Oleh: Putri Yulita Shabana

BLOGSANTRI – Dengan di edarkannya surat edaran dari pemerintah bahwa pelajar dan mahasiswa diliburkan untuk mencegah wabah COVID-19 yang sudah ada di Indonesia dan telah merajalela di seluruh dunia, tetapi proses belajar mengajar tetap berjalan selama di rumah sebagaimana proses belajar mengajar di sekolah.
Nama saya Putri Yulita Shabana, saya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas atau santriwati di PONDOK PESANTREN MODERN PUTRI IMMIM, tentu saja saya juga melakukan proses belajar selama di rumah. Proses belajar berjalan seperti biasa, tetapi bedanya proses belajar di rumah dilakukan secara online yaitu dengan beberapa aplikasi seperti zoom dan classroom.
Belajar secara online merupakan bukanlah hal yang buruk karena dapat meningkatkan kemampuan kita di dalam bidang Teknologi Informasi, apalagi jika kita diberi tugas untuk membuat video. Tugas saya untuk membuat video cukup banyak, awalnya saya tidak mengetahui bagaimana cara membuat video yang menarik tetapi setelah beberapa kali diberi tugas untuk membuat video akhirnya bisa juga.
Nah, karena saya anak pesantren tentunya saya menyukai liburan tetapi saya juga merindukan teman-teman saya di pesantren. Liburan ini selain saya gunakan untuk belajar saya juga gunakan sebagai “quarantine self” yaitu saya hanya tinggal di rumah saja jika tidak berkepentingan di luar rumah.
Hal yang dapat dilakukan, diantaranya ialah dengan membantu orang tua dan melakukan aktivitas yang positif seperti berolahraga setiap pagi dan setelah itu berjemur selama kurang lebih 10-15 menit untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Berhari-hari di rumah tentu membuat saya bosan, tetapi kita harus tetap di rumah aja jika tidak berkepentingan agar kita dapat membantu pemerintah dan tenaga medis yang sedang bekerja keras untuk melawan wabah COVID-19.
Mengingat bahwa COVID-19 sangat berbahaya hingga dapat mematikan dan dapat menyebar secara cepat melalui kontak langsung dengan orang lain seperti berjabat tangan sehingga jika kita ke luar rumah kita harus menggunakan alat pelindung seperti masker dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain.
Jadi, kesimpulan dari cerita saya ialah tetaplah di rumah saja jika tidak ada kepentingan di luar rumah agar kita dapat menjadi pemutus penyebaran COVID-19, hal seperti itu dapat membantu meringankan pekerjaan pemerintah dan tenaga medis yang sedang bekerja melawan COVID-19.
Lihat pula: Instruksi dan Mekanisme Pembelajaran Daring di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep
(* Catatan ini ditulis sejak masih melaksanakan pembelajaran di rumah. Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM dipulangkan (bukan libur sebenarnya) secara resmi sejak tanggal 17 Maret 2020, dan sejak itulah dilaksanakan proses pembelajaran di sekolah dipindahkan ke rumah (belajar daring/online). Kami secara resmi pula mengikuti instruksi pesantren untuk kembali mengikuti pembelajaran tatap muka sejak tanggal 11 Agustus 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat dan diharuskan membawa Surat Keterangan Hasil Rapid Tes Non Reaktif. (*)
Related Post: Panduan Menggunakan Zoom untuk Pembelajaran Daring

