat Persia atas Tulisan Arab. Hal ini diperkuat dengan istilah Jer yang lazim digunakan masyarakat Persia.
    3. Teori Arab atau Teori Mekah
    Berdasarkan teori Arab, masuknya Islam ke Indonesia diyakini berasaldari Arab, yaitu Mekkah dan Madinah pada abad perama Hijriahatau abad ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada adanya bukti perkampungan Islam di Pantai Barus, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini disebut dengan wilayah Ta-Shih. Ta-Shih adalah sebutan orang-orang China untuk orang Arab. Bukti ini terdapat dalam dokumen dari Cina yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip catatan seorang ahli geografi, Chou Ku-Fei. Dia mengatakan adanya pelayaran dari wilayah Ta-Shih yang berjarak 5 hari perjalanan ke Jawa.Dalam dokumen China keberadaankomunitas muslim Arab di Pantai Barus tercatat sekitar tahun 625 Masehi. Menilik tahun tersebut, berarti hanya sembilan tahun dari rentang waktu ketika Rasululloh menetapkan dakwah Islam secara terbuka kepada penduduk Mekkah. Beberapa sahabat telah berlayar dan membentuk perkampungan Islam di Sumatera. Pelayaran ini sangat mungkin terjadi mengingay adanya perintah Rasululloh agar kaum muslimin menuntut ilmu ke negeri Cina. Hal ini berarti Islam masuk ke Indonesia saat Rosululloh masih hidup.

    2. Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

    3. Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin

  13. 1. TEORI GUJARAT. Teori ini menyatakan bahwa islam masuk ke dalam nusantara karena dibawa oleh pedagang dan saudagar yang datang dari GUJARAT INDIA. Bukti yang menjadi dasar teori ini adalah batu nisan dari Malik As-Saleh dari Kesultanan Samudera Pasai yang identik dengan nisan dari India. Bukti lainnya adalah catatan perjalanan pelancong bernama Maropolo.
    TEORI PERSIA. Teori ini menegaskan bahwa islam juga dibawa oleh para pedagang dan saudagar tetapi berasal dari tanah PERSIA meski dalam perjalanan mereka juga diyakini singgah di wilayah Gujarat. Bukti pendukung teori ini adalah upacara tabot yang identik dengan ritual tahunan yang ada di Persia.
    TEORI MAKKAH. Teori ini meyakini bahwa islam masuk di nusantara melalui saudagar dan pedagang dari Arab yang datang langsung ke Indonesia.Teori ini juga meyakini bahwa islam sudah mulai ada sejak abad ke-7.
    TEORI CINA. Pendukung teori ini meyakini bahwa islam masuk ke nusantara melalui saudagar yang asalnya dari Cina di abad ke-7 Masehi. Bukti yang jadi pendukung teori ini antara lain masjid yang dibangun dengan gaya khas Tiongkok, catatan-catatan (kronik dan hikayat).
    2.Portugis pertama kali memasuki Sulawesi Selatan tahun 1540 M, mereka menemukan telah banyak orang Islam di Gowa ibukota Kerajaan Makassar.

    Pada masa raja Gowa ke-10 Tunipalangga (1546 – 1565), raja ini memberi izin kepada orang-orang Melayu untuk menetap di Mangalekana (Somba Opu). Raja Gowa ke-12 Tunijallo’ telah mendirikan masjid bagi muslimin di tempat itu. Inilah masjid pertama yang di dirikan di negeri orang Makassar dan Bugis di Sulawesi Selatan. Para pedagang muslim itulah yang banyak memberi pengaruh kepada orang-orang Makassar memeluk Islam.

    Islamisasi di Sulawesi Selatan selanjutnya dihubungkan dengan kedatangan dan peranan tiga orang ulama asal Minangkabau, secara khusus dikirim oleh Sultan dari Kerajaan Aceh. Ketiga ulama itu : Abdul Makmur Khatib Tunggal (Datuk ri Bandang), Khatib Sulaiman (Datuk Patimang) dan Abdul Jawab Khatib Bungsu (Datuk Tiro).

    Untuk penyebaran Islam secara efektif, ketiga ulama itu memandang perlu menggunakan pengaruh Raja Luwu. Karena Luwu adalah kerajaan tertua dan rajanya masih memiliki kharisma di kalangan raja-raja. Salah satu tonggak sejarah dalam awal periode Islamisasi ini, bahwa raja yang mula-mula memeluk Islam di Sulawesi Selatan ialah Datu Luwu La Patiware’ Daeng Parabbung, diberi gelar Sultan Muhammad, pada tanggal 13 Ramadhan 1013 H. (1603 M).
    3. Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar.

    Letak wilayah inti kerajaan ini berada di daerah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

    Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-17, ketika kesultanan ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan mengembangkan berbagai inovasi di bidang pemerintahan, ekonomi, militer, dan sosial budaya.

    Awal mula kejayaan kerajaan ini tidak lepas dari peran Karaeng Patingalloang, seorang mangkubumi yang menjalankan kekuasaan pada 1639-1654, mendampingi Sultan Malikussaid yang kala itu masih kecil.

    Pemimpin kesultanan Gowa-Tallo yang paling terkenal adalah Sultan Hasanuddin.

    Saat Sultan Hasanuddin memerintah, terjadi perlawanan sengit melawan VOC yang melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dari Kepulauan Maluku.
    Dengan berbagai cara, baik damai ataupun paksaan, sembilan komunitas tersebut membentuk Kerajaan Gowa.

    Tomanurung kemudian diangkat menjadi raja dan mewariskan Kerajaan Gowa kepada putranya, Tumassalangga.

    Bukti genealogis dan arkeologis mengisyaratkan bahwa pembentukan Kerajaan Gowa terjadi pada sekitar tahun 1300, di mana masyarakat dan penguasanya masih menganut kepercayaan animisme.
    pada saat duduk di bangku kelas X kami mendatangi
    Kerajaan Gowa pernah terbelah menjadi dua setelah masa pemerintahan Tonatangka Lopi pada abad ke-15.

    Dua putra Tonatangka Lopi, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero, berebut takhta sehingga terjadilah perang saudara.Setelah Batara Gowa menang, Karaeng Loe ri Sero turun ke muara Sungai Tallo dan mendirikan Kerajaan Tallo. Selama bertahun-tahun, dua kerajaan bersaudara ini tidak pernah akur.

    Hingga pada akhirnya, Gowa dan Tallo bersatu dalam kesepakatan “dua raja tetapi satu rakyat” pada 1565.

    Setelah bersatu kembali, kerajaan ini disebut Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar dengan sistem pembagian kekuasaan.
    Raja dipilih dari garis keturunan Gowa, sedangkan perdana menterinya dari keturunan Tallo.
    pada saat kelas X kami sempat mendatangi beberapa tempat sejarah di sulawesi selatan seperti museum kota makassar, Benteng Somba Opu,Benteng Fort Rotterdam pada saat itu kami mempelajari banyak hal yang belum pernah kami ketahui atau informasi yang kami dapatkan tidak bgtu kuat dengan adanya kunjungan tersebut bisa membuat kami memahami hal” tersebut

  14. Faradilla XII IPA

    1.Sebutkan dan jelaskan teori masuknya Islam ke Nusantara?
    :•Teori Gujarat
    Pendapat tentang teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama datang dari teori Gujarat. Dalam teori ini, diceritakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dari pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang mengatakan bahwa asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Kemudian, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang India lah yang membawanya ke Indonesia.
    Selain itu, ada juga teori Gujarat dari Moquette di mana ia mengatakan bahwa agama Islam di Tanah Air berasal dari Gujarat berdasarkan bukti peninggalan artefak berupa batu nisan di Pasai, kawasan utara Sumatera pada 1428 M.
    Adapun, batu nisan itu memiliki kemiripan dengan batu nisan di makam Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur, yakni memiliki bentuk dengan batu nisan di Cambay, Gujarat, India.

    •Teori Mekah
    Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi dari teori Gujarat. Dalam teori masuknya Islam ke Indonesia ini diterangkan bahwa Arab Saudi memegang peranan yang besar.
    Pasalnya, menurut Hamka, bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Adapun, disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Hal ini dibuktikan setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    Kemudian, di masa Dinasti Umayyah pengaruh semakin meluas hingga ke Nusantara. Menurut Arnold (Morrison 1951) bukti masuknya Islam ke Indonesia dari para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka berdagang hal ini juga sesuai dengan fakta pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman di pesisir pantai Sumatera. Para pedagang Arab tersebut juga melakukan pernikahan dengan penduduk lokal sehingga agama Islam semakin menyebar di Nusantara.

    •Teori Persia
    Teori masuknya Islam ke Indonesia terakhir adalah Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia singgah di Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Terbukti, peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura.
    Selain itu, di Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengarak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Selanjutnya, teori ini juga didukung dengan kesamaan ajaran Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Ketiga, penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajian Al-Quran tingkat awal.

    2.Jelaskan proses masuknya Islam di jazirah Sulawesi Selatan
    :Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M. Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

    3.Sebutkan situs sejarah dan kebudayaan Islam di Makassar-gowa pernah kamu datangi dan pelajaran apa yang dapat dipetik dari lokasi/tempat wisata sejarah tersebut?
    :•Istana Balla Lompoa
    Istana ini terletak di Desa Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Keraton ini didirikan oleh Raja Gowa ke-35, I Mangimangi Daeng Matutu.
    Istana ini memiliki 54 pilar, enam jendela di sisi kiri dan empat jendela di depan. Saat ini, istana ini digunakan sebagai Museum Balla Lompoa yang menampung benda-benda kerajaan.

    pelajaran yang dapat dipetik:
    tempat seperti ini harus selalu dilestarikan agar sejarah tidak dilupakan

    •Benteng fort rotterdam
    Benteng Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng dari Kerajaan Gowa-Tallo. Lokasi benteng ini berada di pesisir barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
    Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna.

    pelajaran yang bisa dipetik:
    bangunan bangunan bersejarah tempat dulunya pahlawan berjuang harus tetap dijaga bangunan dan kelestariannya untuk menghargai jasa para pahlawan

    •Museum Kota Makassar
    Gemeentehuis dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah Belanda untuk difungsikan sebagai Kantor Walikota Makassar, kemudian Kantor Bappeda dan sekarang difungsikan sebagai Museum Kota Makassar. Bangunan ini digunakan sebagai tempat para pimpinan eksekutif menjalankan kegiatannya, yang merupakan lambang keberadaan pemerintah Belanda di Kota Makassar. Gedung Gemeentehuis diresmikan pada tahun 1918 oleh Walikota Makassar pertama J.E. Dan Brink, sebagai realisasi secara fisik bangunan dari pelaksanaan politik desentralisasi yang sudah berlangsung lebih 10 tahun sebelumnya.

    pelajaran yang bisa dipetik:
    museum ini sangat berguna karena menyimpan barang barang peninggalan sejarah dan foto foto para pahlawan agar jasanya selalu diingat dan generasi generasi bangsa tetap mengetahui sejarah dan selalu menjaganya.

  15. SRI REJEKY JAYA ASTUTI
    XII.IPA

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  16. 1.•teori arab adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    •teori gujarat adalah masuknya islam ke indonesia berasal dari orang india.
    •teori tiongkok adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  17. Ade salma
    XII IPS
    1. Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2. Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3. 1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2. Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3. Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4. Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5. Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  18. Afya artati
    XII ipa

    1. •Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    •Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    •Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2. Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.•Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    •Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    •Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    •Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    •Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  19. 1. a.teori arab
    adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab
    b.teori gujarat
    adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india
    c.teori tiongkok
    adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu
    d.teori persia
    adalah masuknya berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.) a.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    b.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    c.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    d.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    e.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9
    Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  20. XII IPA
    1.teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    teori gujarat. adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india.
    teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    teori persia.

    2.Hari ini dalam sejarah Islam di Nusantara, 22 September 1605 (Jumat, 9 Jumadil awal 1014 H), Raja Tallo sekaligus mangkubumi Kerajaan Gowa, I Malingkang Daeng Manyonri’, memeluk Islam. Dia mendapat nama Islam, yaitu Sultan Abdullah Awwalul Islam. Pada saat yang sama, Raja Gowa ke-14, I Manga’rangi Daeng Manrabia, juga memeluk Islam. Dia menerima nama Islam, yaitu Sultan Alauddin.

    Raja Gowa dan Raja Tallo memutuskan memilih Islam dan mengundang guru agama dari Koto Tengah, Minangkabau yang berada di Aceh, untuk mengajarkan Islam di Sulawesi Selatan. Datanglah tiga mubalig yang dikenal sebagai Dato’ Tallu di Makassar atau Datu’ Tellu di Bugis, yaitu Dato’ri Bandang (Abdullah Makmur alias Khatib Tunggal), Dato’ri Pattimang (Sulaiman alias Khatib Sulung), dan Dato’ri Tiro (Abdul Jawad alias Khatib Bungsu). Ketiganya berperan penting dalam Islamisasi di Sulawesi Selatan.

    Menurut Prof. Dr. Ahmad M. Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI sampai Abad XVII, Sultan Alauddin kemudian mengeluarkan dekrit pada 9 November 1607 di hadapan jemaah salat Jumat bahwa Kerajaan Gowa sebagai kerajaan Islam dan pusat Islamisasi di Sulawesi Selatan. Islam menjadi agama kerajaan dan agama masyarakyat.

    3. – Benteng somba opu
    -Museum kota makassar
    -Benteng waterdam

  21. 1. 1. Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    2. Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    3. Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.(ANG)

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.

  22. 1)Teori gujarat. Teori ini menyatakan bahwa islam masuk ke dalam nusantara karena dibawa oleh pedagang dan saudagar yang datang dari Gujarat Hindia Bukti yang menjadi dasar teori ini adalah batu nisan dari Malik As-Saleh dari Kesultanan Samudera Pasai yang identik dengan nisan dari India. Bukti lainnya adalah catatan perjalanan pelancong bernama Maropolo.
    Teori persia. Teori ini menegaskan bahwa islam juga dibawa oleh para pedagang dan saudagar tetapi berasal dari tanah PERSIA meski dalam perjalanan mereka juga diyakini singgah di wilayah Gujarat. Bukti pendukung teori ini adalah upacara tabot yang identik dengan ritual tahunan yang ada di Persia
    Teori mekkah. Teori ini meyakini bahwa islam masuk di nusantara melalui saudagar dan pedagang dari Arab yang datang langsung ke Indonesia.Teori ini juga meyakini bahwa islam sudah mulai ada sejak abad ke-7.
    Teori cina . Pendukung teori ini meyakini bahwa islam masuk ke nusantara melalui saudagar yang asalnya dari Cina di abad ke-7 Masehi. Bukti yang jadi pendukung teori ini antara lain masjid yang dibangun dengan gaya khas Tiongkok, catatan-catatan (kronik dan hikayat).
    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  23. nama :nadia hasymia ahmad XI IPS
    Jawaban
    1. • teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    • teori gujarat. adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india.
    • teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    • teori persia.
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3. Kompleks Makam raja-raja Tallo aberada di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan terletak dengan ketinggian 8 meter di atas permukaan laut. Makam raja-raja Tallo ini dulunya adalah bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang sekarang menjadi permukiman penduduk. Pelajaran yg dapat sya ambil yaitu bagaimana cara kita meneladani perjuangannya dalam menyebarluaskan Islam di Sulawesi selatan.

  24. Nama : Nurullailil g sy
    Kelas : XII ips

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  25. Jawaban:
    1. 1 ) teori arab
    adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedagang arab
    2 ) teori gujarat
    adalah masuknya islam ke indonesia berasal dari orang india
    3 ) teori tiongkok
    adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu
    4 ) teori persia
    adalah masuknya berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo 1565-1590 telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    2. Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    3. Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X 1546-1565, Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo 1565-1590 telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  26. Mutia Maharani
    XII.IPA
    1. •Teori arab
    adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab

    •teori gujarat
    adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india

    •teori tiongkok
    adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu

    •teori persia
    adalah masuknya berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia.
    2. Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam yang terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    3. -Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  27. 1. 1 ) teori arab
    adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab
    2 ) teori gujarat
    adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india
    3 ) teori tiongkok
    adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu
    4 ) teori persia
    adalah masuknya berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan,melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

    3. Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  28. 1. Teori India (Gujarat)
    Teori yang dicetuskan oleh G.W.J. Drewes yang lantas dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi.
    Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.
    •Teori Arab (Mekah)
    Teori selanjutnya tentang masuknya Islam di Indonesia diperkirakan berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab. Teori Arab (Mekah) ini didukung oleh J.C. van Leur, Anthony H. Johns, T.W. Arnold, hingga Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka.
    Menurut Buya Hamka, Islam sudah menyebar di Nusantara sejak abad 7 M. Hamka dalam bukunya berjudul Sejarah Umat Islam (1997) menjelaskan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dari orang-orang Arab.
    Bukti yang diajukan Hamka adalah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan bahwa sekelompok bangsa Arab telah bermukim di kawasan Pantai Barat Sumatera pada 625 M. Di kawasan yang pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya itu juga ditemukan nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin, wafat tahun 672 M.
    •Teori Persia (Iran)
    Teori bahwa ajaran Islam masuk ke Nusantara dari bangsa Persia (atau wilayah yang kemudian menjadi negara Iran) pada abad ke-13 Masehi didukung oleh Umar Amir Husen dan Husein Djajadiningrat.
    Abdurrahman Misno dalam Reception Through Selection-Modification: Antropologi Hukum Islam di Indonesia (2016) menuliskan, Djajadiningrat berpendapat bahwa tradisi dan kebudayaan Islam di Indonesia memiliki persamaan dengan Persia.
    •Teori Cina
    Penyebaran Islam di Indonesia juga diperkirakan masuk dari Cina. Ajaran Islam berkembang di Cina pada masa Dinasti Tang (618-905 M), dibawa oleh panglima muslim dari kekhalifahan di Madinah semasa era Khalifah Ustman bin Affan, yakni Saad bin Abi Waqqash. Kanton pernah menjadi pusatnya para pendakwah muslim dari Cina.
    Jean A. Berlie (2004) dalam buku Islam in China menyebut relasi pertama antara orang-orang Islam dari Arab dengan bangsa Cina terjadi pada 713 M. Diyakini bahwa Islam memasuki Nusantara bersamaan migrasi orang-orang Cina ke Asia Tenggara. Mereka dan memasuki wilayah Sumatera bagian selatan Palembang pada 879 atau abad ke-9 M.

    2. dalam sejarah Islam di Nusantara, 22 September 1605 (Jumat, 9 Jumadil awal 1014 H), Raja Tallo sekaligus mangkubumi Kerajaan Gowa, I Malingkang Daeng Manyonri’, memeluk Islam. Dia mendapat nama Islam, yaitu Sultan Abdullah Awwalul Islam. Pada saat yang sama, Raja Gowa ke-14, I Manga’rangi Daeng Manrabia, juga memeluk Islam. Dia menerima nama Islam, yaitu Sultan Alauddin.
    Raja Gowa dan Raja Tallo memutuskan memilih Islam dan mengundang guru agama dari Koto Tengah, Minangkabau yang berada di Aceh, untuk mengajarkan Islam di Sulawesi Selatan. Datanglah tiga mubalig yang dikenal sebagai Dato’ Tallu di Makassar atau Datu’ Tellu di Bugis, yaitu Dato’ri Bandang (Abdullah Makmur alias Khatib Tunggal), Dato’ri Pattimang (Sulaiman alias Khatib Sulung), dan Dato’ri Tiro (Abdul Jawad alias Khatib Bungsu). Ketiganya berperan penting dalam Islamisasi di Sulawesi Selatan
    Menurut Prof. Dr. Ahmad M. Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI sampai Abad XVII, Sultan Alauddin kemudian mengeluarkan dekrit pada 9 November 1607 di hadapan jemaah salat Jumat bahwa Kerajaan Gowa sebagai kerajaan Islam dan pusat Islamisasi di Sulawesi Selatan. Islam menjadi agama kerajaan dan agama masyarakyat.
    Untuk merealisasikan dekrit itu, Sultan Alauddin mengirim utusan ke kerajaan-kerajaan tetangga dengan membawa hadiah untuk para raja. Kerajaan-kerajaan yang menyambut baik antara lain Sawitto, Balanipa di Mandar, Bantaeng, dan Selayar.
    Selain dengan jalan damai, menurut Ahmad, penyebaran Islam juga dilakukan dengan peperangan. Tiga kerajaan Bugis: Bone, Wajo, dan Soppeng yang tergabung dalam aliansi Tellunpoccoe (tiga kerajaan besar), persekutuan untuk menghadapi Kerajaan Makassar, menolak seruan agar memeluk Islam. Maka, pecahlah perang antara Kerajaan Makassar yang terdiri dari Kerajaan Gowa dan Tallo melawan Kerajaan Bugis yang terdiri dari Kerajaan Bone, Soppeng, dan Wajo. Menurut lontara Bugis perang itu disebut mussu selleng (perang pengislaman) yang oleh antropolog Prancis, Christian Pelras, penulis Manusia Bugis, diterjemahkan sebagai Islamic war.
    “Meskipun terjadi perang dengan raja-raja Bugis yang menolak ajakan pengislaman akibat kesalahpahaman, Gowa senantiasa tetap menyebarkan Islam menurut prinsip dawah Islamiyah. Bagi masyarakat Bugis perang itu dianggap sebagai musu selleng (perang pengislaman) yang menyimpan banyak korban dan dendam,” tulis Prof. Dr. Abu Hamid dalam biografi ulama Sulawesi Selatan, Syekh Yusuf Seorang Ulama Seorang Pejuang.
    Ahmad menyatakan bahwa terlepas dari motivasi yang mendorong Sultan Alauddin mengumumkan perang terhadap kerajaan-kerajaan Bugis, perang itu menguntungkan proses Islamisasi di Sulawesi Selatan sebab diiringi dengan pengislaman terhadap raja-raja yang ditaklukkan. Gowa menaklukkan Kerajaan Soppeng pada 1609, Kerajaan Wajo pada 1610, dan Kerajaan Bone 1611. Dengan Raja Bone masuk Islam, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan telah memeluk Islam, kecuali Tana Toraja.
    “Dengan demikian proses Islamisasi antara 1605 sampai 1611 merupakan periode penerimaan Islam secara besar-besaran. Setelah itu, dimulailah proses sosialisasi Islam ke dalam struktur kerajaan dan kehidupan masyarakat. Kelihatannya, proses itu berjalan dengan tidak banyak menimbulkan pertentangan. Hal ini terjadi karena sejak semula, penyebaran Islam dilakukan atas prakarsa raja, serta atas kemampuan adaptasi yang diperlihatkan oleh para penyiar Islam,” tulis Ahmad.

    3. fort rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  29. 1. -teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    -teori gujarat. adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india.
    -teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    -teori persia.
    2. Hari ini dalam sejarah Islam di Nusantara, 22 September 1605 (Jumat, 9 Jumadil awal 1014 H), Raja Tallo sekaligus mangkubumi Kerajaan Gowa, I Malingkang Daeng Manyonri’, memeluk Islam. Dia mendapat nama Islam, yaitu Sultan Abdullah Awwalul Islam. Pada saat yang sama, Raja Gowa ke-14, I Manga’rangi Daeng Manrabia, juga memeluk Islam. Dia menerima nama Islam, yaitu Sultan Alauddin.

    Raja Gowa dan Raja Tallo memutuskan memilih Islam dan mengundang guru agama dari Koto Tengah, Minangkabau yang berada di Aceh, untuk mengajarkan Islam di Sulawesi Selatan. Datanglah tiga mubalig yang dikenal sebagai Dato’ Tallu di Makassar atau Datu’ Tellu di Bugis, yaitu Dato’ri Bandang (Abdullah Makmur alias Khatib Tunggal), Dato’ri Pattimang (Sulaiman alias Khatib Sulung), dan Dato’ri Tiro (Abdul Jawad alias Khatib Bungsu). Ketiganya berperan penting dalam Islamisasi di Sulawesi Selatan.
    3. Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  30. USWATUNNISA UTAMI B.
    XII. IPS
    1.) Ada 3 teori masuknya Islam ke nusantara yakni, Islam datang dari Gujarat (teori gujarat), Islam dari Arab (teori Mekah) dan Islam datang dari Persia (teori Persia).Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    •>Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    Masuknya Islam dari Gujarat dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dari Belanda. Ia berpendapat jika Islam masuk ke Nusantara buka dari Arab tapi Gujarat, India.
    •>Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    •>Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia.Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.
    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  31. Nama : Rezky ananda kahera
    Kelas : XII IPS

    1. • Teori Gujarat, Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim. Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin.
    • Teori Makkah, Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    • Teori Persia, Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia. Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

    3. • Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  32. nama :nadia hasymia ahmad XI IPS
    Jawaban
    1. • teori arab.
    Teori Gujarat
    Pendapat tentang teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama datang dari teori Gujarat. Dalam teori ini, diceritakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dari pedagang India Muslim.

    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang mengatakan bahwa asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Kemudian, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang India lah yang membawanya ke Indonesia.

    Pendapat ini juga ditegaskan oleh Snouck Hurgronje dalam buku ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious bahwa hubungan dagang Indonesia dan India telah lama terjalin, kemudian inskripsi tertua tentang Islam terdapat di Sumatera memberikan gambaran hubungan antara Sumatera dengan Gujarat.

    Selain itu, ada juga teori Gujarat dari Moquette di mana ia mengatakan bahwa agama Islam di Tanah Air berasal dari Gujarat berdasarkan bukti peninggalan artefak berupa batu nisan di Pasai, kawasan utara Sumatera pada 1428 M.

    Adapun, batu nisan itu memiliki kemiripan dengan batu nisan di makam Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur, yakni memiliki bentuk dengan batu nisan di Cambay, Gujarat, India.

    2. Teori Mekah
    Pendapat lainnya adalah teori Mekah. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi dari teori Gujarat. Dalam teori masuknya Islam ke Indonesia ini diterangkan bahwa Arab Saudi memegang peranan yang besar.

    Pasalnya, menurut Hamka, bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Adapun, disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.

    Hal ini dibuktikan setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.

    Kemudian, di masa Dinasti Umayyah pengaruh semakin meluas hingga ke Nusantara. Menurut Arnold (Morrison 1951) bukti masuknya Islam ke Indonesia dari para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka berdagang hal ini juga sesuai dengan fakta pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman di pesisir pantai Sumatera. Para pedagang Arab tersebut juga melakukan pernikahan dengan penduduk lokal sehingga agama Islam semakin menyebar di Nusantara.

    3. Teori Persia
    Teori masuknya Islam ke Indonesia terakhir adalah Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia singgah di Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.

    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Terbukti, peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura.
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3. Kompleks Makam raja-raja Tallo aberada di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan terletak dengan ketinggian 8 meter di atas permukaan laut. Makam raja-raja Tallo ini dulunya adalah bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang sekarang menjadi permukiman penduduk. Pelajaran yg dapat sya ambil yaitu bagaimana cara kita meneladani perjuangannya dalam menyebarluaskan Islam di Sulawesi selatan.

  33. 1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  34. NAMA : Nurul Qolby Sajida Rauf
    KELAS : XII-,IPA

    •—KERTAS JAWABAN —•

    1). Teori India (GUJARAT)
    Teori Gujarat menyatakan masuknya Islam ke nusantara berasal dari kedatangan kaum saudagar dari Gujarat (India) lewat Selat Malaka. Bukti yang ditemukan salah satunya makam Malik As-Saleh (marah Situ) dengan angka 1297. Dia adalah pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh. Ada kemiripan antara nisan makam itu dengan corak batu nisan di Gujarat.
    Teori arab (MEKKAH)
    Dalam teori ini dikemukakan bahwa Islam masuk Nusantara dibawa orang-orang Timur Tengah. Penyebarannya sudah terjadi sejak abad 7 Masehi.
    Bukti pendukung teori Arab yang dijelaskan Buya Hamka dalam buku Sejarah Umat Islam (1997) yaitu, ditemukannya naskah kuno yang menyebut bang Arab telah bermukim di sekitar Pantai Barat Sumatera pada tahun 625 M. Selain itu, ditemukan pula nisan kuno bertuliskan Syekh Rukunuddin di tempat itu bertahun 672 M.
    Teori Persia (IRAN)
    Salah satu teori menyebutkan bahwa Islam masuk Indonesia dibawa oleh orang-orang dari Persia, termasuk pengikut Syiah, pada awalnya. Teori ini dinamakan Teori Persia. Bukti pendukung sebagai penguat teori ini adalah:
    •Adanya tradisi peringatan 10 Muharam atau Hari Asyura di sejumlah daerah. Di Sumatera Barat peringatan ini dinamakan Tabuik (Tabut)m dan di Jawa ada pembuatan bubur Syuro.
    •Memiliki kesamaan ajaran sufi
    •Pemakaian istilah persia dalam mengeja huruf arab
    •Adanya kesamaan pada seni kaligrafi di beberapa batu nisan
    •Islam aliran Syiah khas Iran marak di awal masuknya Islam di Indonesia
    •Terdapat perkampungan Leren (Leran) di Giri, daerah Gresik, Jawa Timur.
    Teori Cina
    Menurut Teori Cina, Islam masuk nusantara bersamaan dengan migrasi orang-orang Cina menuju Asia Tenggara pada abad 9 masehi. Mereka banyak yang masuk ke wilayah Sumatera, terutama bagian selatan Palembang, di tahun 879.
    Bukti pendukungnya antara lain banyak orang Islam keturunan Cina yang memiliki pengaruh besar di Kesultanan Demak.

    2). Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

    3). •Fort Rotterdam•
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  35. 1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  36. Nama : Cantika Aulia Iskandar
    Kelas : XII-IPS

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  37. Amalia Nurhaliza kp (XII IPA)
    jawaban SKI :

    1.) -Teori Gujarat
    Islam datang dari Gujarat (teori gujarat)
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.
    Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    -Teori Mekkah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia. Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  38. 1. Teori-teori masuknya Islam ke Nusantara.
    1.) Teori Arab, adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedagang arab.
    2.) Teori Gujarat, adalah masuknya islam ke indonesia berasal dari orang india.
    3.) Teori Tiongkok, adalah masuknya islam, berasal dari orang cina yang berdagang terdahulu.
    4.) Teori Persia, adalah masuknya islam, berasal dari bangsa persia yang melakukan perdagangan internasional di wilayah indonesia.

    2. Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, termasuk Kerajaan Gowa contohnya, bisa dikatakan terlambat dibandingkan dengan wilayah Sumatera dan Jawa. Jika di kedua wilayah tersebut Islam telah berkembang pesat sejak abad ke-10, pengaruh Islam di Sulawesi baru muncul sekitar abad ke-16. Penyebabnya adalah kegiatan dagang di sana baru ramai akhir abad ke-16 hingga permulaan abad ke-17.

    3. Fort Rotterdam dan Museum Kota Makassar.
    Pelajaran yang dapat saya petik adalah Saya dapat mengetaui foto-foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog dll.

  39. 1).- Teori India (Gujarat)
    islam masuk melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    – Teori Arab (Mekah)
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam. Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional.
    – Teori Persia (iran)
    dalam teori ini terdapat beberapa kesamaan
    budaya yang dimiliki oleh sebagian kelompok masyarakat indonesia dengan persia
    – Teori china
    Teori ini berpendapat, bahwa migrasi masyarakat muslim China dari Kanton ke Nusantara, khususnya Palembang pada abad ke 9 menjadi awal mula masuknya budaya Islam ke Nusantara.

    2.) Perkembangan Islam di Sulawesi dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan dan dakwah oleh para mubalig.
    Pengembangan Islam melalui jalan kekerasan atau perang baru terjadi ketika kerajaan Islam Sulawesi terbentuk.
    Terbentuknya kerajaan Islam di Sulawesi berjalan beriringan dengan kondisi politik kerajaan-kerajaan Sulawesi yang mengalami kekacauan karena perebutan tahta.
    Raja dan bangsawan menggunakan kekuatan Islam sebagai sarana untuk berkuasa dan pada akhirnya Islam mampu menjadi agama kerajaan.
    Pada abad 17 M, Sulawesi memiliki beberapa kerajaan Islam seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone dan kerajaan kecil lainnya.

    3.)1.Benteng Sumba Opu
    Wisata sejarah yang buka mulai pukul 08.00-19.00, berlokasi di kecamatan Barombong, kabupaten Gowa. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9, dahulu benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan serta perdagangan. Namun fungsi utama berdirinya Benteng Somba Opu tak lain untuk tempat perlindungan bagi rakyat Gowa Tallo.
    Kini benteng yang telah beralih fungsi menjadi museum ini, menyimpan banyak koleksi bersejarah Kerajaan Gowa seperti keramik, peluru meriam besar, uang seratus rupiah keluaran tahun 1977, hingga foto para Raja dan keluarga kerajaan Gowa.
    2.Museum Kota Makassar
    Foto lawas perkembangan kota Makassar, mata uang zaman dulu, benda-benda arkeolog, ialah beberapa koleksi yang disuguhkan oleh Museum Kota Makassar untuk setiap pengunjung yang datang kemari. Berada di jalan Balai Kota no 11, museum didirikan pada tahun 1916 dan sebelumnya pernah digunakan oleh pemerintah kota Makassar sebagai balai kota.
    Dengan harga masuk ke museum sekitar 5 ribu rupiah, kamu dapat berkeliling sepuasnya di museum ini. Mencari tahu segala halnya yang belum kamu ketahui sebelumnya. Museum buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-15.30.
    3.Monumen Mandala
    Berdiri di jalan Jendral Sudirman Baru, Ujung Padang, kota Makassar. Monumen yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto ini, dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia yang berhasil merebut kembali Irian Jaya (Papua) dari penjajahan Belanda pada tahun 1962. 
    Buka setiap hari senin-jum’at, hanya dengan 10 ribu rupiah kamu sudah dapat masuk ke dalam monumen Mandala yang beroperasional mulai pukul 11.00-18.00.
    4.Museum Balla Lompoa
    Bangunan Museum Balla Lompoa ialah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa, yang dirubah pada tahun 1978. Berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupatan Gowa, museum memiliki kurang lebih sekitar 140 koleksi barang-barang sejarah yang kebanyakan berasal dari Kerajaan Gowa.
    Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00, tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini alias gratis. Perhiasan, benda pusaka, tombak, hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis pada tahun 1848 ialah jenis barang koleksi Museum Balla Lampoa.
    5.Benteng Fort Rotterdam
    Selain Museum Balla Lampoa, benteng Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sebelum dikuasai oleh Pemerintah Belanda, Benteng Fort Rotterdam memiliki nama yaitu Benteng Ujung Pandang. Yang kemudian digunakan oleh Belanda untuk tempat penampungan rempah-rempah.
    Di dalam benteng terdapat museum La Galigo yang memiliki koleksi sekitar 5000 benda bersejarah. Gak Cuma museum La Galigo, terdapat pula sebuah bangunan kecil yang ternyata ialah ruang tahanan yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro ketika dirinya dijebak oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai.

  40. 1. • teori arab. adalah masuknya islam ke indonesia oleh pedagang pedangang arab.
    • teori gujarat. adalah masuknya islam.ke.indonesia berasal dari orang india.
    • teori tiongkok. adalah masuknya berasal dari orang cina yang berdgang terdahulu.
    • teori persia.

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3. Kompleks Makam raja-raja Tallo aberada di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan terletak dengan ketinggian 8 meter di atas permukaan laut. Makam raja-raja Tallo ini dulunya adalah bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang sekarang menjadi permukiman penduduk. Pelajaran yg dapat sya ambil yaitu bagaimana cara kita meneladani perjuangannya dalam menyebarluaskan Islam di Sulawesi selatan

  41. 1. 1. Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    2. Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    3. Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.(ANG)

    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  42. 1). Islam masuk ke Nusantara terdapat 3 teori yaitu :
    – Teori Gujurat
    Teori gujarat menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara dipercaya datang dari wilayah Gujarat, India.Di mana melalui peran para pedagang muslim yang datang ke Nusantara lewat jalur perdagangan Selat Malaka.
    Masuknya Islam dari Gujarat dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dari Belanda. Ia berpendapat jika Islam masuk ke Nusantara buka dari Arab tapi Gujarat, India.
    Hubungan langsung antara Nusantara dan Arab baru terjadi pada masa kemudian. Seperti utusan dari Mataram dan Banten ke Mekah pada abad ke-7.
    – Teori Mekah
    Teori mekah mengemukan bahwa pada abab ke-7 di pantai barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam.
    Hal itu di dukung adanya jalur perdagangan yang bersifat internasional. Bahkan berita dari China, pada zaman Dinasti Tang pada 674 mesehi, jika orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera.Banyak tokoh-tokoh yang mendukung teori tersebut. Masuknya Islam ke Nusantara terjadi sebelum abad ke-7 masehi dan berperan besar terhadap proses penyebaran selanjutnya.
    -Teori Persia
    Teori persia mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara abad ke-13 yang berasal dari Persia.Dalam teori tersebut terdapat kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam Nusantara dengan Persia.
    karya Michael Laffan, sejak awal masehi para penguasa di kawasan barat Nusantara berbagi budaya istana yang bercorak India dan mendapat pengalaman dari para pedagang asing.
    Karena Asia Tenggara berada di perempatan dua zona perdagangan kuno yang penting. Pertama, Samudera Hindia, sedangkan yang lain meliputi Laut China Selatan.
    Kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara paling awal berasal dari berbagai catatan berbahasa Cina yang merekam kedatangan para utusan dengan nama-nama yang merupakan nama muslim.Dari arah lain, memiliki laporan-laporan berbahasa Arab mengenai berbagai rute pelayaran dari Teluk Persia ke pelabuhan-pelabuhan di China Selatan dengan titik tumpu di Selat Makaka.
    Di sana para kapten menunggu perubahan angin monsun untuk membawa mereka melanjutkan perjalanan atau kembali pulang.
    Marco Polo dalam laporannya mengenai Sumatera 1292 menyebut sebuah komunitas Muslim baru sekitar yang didirikan oleh para pedagang “Moor” di Perlak.
    Salah satu batu nisan muslim bertarikh pertama menyebut Malik al Salih sebagai penguasa zaman di bandar terdekat Samudera Pasai.Namun ada bukti mengenai komunitas-komunitas yang lebih awal dari barta di Lamreh. Tempat penanda-penanda makam yang telah terkikis parah menunjukan adanya hubungan dengan India Selatan dan Cina Selatan.
    2). Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    3). – Balla Lompoa
    – Kompleks makam Raja Gowa Tallo,
    – Masjid Katangka
    – Benteng Rotterdam
    – Benteng Somba Opu
    – Museum
    Yang dapat saya petik dari tempat yang pernah saya datangi adalah bahwa saya bisa mengetahui tentang tempat sejarah yang ada di Makassar-Gowa.

  43. 1. a. Teori Gujarat
    Pendapat tentang teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama datang dari teori Gujarat. Dalam teori ini, diceritakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dari pedagang India Muslim.
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang mengatakan bahwa asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Kemudian, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang India lah yang membawanya ke Indonesia.
    b. Teori Mekah
    Pendapat lainnya adalah teori Mekah. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi dari teori Gujarat. Dalam teori masuknya Islam ke Indonesia ini diterangkan bahwa Arab Saudi memegang peranan yang besar.
    Pasalnya, menurut Hamka, bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Adapun, disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    C. Teori Persia
    Teori masuknya Islam ke Indonesia terakhir adalah Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia singgah di Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Terbukti, peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura

    2. Penyebaran Islam di Nusantara berlangsung tidak merata. Ajaran agama dari Jazirah Arab ini tidaklah masuk secara bersamaan ke seluruh penjuru Nusantara. Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, termasuk Kerajaan Gowa contohnya, bisa dikatakan terlambat dibandingkan dengan wilayah Sumatera dan Jawa. Jika di kedua wilayah tersebut Islam telah berkembang pesat sejak abad ke-10, pengaruh Islam di Sulawesi baru muncul sekitar abad ke-16. Penyebabnya adalah kegiatan dagang di sana baru ramai akhir abad ke-16 hingga permulaan abad ke-17.
    Dijelaskan Ahmad M. Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI sampai Abad XVII, para pedagang Muslim dari berbagai daerah di Nusantara, serta pedagang Eropa baru ramai mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi Selatan pada periode abad tersebut. Aktifitas dagang inilah yang mempengaruhi tumbuhnya Islam di Jawa dan Sumatera. Sehingga ketika Sulawesi mulai ramai dikunjungi, persebaran Islam di Gowa pun mulai meningkat.

    3. Situs sejarah dan kebudayaan di kebudayaan islam makassar-gowa yang pernah di datangi :
    1. Benteng Rotterdam makassar
    Benteng Fort Rotterdam sebelumnya adalah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang bernama Benteng Jumpandang atau Benteng Ujung Pandang.
    Pada awalnya, benteng ini dibangun dengan material berupa tanah liat. Kemudian pada 1634, ketika periode pemerintahan Sultan Alauddin, konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst di daerah Maros.
    Benteng Ujung Pandang mengalami kerusakan fatal akibat serbuan VOC di bawah pimpinan Cornelis J. Speelman antara 1655-1669.
    Kala itu, Kerajaan Gowa-Tallo yang diperintah oleh Sultan Hasanuddin, terpaksa menyerahkan Benteng Ujung Pandang kepada Belanda.
    Penyerahan ini adalah bagian dari Perjanjian Bongaya yang terpaksa ditandatangani Sultan Hasanuddin setelah kalah dalam Perang Makassar.
    Setelah jatuh ke tangan Belanda, Benteng Ujung Pandang kemudian diganti namanya menjadi Benteng Fort Rotterdam, sesuai nama kelahiran Speelman.
    Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian bangunannya telah hancur dengan gaya arsitektur Belanda.
    2. Museum kota makassar
    Gemeentehuis dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah Belanda untuk difungsikan sebagai Kantor Walikota Makassar, kemudian Kantor Bappeda dan sekarang difungsikan sebagai Museum Kota Makassar. Bangunan ini digunakan sebagai tempat para pimpinan eksekutif menjalankan kegiatannya, yang merupakan lambang keberadaan pemerintah Belanda di Kota Makassar. Gedung Gemeentehuis diresmikan pada tahun 1918 oleh Walikota Makassar pertama J.E. Dan Brink, sebagai realisasi secara fisik bangunan dari pelaksanaan politik desentralisasi yang sudah berlangsung lebih 10 tahun sebelumnya.
    3. Benteng somba opu
    Benteng Somba Opu Makassar adalah benteng kerajaan yang dibangun oleh Sultan Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna, pada tahun 1525. Pembangunan benteng ini tidak selesai dalam satu periode kekuasaan sehingga pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Raja Gowa ke-12, Karaeng Tunijallo dan Sultan Alauddin.

  44. 1. -Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim. Ji
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    – Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    – Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

  45. 1. -Teori Gujarat
    Pendapat tentang sejarah masuknya Islam yang perama dari Gujarat. Teori ini menjelaskan Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi dibawa pedagang India Muslim. Ji
    Teori ini berkembang dari Pijnappel dari Universitas Leiden yang percaya asal muasal Islam dari Gujarat dan Malabar. Lalu, orang Arab bermazhab Syafi’i bermigrasi ke India dan orang Indialah yang membawanya ke Indonesia.
    Teori ini semakin kuat dengan adanya tulisan Snouck Hurgronje di bukunya ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious berisi hubungan dagang Indonesia dan India sudah lama terjalin. Hal ini juga adanya hubungan Sumatera dan Gujarat yakni adanya inskripsi di Pulau Sumatera.
    – Teori Makkah
    Teori yang kedua yakni percaya Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Arab dari Makkah. Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta sebagai koreksi materi dari teori sebelumnya.
    Hal ini disebabkan bangsa Arab pertama kali ke Indonesia membawa agama Islam dan diikuti Persia dan Gujarat. Selain itu, juga disebutkan masuknya Islam terjadi sebelum abad ke-13 M, yakni 7 Masehi atau abad pertama hijriyah.
    Bukti yang masih diperaya yakni setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, di mana kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifa. Di bawah kepemimpinan itu, agama Islam disebarkan lebih luas hingga ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol.
    – Teori Persia
    Teori yang terakhir ini yakni Persia yang dicetuskan oleh Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke nusantara dari Persia singgah ke Gujarat pada abad ke-13. Hal ini terbukti dari kebudayaan Indonesia yang memiliki persamaan dengan Persia.
    Hal ini juga dipertegas oleh Morgan (1963:139-140) bahwa masyarakat Islam Indonesia sama dengan Persia. Misalnya ajaran bubur Syura setiap peringatan hari 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein.
    Selain itu, di adat Minangkabau bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan-bulan Husein. Lalu di Sumatera Tengah diperingati dengan mengajak keranda Husein untuk dilemparkan ke sungai.
    Teori ini didukung juga dengan adanya ajaran yang sama antara Syaikh SIti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj. Istilah-istilah Iran digunakan dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda bunyi harakat dalam pengajaran Alquran tingkat awal.
    2. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.
    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.
    Nidia Zuraya

    3.-Fort Rotterdam
    Tempat wisata bersejarah Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raya Gowa ke-9 di tahun 1667. Objek wisata sejarah di Indonesia ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah bangsa Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.
    Saat Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan kepada pihak penjajah, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendali VOC, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Setelahnya, benteng tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan sekaligus penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur. Saat kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda goyah, benteng ini direbut kembali dengan pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts