Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Tiga Perangai Kebaikan
BLOGSANTRI.COM – Dimanakah sebenarnya letak kebaikan itu? Apa ukurannya sehingga segala sesuatunya itu dapat disebut baik dan dinilai sebagai kebaikan? Berikut ini kutipan dari Kitab Hilyatul Auliya.
لَيْسَ الْخَيْرُ أَنْ يَكْثُرَ مَالُكَ وَوَلَدُكَ، وَلَكِنَّ الْخَيْرَ أَنْ يَكْثُرَ عِلْمُكَ، وَيَعْظُمَ حِلْمُكَ
وَأَنْ تُبَاهِيَ النَّاسَ بِعِبَادَةِ رَبِّكَ، فَإِنْ أَحْسَنْتَ حَمِدْتَ اللهَ، وَإِنْ أَسَأْتَ اسْتَغْفَرْتَ اللهَ
(حلية الأولياء وطبقات الأصفياء 1/388)
Artinya:
“Kebaikan itu bukan terletak pada bertambahnya harta dan anak, akan tetapi kebaikan itu terletak pada bertambahnya ilmu, yang diikuti dengan bertambahnya kesabaranmu dan berlomba-lombanya dirimu dalam beribadah kepada Rabb-mu. Jika baik, engkau mengucapkan tahmid kepada Allah dan jika berbuat buruk, engkau meminta ampunan kepada-Nya.”
Demikianlah apa yang pernah disampaikan oleh sahabat sekaligus menantu Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

