Oleh: Zahrani Burhanuddin, dkk. *)
BLOGSANTRI – Seorang pemimpin memberi perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan yang mana sangat diperlukan untuk kemajuan peradaban atas kebudayaan suatu negara. Hal ini sudah menjadi catatan sejarah dalam Peradaban Islam, tak terkecuali di masa kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi.
Salah satu bukti konkritnya ialah adanya Universitas Ayyubiyah di Kairo yang didirikan oleh Salahuddin al-Ayyubi. Juga dimasa banyak lahir ilmuwan-ilmuwan muslim ternama dengan berbagai penemuan dan penelitian yang merupakan jejak peradaban pengetahuan yang masih membekas hingga kini.
Beberapa karya ilmuwan dan cendekiawan muslim tersebut adalah mereka yang bergelut dalam Bidang Kesehatan dan Kedokteran, bahkan ikut difasilitasi oleh khalifah, dengan dibangunnya dua rumah sakit di Kairo menjadi bukti penting perhatian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam bidang lain, Pertanian misalnya, merupakan sektor pendukung ketahanan pangan nasional suatu negara. Oleh karenanya, Salahuddin al-Ayyubi memerintahkan untuk membangun saluran irigasi dan bendungan sebagai penopang kegiatan pertanian.
Dalam bidang pendidikan dan perguruan tinggi, khalifah Shalahuddin al-Ayyubi mendirikan banyak sekolah dan universitas di Mesir. Universitas Al-Azhar misalnya, yang didirikan pada zaman Dinasti Fatimiyyah turut pula dikembangkan di Masa Dinasyi Ayyubiyah.
Hal ini merupakan bukti nyata kesungguhan para pemimpin dan ulama Islam di Masa Dinasti Ayyubiyah sangat bersungguh-sungguh dalam memajukan peradaban Umat Islam melalui jalur ilmu pengetahuan.
Maka bagi kita saat ini, seharusnya menggunakan segala kesempatan untuk terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar menjadi muslim yang juga mampu menorehkan jejak kemajuan dan peradaban yang gemilang bagi agama, bangsa dan negara.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah Keteladanan terhadap para ilmuwan. Perkembangan suatu negara tak dapat dilemaskan dari peranan para ilmuwan,sehingga semangat dan ketekunan para ilmuwan sangat perlu diteladani bagi generasi sekarang dan yg akan datang.
Shalahuddin al-Ayyubi telah berusaha keras untuk menyatukan wilayah arab yang terpisah. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk kekuatan islam yang terorganisir dengan baik hingga terbentuk persatuan dan kesatuan umat islam yang kokoh.
Adapun hikmah yang dapat kita ambil untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari hari adalah seperti, berbuat jujur kepada siapapun, berlaku adil, meninggikan adab, berpikir positif terhadap orang lain, semangat dalam menuntut ilmu, tak putus asa serta menghormati orang lain.
(* Penulis adalah Santriwati Kelas VIII SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang menyetorkan jawaban/tugas Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yaitu Zahrani Burhanuddin, Rahmah Arifin, Aluna Kavka, Nabila Kabir, Andi Qaidah, Jihan Ramadhani Yamin, Firyal Mufidah, Nur Aliyah Almar, Ayesha Azura, Salsabila Fajaratunnisa, Faizah Azzahra, Khairunnisa Naurah, dan Hilmi Azizah.
(** Tulisan di postingan ini adalah kompilasi dari postingan santriwati kelas VIII sebagaimana disebutkan namanya diatas, untuk menghindari duplikasi postingan pada judul/tema tulisan yang sama di blogsantri.com (redaksi).

