Perbedaan Lafal Khusyu’ الخشوع dan Khudu’ الخضوع dalam Alquran

BLOGSANTRI.COM – Dalam Al-Qur’anul, seringkali kita menemukan Lafal Khusyu’ الخشوع dengan Khudu’ الخضوع , bagaimana sebenarnya perbedaan keduanya?

Soal:

Jelaskan Perbedaan Lafal Khusyu’ الخشوع dan Khudu’ الخضوع dalam Alquran?

Jawab:

Allah SWT berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)

Artinya:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1) (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya. (2). (Q.S al Mukminuun: 1-2).

Allah SWT dalam ayat lain berfirman sebagai berikut:

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ

Artinya:

“….Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya….”. (Q.S al Ahzaab: 32).

Makna kata khusyuu’ itu berbeda dengan makna kata khudhuu’ karena sesungguhnya kita itu tidak akan khusyu’ kecuali dikarenakan adanya dorongan emosi positif yang timbul karena keagungan yang kita takuti.

Adapun kata khudhuu’ terkadang berbentuk suatu pekerjaan yang dilakukan secara pura-pura karena adanya sifat munafiq dan takut (khauf) pada manusia, atau untuk melindungi dirinya (taqiyyah) dan agar bisa tetap tinggal. Sebagaimana orang Arab berkata: khasya’a qalbuhu dan tidak berkata: khadha’a qalbuhu kecuali untuk bermajaz.

Adapun khusyuu’ itu termasuk perbuatan-perbuatan hati, maka ketika suara itu khusyu’ atau wajah, badan, atau mata itu khusyu’, maka sebenarnya hal itu termasuk pada kekhusyuan hati, sehingga penjelasan Quran itu sangat teratur/ sesuai dalam penggunaan kata khusyuu’.

Sebagaimana keteraturan penggunaan kata khasyyah: maka setiap kata khusyuu’ di dalam al Quran itu hanyalah kepada Allah Ta’alaa saja seperti Ayat-ayat di bawah ini:

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (109)

Artinya:

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ

وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (90)

Artinya:

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.”

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45)

Artinya:

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,”.

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُ

ونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (199)

Artinya:

“Sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah Amat cepat perhitungan-Nya.”

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ

أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (16)

Artinya:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ (2)

Artinya:

“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina”.

Semoga bermanfaat adanya. (*)

 

Dijawab oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I.,M.M., Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

- Advertisement -

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

immimpangkep.ponpes.id

spot_img

Get in Touch

78,000FansSuka
5,000PengikutMengikuti
10,000PelangganBerlangganan

Latest Posts