Bagaimana Tahapan Mempelajari Ilmu Tajwid?

Related Post: Qira’ah Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Oleh: Ustadz Muhammad Laili Al-Fadhli

BLOGSANTRI.COM – Banyak yang bertanya, bagaimana tahapan kitab yang mesti dikaji dalam mempelajari tajwid Al-Quran.

Maka kami jawab, ilmu tajwid adalah ilmu praktik, ilmu pelafalan, bukan ilmu teori an sich. Maka suka tidak suka, mau tidak mau, wajib membutuhkan guru yang bisa mencontohkan dengan baik dan mengoreksi pelafalan kita. Maka, tahapan dalam mempelajari ilmu tajwid itu bukan sekadar memilih kitab apa yang akan dipelajari, namun tentang bagaimana memilih guru yang kompeten dalam membimbing dan mengajarkan kita.

✅ Jadi, tahap pertama dalam mempelajari tajwid adalah mencari guru yang kompeten.

✅ Kemudian tahap kedua adalah melatih pelafalan huruf per huruf hijaiyyah, dilanjutkan dengan kata per kata, dan kalimat per kalimat. Dalam tahap ini kita bisa menggunakan buku apapun, seperti Iqra dan semisalnya.

Dalam tahap tersebut kita bisa sambil mengenal makhraj dan sifat-sifat huruf secara sederhana, tidak perlu mendetail. Cukup memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan perbaikan bacaan.

✅ Tahap ketiga adalah memperdalam teori tajwid yang diawali dengan menghapal matn. Dalam hal ini, sebetulnya kita tidak membutuhkan banyak kitab yang dipelajari, karena kemahiran dan kedalaman pemahaman seseorang bukan sekadar dilihat dari banyaknya kitab tajwid yang dikhatamkan, melainkan tentang seberapa besar dan kuat penguasaan kita akan kitab yang telah kita khatamkan.

Kita pun tidak perlu terpaku dalam menentukan kitab yang menjadi pegangan, karena selama mengikuti kaidah yang mu’tabar, maka isi dari setiap kitab bisa kita terima dan kita amalkan. Namun, sebagai bentuk penghormatan dan iqtida’an (mengambil teladan) para ulama sebelum kita, maka setidaknya kita menghafal 2 atau 3 matn tajwid dan menguasai syarhnya sekaligus.

Matn apa yang hendaknya diutamakan untuk dihapal?

Maka kami cukup memberikan opsi:

1. Tingkat pertama, memilih antara Tuhfatul Athfal atau Hidayatush Shibyan.

2. Tingkat kedua, memilih antara Muqaddimah Jazariyyah atau Tuhfatus Samannudiyah atau Salsabilusy Syafi.

Bagaimana apabila ingin menghapal seluruhnya? Maka tidak ada larangan apabila memang dirasa sanggup melakukannya, termasuk juga apabila ingin menghapal matn-matn yang lain seperti Al-Mufid, Nuniyah As-Sakhawi, atau Raiyyah Al-Khaqani. Namun, kami sendiri menyarankan untuk fokus pada dua matn saja. Karena hal tersebut sudah lebih dari cukup apabila kita menguasainya dengan baik.

✅ Kemudian selain menghapal matn tajwid yang telah kita tentukan, maka dipersilakan untuk mengkaji penjelasannya dengan rinci, akan lebih utama apabila di bawah bimbingan seorang guru yang kompeten dalam riwayah dan dirayah sekaligus. Ini adalah tahapan yang keempat, dimana dalam pelaksanaannya bisa berjalan beriringan dengan tahap ketiga.

Misalnya kita memilih Tuhfatul Athfal dan Muqaddimah Jazariyyah, maka dari setiap matn, cukup pilih dua Syarh, satu yang ringkas dan satu yang luas.

Untuk Tuhfatul Athfal, maka Syarh yang ringkas telah disusun oleh mushannif sendiri, yaitu kitab yang berjudul Fathul Awfal Bisyarhi Tuhfatil Athfal. Sedangkan Syarh yang luas, walhamdulillah kami (Muhammad Laili Al-Fadhli) telah menyusunnya dengan bahasa Indonesia dengan judul Syarh Tuhfatul Athfal.

Untuk Muqaddimah Jazariyyah, maka Syarh yang ringkas kita bisa mengkaji Daqaiqul Muhkamah karya Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari atau Asy-Syarhul Ashri karya Dr. Muhammad Hawwa atau Syarh Muqaddimah Jazariyyah Dr. Ayman Suwayd atau Al-Hawasyil Azhariyyah Zainuddin Khalid Al-Azhari. Apabila penjelasan-penjelasan tersebut dinilai terlalu ringkas, maka bisa memilih penjelasan yang sedikit lebih luas seperti Minahul Fikriyyah Mulla Ali Al-Qari atau Al-Hawasyil Mufhimah Ibnun Nazhim. Cukup pilih satu saja untuk kita pelajari dan kuasai dengan baik.

Sedangkan untuk Syarh yang luas, kita bisa mengkaji Syarh Muqaddimah Jazariyyah karya Dr. Ghanim Qadduri. Ini merupakan Syarh Jazariyyah paling luas yang kami ketahui, selain Syarh yang sedang kami susun dalam bahasa Indonesia yang berjudul Syarhul Indunisiy.

✅ Setelah mempelajari pilihan syarh atas matn yang telah kita hapal, maka tahap berikutnya adalah mengulang-ulangnya sampai kita benar-benar menguasainya dengan baik. Sampai pada titik dimana kita bisa menjelaskan secara rinci kepada orang lain tanpa butuh bantuan kitab di hadapan kita. Ini adalah tahap kelima.

✅ Baru setelah kita yakin menguasai Syarh atas matn yang kita hapal tadi, apabila mau, kita bisa beranjak untuk memperluas wawasan tajwid dengan mengkaji seluruh kitab Tajwid yang kita temui. Termasuk di dalamnya tentu saja adalah bagian-bagian tajwid dalam kitab-kitab ilmu qiraat, seperti An-Nasyr Fil Qiraatil ‘Asyr. Kemudian berdiskusi dengan guru-guru kita dan rekan seangkatan kita. Dengan ini kita bisa sampai pada penguasaan ilmu tajwid secara komprehensif, insyaallah. Ini merupakan tahap keenam atau tahap terakhir dalam tahapan mempelajari tajwid. Adapun setelah itu, maka artinya kita telah siap mengarungi ilmu qiraat, bagi yang menghendaki.

Wallahu a’lam bish-shawab. (*).

 

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts