Memahami Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Kitab Al-Baiquniyah dan Pengijazahannya

BLOGSANTRI.COM – Pembelajaran kitab kuning adalah sistem pendidikan Islam tradisional yang berpusat pada kajian teks-teks klasik (kitab) yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu. Disebut “kuning” karena kertas yang digunakan pada cetakan lama sering kali berwarna kekuningan.

Kitab Kuning sebenarnya yang dimaksud disini adalah kitab-kitab karya para ulama’ yang  umumnya isinya tidak memiliki harakat (tanda baca vokal) dan tanda baca lainnya. Seorang santri (pelajar) harus sudah menguasai ilmu tata bahasa Arab (nahwu) dan morfologi (sharaf) untuk bisa membacanya dengan benar.

Tujuan dari pembelajaran atau pengajian kitab kuning adalah tafaqquh fiddin, tentang bagaimana memahami agama Islam secara mendalam dari sumber yang terpercaya dan diakui kompetensinya (kyai, guru, ustadz), membentuk karakter (akhlaq), serta menjaga tradisi keilmuan Islam (keberlanjutan atau pewarisan sanad keilmuan).

Peran Sentral Guru (Kyai/Ustadz) dalam pembelajaran kitab kuning sangat vital. Pembelajaran sangat bergantung pada seorang guru yang tidak hanya mengajarkan isi teks, tetapi juga memberikan sanad (rantai transmisi keilmuan yang bersambung hingga ke penulis kitab) dan bimbingan spiritual.

Lihat pula: Ijazah ‘Ammah dalam Sanad Keilmuan

Beberapa metode klasik dalam Pembelajaran atau Pengajian Kitab Kuning (kutub turots) adalah:

  1. Sorogan: Santri membaca kitab di hadapan guru secara individu. Guru akan mengoreksi bacaan, harakat, dan pemahaman santri baris per baris. Ini adalah proses yang sangat intensif dan personal.
  2. Bandongan (Wetonan): Guru membacakan dan menerangkan sebuah kitab, sementara para santri mendengarkan sambil memberi makna atau catatan pada kitab mereka sendiri.
  3. Hafalan (Tahfidz): Menghafal teks-teks kunci, seperti matan atau bait-bait syair (misalnya kitab Matan Alfiyah Ibnu Malik)

Demikianlah sekilas tentang Pembelajaran atau Pengajian Kitab Kuning di Pondok Pesantren. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts