Mengenal Zonlicht622: Yang tetap Ingin Menyinari Kehidupan layaknya Mentari

Noted by: Nurul Lailil Garrai

BLOGSANTRI.COM – Bismillahirrahmanirrahim. Perkenankan saya menceritakan sedikit tentang kisah kami, Angkatan Zonlicht622 yang berawal dalam Tahun 2016 di Ma’had tercinta, Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Saat itu, masih terekam dengan jelas di benak. Tanggal 6 Desember 2016, kami santriwati baru diajak bermusyawarah untuk menentukan identitas angkatan. Yang menjadi Pengurus OSIS/ISPM ketika itu adalah Angkatan Weltraum218.

Meski belum terlalu mengerti apa maksud penamaan angkatan ketika itu, tapi di balik rasa penasaran itu, kami memang butuh nama baru sebagai penanda, ciri, sebutan atau identitas sebagai santriwati yang baru bergabung, menjadi batu bata bangunan keluarga besar Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Porseni pertama yang kami diikuti
Porseni pertama yang kami diikuti, 2016. (foto: ist/blogsantri)

Di Aula Mini, sejarah angkatan kami itu dimulai. Ya sebuah pertemuan dengan kakak OSIS untuk penamaan dan pembentukan angkatan. Sebagai kisah awal, Angkatan diberi nama Zonlicht, yang diambil dari kosakata Bahasa Belanda, bermakna binar cahaya mentari. Ya, nama itu disetujui dengan harapan kami akan selalu belajar, berkiprah, berkegiatan, dan berprestasi hingga menghasilkan binar cahaya matahari yang menerangi kehidupan. Bukan hanya kehidupan kami, tapi juga memberi cahaya bagi kehidupan keluarga, pesantren, agama serta masa depan.

Mungkin pemaknaan itu akan dinilai muluk-muluk, tapi sebuah nama adalah juga doa dan harapan. Sebuah nama adalah ingatan untuk selalu berjalan sesuai harapan dan cita-cita bersama. Langkah awal memaknai harapan pada nama angkatan itu, adalah dengan bersepakat memilih teman kami, Faradilla dan Hassya Andhara AF sebagai Ketua dan Wakil Ketua Angkatan “Zonlicht622”.

Tak Terasa kami sudah SMA, Tahun 2019. (foto: ist/blogsantri)
Tak Terasa kami sudah SMA, Tahun 2019. (foto: ist/blogsantri)
Menjadi Pengurus OSIS/ISPM Periode 2020/2021. (foto: ist/blogsantri)
Menjadi Pengurus OSIS/ISPM Periode 2020/2021. (foto: ist/blogsantri)

Selepas dari itu, kerenggangan pertemanan lama kelamaan menjadi cair. Kami mulai saling mengenal sedikit demi sedikit serta saling melengkapi dari perbedaan karakter, bahasa, asal daerah dan budaya masing-masing teman. Kalau terjadi perbedaan pendapat, kami menganggapnya sebagai hal yang biasa dan itu secara tidak langsung memberikan pendewasaan dan pengalaman, menuntun kami lebih dewasa dalam bersikap dan menjalin solidaritas, layaknya satu cahaya melengkapi cahaya yang lain agar tetap berbinar menyinari kebersamaan kami.

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa tak ada satupun yang abadi di dunia ini, dalam hal apapun itu, karena itu kami sudah siap mental jika ada perpisahan diantara kami. Ada teman yang bertahan sampai Kelas 3 SMP saja, dan ada pula yang tetap merajut kebersamaan merebut pendidikan sampai duduk di bangku kelas 3 SMA. Kami tamat SMP dalam Tahun 2019 dan kini sudan duduk di bangku kelas 5, lagi menempa tantangan sebagai Pengurus OSIS/ISPM Periode 2020/2011.

Kenangan Rekreasi bersama usai Mengikuti UNBK 2019.
Kenangan Rekreasi bersama Angkatan Zonlicht622. (foto: ist/blogsantri)

Mereka yang keluar ma’had bukanlah gugur, tapi sedang menjalani takdir kebersamaannya di tempat lain tanpa harus melupakan kebersamaan yang telah kita jalin. Dari 100-an calon santriwati pada awal tes masuk, lalu menyisakan 62 santriwati dan seiring waktu kini tinggal 60 santriwati sebagai old fighter.

Ada yang pergi, namun ada pula yang datang. Begitulah kondisi jamak saat tamat SMP dan memasuki SMA. Ada santriwati lama yang pergi, namun ada pula santriwati baru yang datang. Meski jumlah angkatan silih berganti dan cenderung sedikit berkurang, namun kami tetap bisa menciptakan kehebohan dan keseruan. Lingkungan “penjara suci” telah menempa kami memerangi kebosanan dengan menciptakan banyak kreatifitas, meski tak semua berjalan mulus sesuai keinginan, namun itulah yang menempa kami sedikit lebih dewasa dalam bertumbuh merebut pendidikan.

Tim Senam Tangkal Covid-19
Tim Senam Tangkal Covid-19 Angkatan Zonlicht622. (foto: ist/blogsantri.com)
Mendapat Penghargaan atas Kreasi Senam Tangka Covid-19 pada Hari Santri Nasional 2020 dari PMI Pangkep. (foto: ist/blogsantri.com)
Mendapat Penghargaan atas Kreasi Senam Tangka Covid-19 pada Hari Santri Nasional 2020 dari PMI Pangkep. (foto: ist/blogsantri.com)

Menangis, tertawa, melanggar, dan menghafal adalah makanan sehari-hari. Saat sedang ada hafalan rasanya sangat berat dan seperti ingin pulang ke rumah, tetapi saat sudah setor rasanya sangat melegakan dan beban di pundak satu persatu berkurang. Begitulah kehidupan kami sehari-hari di pesantren, berputar dalam circle yang sama setiap harinya demi menimba ilmu kepesantrenan dan pelajaran umum.

Saat ini kami menjabat sebagai Pengurus OSIS/ISPM, dengan diketuai Putri Yulita Sabana dan Wakilnya Nurul Qolbiyah. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kami mendapat tantangan tersendiri untuk pandai-pandai mengatur waktu dan cara menjalankan program OSIS. Semuanya termenej secara daring, sebagaimana mengikuti Proses Belajar dari Rumah. Untungnya sebelum libur semester sempat dilaunching Blogsantri.com sebagai Majalah Santri Online sehingga beberapa program OSIS/ISPM bisa terfasilitasi disitu.

Demikian, sedikit tentang kisah dan perjalanan angkatan kami. Semoga kedepannya seiring waktu kami bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan bisa lebih mengeratkan ukhuwah dalam angkatan kami, memberi warna yang baik bagi kehidupan santriwati layaknya mentari yang tak pernah lelah menyinari kehidupan di bumi.(*)

 

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts